Rabu, 04 Oktober 2017

BIN: 'Diperlukanya Koordinasi & Sikronisasi Antar Pihak Terkait Dalam Pengadaan Senjata'

    Rabu, Oktober 04, 2017   No comments

Senjata Tembus Tank Baja [ilust]

JAKARTA, SriwijayaAktual.com – Direktur Komunikasi dan Informasi Badan Intelijen Negara (BIN) Wawan Hari Purwanto melihat koordinasi pengadaan senjata diperlukan. Dengan begitu, polemik isu pengadaan senjata tak kembali muncul.

“Memang nanti kita juga sadari, andai kata ada perbedaan-perbedaan pandangan di masa depan, dilakukan koordinasi yang lebih bagus,” kata Wawan di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (4/10/2017).

Ia mengatakan, isu pengadaan senjata yang tertahan di Bandara Soekarno-Hatta telah sampai ke telinga Presiden Joko Widodo. Menurut dia, masalah ini sudah dianggap selesai. Yang penting sekarang bagaimana mengembalikan proses pengadaan kembali ke track semula.

BIN sebelumnya pernah berada di pusaran pengadaan 500 senjata untuk latihan mahasiswa Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN). Supaya hal itu tak terulang, perlu sinkronisasi antarpihak terkait, khususnya DPR dan komponen anggaran yang bertugas mengalirkan dana.

“Bagaimanapun juga yang namanya pengadaan senjata merupakan suatu hal yang sangat penting untuk dibicarakan di DPR maupun di dirjen anggaran,” imbuh Wawan.

Selain itu, unsur keterbukaan dan mekanisme yang dibentuk soal perizinan juga harus jelas. Wawan pun menilai pengadaan stand alone granade launcher (SAGL) milik Brimob tak bermasalah. Semuanya legal dan tak ada yang menyalahi aturan.

“Kalau lihat dari persoalan kemarin kan semuanya legal dan tidak ada yang ilegal, meskipun impor mereka juga melalui mekanisme yang sudah di anggap selesai,” kata dia.

Administrasi Belum Tuntas
Wawan menyatakan, memang ada proses administrasi senjata milik Brimob di Bandara Soekarno-Hatta yang memakan waktu. Tapi, hambatan itu sudah diselesaikan petinggi-petinggi instansi terkait. Yang tersisa saat ini polemik di akar rumput saja.

Seharusnya, petinggi terkait bisa menyelesaikan hal itu di atas sekaligus memberi pemahaman pada komponen di bawahnya. Dengan begitu, dari bawah hingga atas satu suara menanggapi polemik tersebut, dan tak perlu berlarut.

“Pimpinan yang ada di level atas bisa diwadahi (mengkomunikasikan) untuk menghindari pertikaian pertikaian yang akhirnya kontraproduktif,” pungkas Wawan. (beng/abadikini)

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam Terpercaya.

Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner