Kamis, 12 Oktober 2017

Oknum Perwira Polri ini Berani Hina TNI: “Aktivitas TNI di Perbatasan Hanya Makan dan Tidur”, Nah ini Konsekuensinya...

    Kamis, Oktober 12, 2017   No comments


RIAU, SriwijayaAktual.com - Kabid Humas Polda Kepri Kombes Erlangga menyatakan, Propam tetap memeriksa Kompol Abdul Mubin Siagian, meskipun yang bersangkutan telah meminta maaf atas komentarnya yang dihujat netizen lantaran dinilai menghina TNI.
Pada Rabu (11/10/2017) pagi, komentar Mubin atas sebuah beritaonline menjadi viral dan dihujat oleh warganet lantaran dianggap menghina TNI.
Mubin menyebut, aktivitas TNI di perbatasan hanya makan dan tidur.

Erlangga mengatakan, begitu menjadi viral, Kapolda Kepri Irjen Sam Budigusdian langsung merespons dan menindaklanjuti komentar yang kurang baik dan kurang tepat tersebut.

Menurut Erlangga, berita yang dikomentari Mubin itu adalah pemberitaan mengenai amunisi tajam Brimob.

"Tadi pagi kejadian kami langsung ambil tindakan, memeriksa yang bersangkutan. Dan memang benar adanya yang bersangkutan melakukan itu," kata Erlangga kepada Kompas.com, Rabu petang.

Pada Rabu siang tadi, Polda Kepri menggelar konferensi pers yang dipimpin oleh Wakapolda untuk mengklarifikasi masalah tersebut. Hadir pula dalam konferensi pers diantaranya Kapenrem, Dandenpom Batam, serta Kabid Propam.

"Wakapolda memimpin, untuk menyampaikan permintaan maaf atas perilaku anggota kami Kompol Mubin atas komentar itu, komentar yang kurang baik kepada institusi TNI dan jajaran," ucap Erlangga.

Mubin pun, lanjut Erlangga, sudah mengaku khilaf dan menyesal dengan tindakan yang diperbuatnya. Mubin, kata Erlangga, juga menyampaikan permohonan maaf.

Meski begitu, Erlangga menegaskan terhadap Mubin tetap dilakukan pemeriksaan secara internal. Pemeriksaan dilakukan atas laporan pelanggaran kode etik profesi.

"Kan melalui pemeriksaan dulu, selesai itu, disidang, dan diputuskan sanksi kode etiknya. seperti proses disiplin pidana itu kan diperiksa dulu, disidang, dan diputuskan," lanjut Erlangga.

Dia menambahkan, Mubin mulai diperiksa oleh Propam sejak hari ini. Namun, dia belum bisa memastikan kapan pemeriksaan akan selesai, sebab ada beberapa saksi juga yang diperiksa.

Sementara itu, mengenai komentar yang menghina prajurit TNI tersebut, Erlangga mengatakan langsung dihapus.

"Dalam akunnya sendiri juga sudah dihapus. Katanya sudah tidak bisa dibuka lagi," ucap dia.



Sebanyak 5.932 amunisi dan jenis senjata lain yang dibeli Polri dari luar negeri, ternyata memiliki kecanggihan yang luar biasa. Ribuan amunisi dan senjata tersebut kini disimpan di gudang milik TNI.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayor Jenderal Wuryanto mengatakan, amunisi tajam yang dibeli Polri mempunyai radius mematikan 9 meter dan jarak capai 400 meter.

Amunisi tersebut juga memiliki keistimewaan lain. Menurut Wuryanto, saat ditembakkan, amunisi tersebut akan dua kali meledak.

Ledakan kedua akan melontarkan pecahan tubuh granat berupa logam kecil yang melukai dan mematikan sasaran tembak.

Selain itu, jenis granat yang dibeli Polri juga bisa meledak sendiri tanpa benturan setelah 14-19 detik lepas dari laras.
"Ini luar biasa. TNI tidak punya senjata dengan kemampuan jenis itu," ujar Wuryanto dalam jumpa pers di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Selasa (10/10/2017).

Wuryanto mengatakan, pada Senin malam, ribuan amunisi sudah dipindahkan ke gudang Mabes TNI.
Sesuai katalog yang menyertai, ada sejumlah 5.932 amunisi dalam 71 koli disertai dengan katalog. 

Wuryanto mengatakan, TNI hanya menegakan aturan yang berlaku. Mengenai penyimpanan oleh TNI, menurut Wuryanto, TNI hanya mengantisipasi potensi ancaman keamanan.
"Amunisi seperti ini ditujukan untuk menghancurkan perkubuan. TNI bertanggung jawab selama penyimpinan. Pasti aman, karena kami punya standar keamanan," Tandasnya Wuryanto. [TbnM]

Artikel ini sudah tayang di kompas.com berjudul: Polda Kepri: Perwira Penghina TNI Tetap Diperiksa Propam

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam Terpercaya.

Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner