Selasa, 21 November 2017

'Dangau Sastra-Rumah Tahfidz Rahmat', Latih Santri Menulis Sastra Berbasis Pesantren

    Selasa, November 21, 2017   No comments

Suasana pelatihan sastra berbasis pesantren di Rumah Tahfidz Rahmat .(Foto.Dok.RT Rahmat/Irawan/21-11/2017)

PALEMBANG, SriwijayaAktual.com  – Dua pekan sudah, Rumah Tahfidz (RT) Rahmat Palembang menyelenggarakan belajar menulis sastra berbasis pesantren bagi santrinya. Kali ini, program diselenggarakan atas kerjasama RT Rahmat dan Dangau Sastra, sebuah lembaga nirlaba Palembang, yang konsen terhadap pembinaan penulis pemula.

Tepatnya sejak 11 November 2017, santri mukim yang berjumlah 17 orang, dalam satu pekan mereka diwajibkan minimal 2 kali menulis secara manual, diatas buku tulis sebagaimana murid sekolah pada umumnya.

Tak ayal, ada saja santri yang berkomentar lucu, apalagi mereka sudah lama tidak mengenyam sekolah formal dan menulis sebagaimana anak sekolah pada umumnya. Azriel (15), salah satu santri asal Perumnas Palembang mengaku lelah menulis dengan tangan. “Tangannya capek ustadz, pegel,”ujar Azriel yang ditingkahi gelak tawa santri lainnya.

Lain halnya dengan Adi Saputra (16), santri asal Sekayu Musi Banyuasin yang terdorong ingat dengan kisah sedih di masa lalunya. “Kalau aku sedih ustadz. Aku jadi ingat kesedihan di masa lalu,”ujarnya saat diminta tanggapannya tentang kesan dalam belajar menulis sastra dalam dua pekan ini.
Jaka Surya (16), mantan siswa SMA di Palembang justeru kebalikan dari Adi. Santri RT Rahmat yang sudah menyelesaikan 5 juz ini mengaku dengan menulis ada perasaan senang. “Saya malah senang, karena saya ingat masa-masa saat saya masih dulu sekolah,” katanya.

Menanggapi hal itu, Imron Supriyadi, salah satu pelaku sastra Palembang yang membina santri menulis sastra di RT Rahmat mengatakan, tanggapan santri yang demikian iatu hal wajar. “Semua bebas-bebas saja. Sebab menulis itu juga dunia kebebasan berpikir, jadi apapun tanggapan santri terhadap pelatihan menulis ini menjadi bagian apresiasi mereka. Intinya ada yang mereka rasakan. Nanti kalau sudah menemukan ruh dalam kmenulis, komentarnya akan berbeda,” ujarnya.

Lebih lanjut salah satu cerpenis yang tinggal di Palembang ini menyatakan, proses latihan menulis di RT Rahmat adalah dasar bagi santri untuk mengolah daya imajinasi mereka. Pola awal yang diterapkan sangat sederhana, tanpa teori akademik sebagaimana di kampus, mengingat santri bermukim di RT Rahmat yang dilatih mayoritas sekolah paket dengan umur yang beragam : dari 9-16 tahun.

“Sengaja dalam latihan ini saya tidak mendahulukan teori sastra secara akademik, nanti mereka malah pusing dan tidak menulis. Saya hanya menyuruh mereka menulis kegiatan keseharian sejak bangun tidur sampai ke tempat latihan menulis, ya semacam catatan harian,” ujar Imron yang sekaligus Pimpinan RT Rahmat Palembang.

Imron menegaskan, pelatihan menulis ini menjadi salah satu program ekstrakurikuler di RT Rahmat. Sebab, tugas pokok santri menghafal quran. “Tugas pokok mereka memang menghafal quran, karena ini rumah tahfidz. Namun menurut kami, mereka juga harus memiliki keterampilan lain, diantarannya menulis sastra,” tambah dosen luar biasa di Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang.

Sementara itu, Sumarman, Koordinator Program Dangau Sastra Palembang menyebutkan, melalui kegiatan menulis dalam 1 pekan dua kali ini, berharap ke depan kisah yang ditulis para santri, minimal dapat menjadi dokumentasi sejarah bagi diri dan keluarganya.

“Namun targetnya, dangau sastra sedang menumbuhkan minat baca dan menulis di kalangan santri, sekaligus untuk mendukung gerakan literasi nasional yang sedang digalakkan,” ujar pria kelahiran tebing Gerinting ini, Selasa, (21/11/2017).

Lebih lanjut, penyair di Palembang yang akrab dipanggil Warman Pluntaz ini menjelaskan, dalam waktu tiga bulan ditergetkan sejumlah tulisan santri ini akan disalin ulang, kemudian dilakukan editing seperlunya. “Saat ini kita juga sedang menjajaki kerjasama dengan penebit, baik di dalam atau luar Kota Palembang, dan karya sastri ini akan kita tawarkan agar bisa diterbitkan,” tambahnya. [**]


About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam Terpercaya.

Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner