Senin, 02 Oktober 2017

Nah! Serbuan Pabrik Taiwan Menuju Indonesia

    Senin, Oktober 02, 2017   No comments


*BUTUH KESIAPAN TENAGA KERJA
Menteri Pendidikan Taiwan, Dr Pan Wen-Cung kepada para wartawan.

TAEPEI, SriwijayaAktuaal.com  - Indonesia menjadi salah satu negara yang menjadi target relokasi industri Republik Cina atau Taiwan dan kemudian  diikuti peningkatan sumber daya manusia (SDM) masyarakatnya, agar siap menerima gelombang investasi para pemodal dari negara tersebut. Melalui kebijakan 'The New Southbond Policy', pabrik-pabrik milik pengusaha Taiwan akan dipindahkan ke Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Menteri Pendidikan Taiwan, Dr Pan Wen-Cung kepada para wartawan dari Indonesia, Vietnam, Malaysia dan Thailand mengungkapkan, untuk menyiapkan SDM tersebut,  pihak kementerian di tahun 2018 menganggarkan dana 1 miliar dolar Taiwan (NTD) atau Rp 450 miliar rupiah. "Dana tersebut diantaranya  untuk pemberian beasiswa kepada pelajar dan mahasiswa yang berasal dari negara yang menjadi target investasi," ujar Dr Pan, Sabtu (30/9/2017).

Diharapkan setelah menempuh pendidikan, mereka bisa menjadi tenaga kerja atau pun ahli  unggul dan mampu memenuhi standar kerja perusahaan-perusahaan Taiwan di negara asal siswa dan mahasiswa.

 Selain itu, hasil pendidikan yang diperoleh mereka, bisa ditularkan kepada para pekerja lainya.
"Para pengusaha Taiwan tidak mungkin memboyong  warga Taiwan untuk mengisi lowongan itu, selain standar upahnya tinggi juga jumlahnya sangati  terbatas,"ujarnya.

Selain itu, kata Dr Pan Wen-Chung, pemerintah juga terus berusaha mengajak para imigran generasi kedua untuk memperhatikan tempat  asal ibu atau bapaknya. Mereka diajari Bahasa Indonesia, dengan harapan mereka bisa kembali ke negara asal ibunya untuk bekerja di perusahaan Taiwan.

Migrasi pabrik terpaksa dilakukan karena kian melambungnya harga tanah di Cina daratan dan upah buruh yang kian tinggi. Mereka kemudian melirik kawasan Asia Tenggara sebagai tempat baru bagi pengembangan industrinya. Selain harga tanah lebih murah, upah buruh pun tidak setinggi di Cina daratan (Republik Rakyat Cina/RRC).

Dari informasi yang diperoleh KR, saat ini terdapat sekitar 50 ribu pabrik milik orang Taiwan. Dari jumlah itu, 10.000 diantaranya akan segera dipindahkan ke daerah selatan Taiwan.

Namun demikian, untuk rencana tersebut dibutuhkan kesiapan sumber daya manusia (SDM) di tempat investasi yang dibangun, yakni SDM yang terampil, sesuai dengan kualifikasi yang diinginkan. Untuk mendapatkan kualifikasi yang dibutuhkan, tidak mudah. Tidak hanya butuh proses pembelajaran, juga pelatihan.

Dr Pan mengemukakan, kebijakan terbaru saat ini, beasiswa hanya kepada warga asing keturunan Cina, tetapi saat ini membuka kesempatan yang bukan keturunan Cina. Dengan demikian, mereka juga memiliki kesempatan untuk mendapatkan beasiswa.

Selain itu, Taiwan akan meluncurkan Elite Study di Taiwan Project (ESIT) dimana dosen dan pejabat tingkat tinggi di negara-negara target dipilih untuk terlibat dalam studi lanjutan di Taiwan. (Jon/KRj)

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam Terpercaya.

Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner