Rabu, 01 November 2017

ini Cara Mengelola Stress Sebelum Berubah Menjadi Krisis Paru Baya

    Rabu, November 01, 2017   No comments

Tips kesehatan kali ini terkait mengatasi stres atau krisis paruh baya.
Ilustrasi

SriwijayaAktual.com — Beberapa penelitian menyebut sejumlah gejala krisis paruh baya mulai dari merasa terjebak di pekerjaan, hubungan dengan pasangan, atau mempertanyakan makna kehidupan.

Ada juga peneliti yang menyatakan krisis paruh baya hanyalah mitos. Apa pun pendapat yang beredar, namun dalam satu fase kehidupan stres adalah keniscayaan.

Begitu juga pada orang dewasa begitu memasuki usia 40 tahunan atau 50 tahunan. Mereka bakal menghadapi tantangan kesulitan yang lebih kompleks seperti hubungan keluarga, masalah kesehatan, penuaan, kehilangan pasangan hidup, anak yang mulai tumbuh dewasa, anak mentas, anak tak kunjung mapan, khawatir finansial, sampai pensiun.

Seperti dilansir Healthymidlife.com, baru-baru ini, beberapa kekhawatiran tersebut apabila tidak dikelola dengan baik bisa berujung pada krisis. Dampak terburuknya apabila dibiarkan bisa merusak kesehatan dan mengakibatkan depresi paruh baya.

Sejumlah pakar menyebut krisis paruh baya bisa menjadi momentum mengevaluasi kembali prioritas dan mengaplikasikannya untuk meningkatkan kualitas hidup. Hal itu juga bisa berarti saat tepat untuk mengubah pola hidup dan mencari makna baru dalam fase kehidupan. Berikut ini beberapa langkah mengelola stres agar tak kadung menjadi krisis paruh baya:

1. Bikin nyaman diri sendiri
Ritme hidup yang serba cepat bikin rentan stres, terutama buat orang yang tengah berusia paruh baya. Sesekali ambil jeda dari rutinitas atau kerjakan sesuatu yang di luar kebiasaan untuk mengubah perspektif. Berikan izin buat diri sendiri dengan cara mematikan telepon pintar, komputer, atau urusan pekerjaan. Lantas pelihara aktivitas yang menyenangkan seperti pergi ke taman, perawatan tubuh, atau sekadar bersepeda.

2. Temukan sumber stres
Coret target yang tidak realistis dari daftar harapan hidup usia senja. Susun ulang rencana hidup lengkap dengan detail rencana mewujudkan cita-cita tersebut dan tenggat yang masuk akal.

3. Bikin kelompok pendukung
Mulai cari keluarga atau teman yang satu pemikiran. Mereka bisa menjadi pendukung yang baik untuk mengelola tekanan menghadapi hidup. Sesekali bikin sesi obrolan bersama-sama untuk mengurangi stres.

4. Olahraga
Aktivitas fisik terbukti ampuh meredakan stres dan bisa membuat suasana hati membaik. Bisa dimulai dengan jalan kaki 20 menit di sekitar tempat tinggal. Kalau perlu bisa juga mengajak kelompok teman atau keluarga untuk fitnes atau olahraga barengan.

5. Makan makanan sehat
Mencukupi nutrisi tubuh dengan makan makanan sehat bisa membuat kaum paruh baya merasa lebih baik. Mereka bisa berpikir lebih jernih. Untuk kebutuhan nutrisi yang tepat bisa mulai dengan buah, sayur, biji-bijian, ikan, dan kacang.

6. Tidur yang cukup
Usahakan tidur yang cukup. Apabila mulai menemukan gejala stres yang bikin sulit tidur, warga paruh baya bisa mulai belajar mengelola stres dengan belajar teknik relaksasi seperti yoga, berlatih napas panjang, atau meditasi. Seperti halnya mulai mengatur asupan saat usia menginjak 40 tahun, tidur yang cukup juga penting untuk menjaga mental dan fisik tetap prima. Kelelahan dan kurang tidur bisa memperburuk stres.

7. Jangan gengsi menerima bantuan
Banyak orang yang saat fase awal terkena krisis paruh baya menyangkal dirinya mengalami stres. Memang tidak mudah mengakui kalau kita sedang punya masalah. Lumrah terkadang kita ingin menyelesaikan persoalan yang kita hadapi sendiri. Namun tidak ada salahnya terbuka dengan orang lain saat tengah mengalami krisis. Terlebih jika ada yang menawarkan solusi atau bantuan. Dengan menerima bantuan orang lain, bukan berarti kita gagal, justru menunjukkan kebijaksanan. [*] 


loading...
loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam Terpercaya.

Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner