Loading...

Kamis, 01 Februari 2018

loading...

DIHUJAT'! Umat Islam Indonesia, Kapolri Jenderal Tito Karnavian 'Wong kito Galo' ini, Angkat Bicara!!

    Kamis, Februari 01, 2018   No comments

Loading...
Kapolri Jenderal Tito Karnavian. [net]

JAKARTA, SriwijayaAktual.com - Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain menuliskan sebuah surat terbuka menanggapi pidato yang disampaikan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Dalam surat terbuka yang ditulis di Facebook itu, Zulkarnain meminta agar  Tito segera meminta maaf dan menarik isi pidatonya. Menurut Zulkarnain, pernyataan Tito tersebut secara tidak langsung telah merendahkan jasa ulama dan pejuang Islam diluar Muhammadiyah dan NU.

Menanggapi hal tersebut, Tito akhirnya buka suara. Ia meluruskan kronologis pidatonya yang mendapat kecaman dan dianggap menyinggung ormas selain Muhammadiyah dan NU teresebut.

Saya sendiri tahu tentang video itu ketika saya justru tidak di Jakarta dan sedang berada di luar kota,” ungkap Tito di Kantor PBNU, Jakarta, Rabu (31/1/2018) kemarin, dilansir sindonews.com.

Setelah mengetahuinya, Tito kemudian meminta stafnya untuk mengecek kapan pidato tersebut disampaikannya. Sebab, ia merasa dalam beberapa waktu belakangan tak pernah menyampaikan pidato tersebut.

Berita Terkait: Video Dalam Pidato terkait Ormas Islam 'Provokatif'! MUI Desak Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian Minta Maaf!!, ini Surat Terbuka Lengkapnya...

Setelah ditelusuri, ternyata pidato ini disampaikan oleh Tito pada 8 Februari 2017 silam atau setahun yang lalu. Kala itu ia menghadiri Halaqoh Ulama di Pesantren Tanara, Serang, Banten milik Ketua Umum MUI KH Ma’ruf Amin.

“Jadi itu sebetulnya kata sambutan suara cukup banyak lebih kurang 26 menit, tapi dipotong dua menit, dan dua menit itu mungkin ada bahasa-bahasa kalau hanya dicerna dua menit itu mungkin membuat beberapa pihak kurang nyaman,” lanjutnya.
Diketahui, dalam acara tersebut Tito diundang langsung oleh KH Ma’ruf Amin untuk memberi sambutan. Salah satu isi sambutannya adalah menyerukan agar jajarannya bekerja sama dengan NU dan Muhammadiyah.

Semua kapolda saya wajibkan untuk membangun hubungan NU dan Muhammadiyah tingkat provinsi. Semua kapolres untuk wajib membuat kegiatan untuk memperkuat para pengurus cabang di tingkat kabupaten/kota.
Para kapolsek wajib untuk di tingkat kecamatan bersinergi dengan NU dan Muhammadiyah, jangan dengan yang lain. Dengan yang lain tuh nomor sekian, mereka bukan pendiri negara. Mau merontokkan negara malah iya,” ujar Tito dalam video viral tersebut. [sk] 

"HEBOH! KLIK BACA JUGA DIBAWAH INI:
loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam dan Terpercaya.

loading...
Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
Loading...