Sabtu, 11 November 2017

Novel Baswedan Bicara soal Kesehatannya dan Kasus e-KTP Setya Novanto Ditetapkan Tersangka lagi

    Sabtu, November 11, 2017   No comments

Novel Baswedan saat live video Skype. (Zunita/detikcom)
JAKARTA, SriwijayaAktual.com - Penyidik KPK Novel Baswedan melakukan live video Skype saat acara 'Jangan Lelah Melawan Korupsi', yang diprakarsai Koalisi Masyarakat Antikorupsi. Novel bicara soal kesehatannya hingga status tersangka Setya Novanto.

Novel mengatakan mata kanannya sudah membaik karena bantuan kacamata baca. Sedangkan untuk mata kiri, ia menunggu operasi untuk membuat kornea artifisial.

"Alhamdulillah mata kanan saya sudah membaik, mata kanan saya dibantu dengan kacamata baca dan hardline. Saya masih menunggu operasi 1 kali lagi ingin membuat kornea artifisial," ujar Novel saat live video di Jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan, Jumat (10/11/2017).

Novel mengaku berani dalam melawan korupsi karena kewajiban sebagai manusia dan masyarakat Indonesia untuk menegakkan kebenaran dan keadilan.

"Saya meyakini semestinya kita berani. Kalau nggak berani, kita kehilangan akal sebagai manusia, sebagai hamba Allah saya punya kewajiban untuk menegakkan kebenaran dan keadilan, itu yang menjadi pokok yang harus kita lakukan," paparnya.

Novel juga mengatakan religiositas merupakan kunci utama untuk berani dalam memberantas korupsi. "Pertama, yang membuat berani adalah religiositas. Saya meyakini kalau kita memiliki religiositas yang baik, kita pasti akan berani menegakkan kebenaran. Jadi, menurut saya, jika kita menguatkan religiositas, kita akan berani, kita memiliki keyakinan," ucapnya.

Terkait kasus tersangka Setya Novanto, Novel bicara apa yang telah diumumkan pimpinan KPK sudah mendapatkan bukti yang kuat.

"Kalau yang saya pahami dalam keterlibatan SN dalam e-KTP, memang sebagaimana diumumkan pada pimpinan bahwa apa yang ditetapkan KPK sudah mendapatkan bukti yang kuat, kita harus menunggu proses penyidikan, dengan bukti yang kuat," ucapnya.

Novel juga mengingatkan KPK bahwa banyak orang di luar sana tidak menyukai KPK. Karena itu, KPK harus dijaga dari segala bentuk 'titipan'.

"KPK para pejuang antikorupsi, kami semua orang yang berjuang, dan perjuangan ini tidak disukai oleh para pelaku kejahatan korupsi. Ke depan, KPK harus dijaga dari inflasi dan kepentingan, itu harus dijaga dengan benar. Karena yang masih menjadi andalan itu KPK," imbuhnya.

Berita Terkait: Dijadikan Tersangka Lagi, Setya Novanto akan Polisikan KPK

Terakhir, Novel berpesan kepada masyarakat Indonesia agar merenungi perjuangan dan pengorbanan serta tujuan yang dicapai pahlawan, dengan cara memberantas korupsi.

"Saya ingin menyampaikan pesan atau pandangan bahwa saya yakin pahlawan itu tidak ingin berbuat sesuatu karena ingin disebut pahlawan. Oleh karena itu, kita harus merenungi sehingga kita bisa meneladani hari pahlawan itu. Kita ingin tujuan yang dilakukan itu bisa kita teruskan," tuturnya.(idh/idh/detik)
loading...
loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam Terpercaya.

Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner