Loading...

Senin, 11 Desember 2017

loading...

ini dia! 4 Agama Asli Indonesia yang Tidak Diakui Pemerintah

    Senin, Desember 11, 2017   No comments

Loading...

SriwijayaAktual.com - Pemerintah Indonesia resmi mengakui 6 agama yang terdiri dari; Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Buddha dan Konghucu? Tapi tahukah kamu bahwa Indonesia sejak masih dikenal dengan nama nusantara ternyata memiliki banyak kepercayaan atau aliran yang dipercaya sebagai ajaran agama sejak jaman nenek moyang kita. Dan sampai saat ini pun kepercayaan-kepercayaan peninggalan leluhur itu masih dipercaya oleh sebagian kecil masyarakat di berbagai daerah. Berikut ini ada beberapa agama asli di Indonesia yang nggak pernah diakui pemerintah karena beberapa sebab dan alasan tertentu.

ada empat dari beberapa  agama tersebut yang  dipertimbangkan untuk tidak diakui karena alasan bahwa agama-agama tersebut hanya berbentuk seperti kepercayaan masa lalu, ajaran leluhur maupun kepercayaan nenek moyang sejenis dengan animisme dan dinamisme.

Penasran apa saja sih agama-agama yang menjadi kepercayaan masyarakat Indonesia sejak zaman dahulu namun tak pernah mendapatkan pengakuan legal/resmi oleh pemerintah sampai sekarang. Langsung aja simak selengkapnya!

1. Sunda Wiwitan


Agama asli tradisional Indonesia pertama adalah Sunda Wiwitan. Seperti namanya, ajaran warisan leluhur ini banyak dipercaya oleh masyarakat tanah sunda atau daerah sekitar Cirebon, Banten, Kuningan, Cigugur, Kanekes, Kampung Naga dan Baduy pedalaman. Kepercayaan Sunda Wiwitan ini memuja roh nenek moyang namun tetap menyembah Tuhan yang tunggal yang dipuja dengan sebutan Sang Hyang Kersa dalam ajaran agama Sunda Wiwitan ini. Nenek moyang yang dipuja itu seperti Nabi atau sosok manusia suci yang dimuliakan sedangkan kepercayaan terhadap Sang Hyang Kersa sama halnya dengan ajaran umat muslim atau Kristen dimana menyembah hanya satu Tuhan saja. Agama atau kepercayaan ini lama-kelamaan tradisinya sudah mulai dipengaruhi oleh ajaran Hindu dan Budha seiring perkembangan zaman.

2. Kejawen


Sebagian besar Masyarakat Jawa sendiri terkadang mengklaim bahwa ini bukanlah agama akan tetapi hanya warisan leluhur untuk menpertahankan tradisi layaknya rukun-rukun dalam agama Islam. Pada intinya kepercayaan Kejawen mewajibkan penganutnya untuk berperilaku dan hidup sebagai pribumi Jawa yang wajib menaati perintah – Nya dan menjauhi laragan- Nya dengan selalu berbuat baik di dunia dan menghormati roh-roh leluhur. 

Selain itu kepercayaan Kejawen ini memiliki empat hal yang wajib dilakukan dan ditanamkan dalam hati penganutnya, yaitu selama hidup manusia harus menjadi rahmat bagi diri sendiri (Mamayu Hayuning Pribadhi), menjadi rahmat bagi keluarga (Mamayu Hayuning Kaluwarga), menjadikan manusia sebagai rahmat bagi sesama manusia (Mamayu Hayuning Sasama), dan yang terakhir menjadi rahmat bagi alam semesta (Mamayu Hayuning Bhuwana). Meski ajaran agama Kejawen ini identik dengan agama Islam, namun tradisi mereka juga banyak dipengaruhi dari Agama Hindu, Buddha dan Ilmu Kebatinan.

3. Hindu Kaharingan


Sejarah Kaharingan ini dulunya merupakan kepercayaan besar yang dianut hampir seluruh masyarakat kuno suku Dayak di Kalimantan, jauh sebelum agama-agama besar yang diakui sekarang ini tersebar. Tuhan dalam kepercayaan agama Kaharingan disebut dengan Ranying dan tempat ibadahnya bernama Balai Basarah. Seiring perkembangan zaman pemerintah Indonesia memasukkan ajaran Kaharingan sebagai bagian dari agama Hindu karena banyaknya kemiripan tradisi dan ritual didalam dua agama asli Indonesia ini sehingga sekarang lebih dikenal dengan nama Hindu Kaharingan. Meskipun begitu Kaharingan tetap memiliki banyak bagian khas yang tidak bisa hilang dan melekat di hati para penganutnya hingga saat ini di Kalimantan.

4. Towani Tolotang


Ajaran ini juga lama-lama sudah mampu beradaptasi dengan ajaran agama Hindu karena kepercayaan mereka nggak pernah diakui oleh Pemerintah, dan hanya agama Hindu saja yang mendekati dengan ajaran leluhur mereka. Sekarang ini diketahui penganut Tolotang hanya tinggal sekitar 5100 orang saja yang tersebar di daerah sekitar Sulawesi Selatan, ini pun sangat dikhawatirkan kalau Agama Towani Tolotang sudah mendekati kepunahan karena masyarakat mereka pernah mengalami pembantaian saat terjadinya pemberontakan DI/TII Qahar Muzakkar. Sebagian besar dari mereka yang berhasil menyelamatkan diri pindah ke Agama Islam namun seiring perkembangan zaman, generasi penerus mereka mulai beradaptasi dengan Agama Hindu untuk melestarikan Tolotang, agama peninggalan leluhur mereka.

Itulah empat agama asli Indonesia yang nggak diakui oleh pemerintah. Namun, terlepas dari segala hal, mengutip kata-kata dari almarhum Gusdur; nggak penting apa pun agama atau sukumu. Kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semua orang, orang tidak pernah tanya apa agamamu. (non/famous.id)


loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam Terpercaya.

loading...
Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
Loading...