Loading...

Minggu, 24 Desember 2017

loading...

Berani Pesta Seks, Massa...Rakyat Bertindak!!!

    Minggu, Desember 24, 2017   No comments

*Ormas Ancam Kaum Sodom!
SAMPAIKAN ASPIRASI: Massa yang tergabung dalam berbagai ormas saat bertandang ke ruang redaksi Balikpapan Pos, Jumat (22/12).

BALIKPAPAN-KALTIM, SriwijayaAktual.com - Ini merupakan peringatan keras bagi komunitas lelaki seks lelaki atau masyarakat biasa mencapnya sebagai gay. Kemarin (22/12/2017), sejumlah perwakilan organisasi massa (ormas) keagamaan, lembaga adat, dan organisasi kemahasiswaan menyerukan takbir mengecam rencana pesta seks saat malam Tahun Baru 2018. 
“Allahu Akbar. Kami tidak akan diam. Jika mereka berani pesta seks, maka kami akan bertindak. Mereka yang gay, kami menyebutnya kaum sodom. Ingat, jangan sekali-kali mengotori Kota Beriman,” tegas Ketua DPD Kaltim Laskar Pangeran Antasari, Muhammad.
Ormas lain yang menegaskan penolakan terhadap lesbi, gay, biseks, dan transgender (LGBT), yakni Annas, Front Pembela Islam (FPI), Laskar Adat Kutai, Laskar Paser, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Forum Pembauran Kebangsaan, Aliansi Muslim Bersatu, dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) Balikpapan. Sebelum bertandang ke redaksi Balikpapan Pos, mereka sudah berkoordinasi kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait pernyataan sikap menolak rencana pesta seks dan keberadaan kaum sodom di Kota Beriman.
Kaum sodom, kembali Muhammad mengancam, jangan pongah kendati sudah ada putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak permohonan pasal 284, 285 dan 292 KUHP tentang Perzinahan, Pemerkosaan, dan Pencabulan Anak. Komunitas gay, beberapa waktu lalu telah berkumpul dan mengagendakan bakal menggelar pesta seks untuk merayakan malam tahun baru sekaligus bentuk kemenangan langkah awal di MK. “Kami siap pasang mata dan telinga. Kalau mereka berani berbuat seperti itu (pesta seks, Red), kami akan usir mereka dari Kota Beriman,” pungkasnya.
Fajar dari Annas Balikpapan mengingatkan kepada para pemangku kebijakan akan konsekuensi Beriman disematkan sebagai moto Balikpapan. Beriman, menurutnya, jangan semata slogan namun harus menunjukkan masyarakat yang benar-benar bertakwa kepada Ilahi. 
Abdul Rais mewakili GNPF-MUI mengungkapkan, pongahnya kelompok sodom dikarenakan putusan MK yang semestinya berani mengambil terobosan. Sekalipun membuat putusan yang bersifat penetapan norma, dia yakin hal tersebut bukan suatu kesalahan MK.
“Intinya pemerintah tidak tegas. Dan di balik perilaku sodom ini, ada upaya sistematis serta masif. MK tolak perkara disidangkan, kini tinggal legislatif. Maka kita tunggu dan akan kami kawal terus,” tekad Rais.
Rais mengingatkan masyarakat akan azab yang dijatuhkan Allah SWT terhadap kaum sodom di Kota Pompeii. Kaum Nabi Luth itu terkena azab dan matinya dengan posisi sebagaimana mereka melakukan perilaku seks menyimpang berhubungan dengan sesama jenis. Warga Balikpapan, tentu tidak ingin azab seperti itu menimpa akbiat perbuatan segelintir kelompok LGBT.
“Kami mengutuk keras kaum sodom dan minta aparat untuk tidak mengeluarkan izin apa pun terhadap perilaku menyimpang tersebut,” tandasnya.
Ketua DPW FPI Balikpapan, Habib Umar menegaskan akan melakukan sweeping, jika kaum LGBT berani mengotori Kota Beriman. Kepada aparat, dia meminta untuk segera bertindak atau masyarakat yang akan turun ke jalan. Terkait putusan MK, dia mencurigai para hakimnya ada yang main mata, apalagi ini menyangkut kucuran dana asing sebagaimana yang ditengarai mantan Ketua MK Mahfud MD.
“Pemerintah harus tegas, di Balikpapan bikin perda larangan bagi kaum sodom. Dan FPI akan meminta MK untuk meninjau kembali putusannya, besok (hari ini, Red) kami akan rapat untuk hal itu,” papar dia.
Pendapat lain atas penolakan kaum gay yang dicap sebagai kaum sodom dilontarkan Ketua Laskar Adat Kutai, Rahim; M Ulil Amri dari KAMMI, Nazaruddin mewakili Laskar Adat Paser, Alimin dari Aliansi Muslim Bersatu, serta Bram Ibrahim dari Laskar Adat Kutai Barat.
“Putusan MK Itu belum final. Dan mereka (LGBT, Red) jangan macam-macam di tanah leluhur kami, karena agama dan adat kami junjung tinggi. Di Singapura pun, UU Gay ditolak. Jadi, jangan sampai Balikpapan yang sudah kondusif situasinya, tidak terkendali karena ulah kaum sodom,” tegasnya.
Kemarin diberitakan, kepolisian harus memasang mata dan telinga di berbagai tempat saat perayaan malam Tahun Baru 2018. Komunitas lelaki seks lelaki (LSL) yang biasa disebut masyarakat sebagai kaum gay, beberapa waktu lalu berkumpul merencanakan gelaran pesta seks. Informasi yang dihimpun Balikpapan Pos pada Kamis (21/12), pertemuan tersebut dihadiri komunitas gay dewasa maupun anak-anak. 
“Waktunya sudah fix saat malam tahun baru, tinggal soal tempat masih belum pasti,” ujar sumber terpercaya media inikemarin. Dia mengatakan, pesta seks sesama lelaki ini bukan semata untuk merayakan malam pergantian tahun 2017 dan datangnya tahun 2018.
“Mereka sekaligus merayakan kemenangan atas keputusan MK soal zina LGBT,” sebutnya lagi.
Putusan MK, kata sumber Balikpapan Pos, dinilai merupakan langkah maju karena berikutnya jaringan komunitas gay nasional tengah berjuang tataran legislatif agar perbuatan zina tak masuk ranah pidana. Lebih gilanya lagi, jaringan tersebut berharap pernikahan sesama jenis kelak akan diakui di Indonesia. “Itu perjuangan langkah panjang. Yang jelas, jaringan komunitas gay nasional mendapat funding luar negeri untuk memperjuangkan hak-haknya,” beber dia. (yud/k1)

loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam Terpercaya.

Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
loading...