Loading...

Selasa, 20 Februari 2018

loading...

MW KAHMI Sumsel Angkat Bicara! Terkait Kericuhan Saat Deklarasi Kampanye Damai Pemilihan Bupati Empat Lawang 2018

    Selasa, Februari 20, 2018   No comments

Loading...
Konfrensi Pers MW KAHMI Sumsel, Senin [19/2/2018]. Sekretaris Umum KAHMI Sumsel H. Aryanto Dina (Tengah Baju Putih Memegang Mic)

PALEMBANG-SUMSEL, SriwijayaAktual.com -  Pernyataan sikap Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Sumatera Selatan (Sumsel) menelaah atas kericuhan yang terjadi pada saat Deklarasi Kampanye Damai Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbub & Wabub)  Kabupaten Empat Lawang Tahun 2018.

Dalam melakukan konfrensi pers MW KAHMI Sumsel,  Senin (19/2/2018) di Kota Palembang, didampingi fungsionaris Pengurus MW KAHMI Sumsel, Sekretaris Umum MW KAHMI Sumsel, H. Aryanto Dina, mengatakan dan menyatakan, antara lain:

1. Majelis Wilayah KAHMI Sumatera Selatan sangat menyayangkan peristiwa anarkis yang terjadi pada saat deklarasi kampanye damai Pilkada Bupati & Wakil Bupati Empat Lawang yang menyebabkan kerusakan bahkan menimbulkan korban luka di acara tersebut.

2. Meminta pihak Kepolisian untuk mengusut tuntas peristiwa anarkis yang terjadi dan menangkap pelaku perusakan, serta propokator yang menyebabkan kericuhan dalam acara tersebut

3. Meminta kepada pihak Kepolisian agar lebih waspada dan lebih siap dalam mengamankan Pilkada Bupati & Wakil Bupati Empat Lawang tahun 2018 mengingat Kabupaten ini masui dalam zona rawan Pilkada di Sumsel.

4. Meminta kepada segenap pemangku kepentingan yang ada baik itu dari kedua pasangan calon Bupati & Wakil Bupati Kabupaten Empat Lawang, Penyelangara pemilihan, Pengawas pemilihan, Pihak keamanan, dan semua pihak terkait agar menjaga suasana damai sehingga tetap aman dan kondusif sampai Pilkada.

5. Menghimbau kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Panitia Pengawas Pemilu (PANWASLU) Kabupaten Empat Lawang agar bertindak sesuai dengan ketentuan peraturan Perundang-Undangan yang berlaku, sehingga tidak menimbulkan peristiwa yang tidak diinginkan tersebut."Tandasnya Aryanto Dina.

Foto; Kisruh Antar Pendukung Cabub Saat Deklarasi Kampanye Damai Pemilihan Bupati Empat Lawang 2018, (18/2/2018) sore, [Istimewa]

Seperti diketahui bersama dan yang dilansir dari berbagai media informasi, bahwa agenda Nasional Deklarasi Damai, Minggu (18/2/2018) sore kemarin, yang diselenggarakan oleh KPUD Empat Lawang di kawasan Pulau Emas menjadi ricuh. "Agenda yang bertujuan  untuk memulai masa kampanye Pilkada Kabupaten Empat Lawang 2018 agar berlangsung dengan kondusif, diwarnai aksi lempar kursi serta benda keras lainya dan berakhir bentrok.

Tampak dalam pantauan dilokasi peristiwa ini dipicu oleh pernyataan calon wakil bupati, Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 1, H David Hadrianto Aljufri-H Eduar Kohar (HDA-HEK) yang menyampaikan orasinya yang dinilai massa propaganda.

Suasana kian memanas saat orasi politik pasangan calon nomor urut 2, H Joncik Muhammad-Yulius Maulana (JM-YUS), karena sejumlah pendukung dari pihak lawan politik berteriak-teriak, bahkan meminta Paslon Nomor Urut 2 yang berada di panggung untuk turun.

Saat itulah, kericuhan antar pendukung mulai terjadi. Bentrok antar pendukung tak terelak lagi, meski aparat kepolisian yang dibantu TNI mencoba meredam situasi. Kursi-kursi dan sejumlah benda lainnya seperti gelas  mulai berterbangan yang dilempar antar pendukung.

Melihat situasi yang tak kondusif, petugas lalu membubarkan acara dan meminta calon untuk meninggalkan lokasi acara. Tidak terima dengan ulah pendukung yang berbuat anarkis, tim pemenangan nomor urut 2  langsung melapor ke Polres Empat Lawang dan meminta kepolisian mengamankan pelaku perusakan, serta oknum yang diduga memprovokatori kericuhan.

Hingga pukul 18.00 WIB (18/2/2018), Kapolres Empat Lawang, AKBP Agus Setyawan bersama calon calon wakil bupati pasangan nomor urut 2, Yulius Maulana menemui massanya yang menghadang di Jembatan Pulau Emass yang tadi tidak mau dibubarkan sebelum ditangkapnya provokator dan pelaku perusakan.

Dalam kesempatan itu, Yulius Maulana menekankan kepada massanya untuk membubarkan diri, karena berbagai pertimbangan, serta pihak kepolisian berjanji mengusut tuntas dan menangkap pelaku secepatnya. “Dengan berbagai pertimbangan, dan kami kandidat kanda Joncik Muhammad menginginkan agar bisa membubarkan diri. Kita tidak mau ricuh sehingga Pilkada Empat Lawang bisa berjalan lancar. Pihak Polres Empat Lawang sudah berjanji untuk menangkap pelaku pengerusakan,” ungkapnya di hadapan ratusan massanya yang kemudian membubarkan diri.

Sementara itu, Kapolres Empat Lawang, AKBP Agus Setyawan menegaskan, akan mengusut tuntas kasus pengerusakan ini. Dia berjanji, bilamana sudah terbukti didukung dengan saksi dan bukti, kepolisian akan menahan pelaku anarkis ini.

“Sekarang masih dalam pemeriksaan saksi-saksi dan mengumpulkan alat dan barang bukti. Saya janji malam ini juga akan melakukan penahanan bila sudah cukup bukti,” ungkapnya, Minggu (18/2/2018).

Dalam insiden ini, tidak ada korban jiwa hanya saja calon bupati nomor urut dua terkena lemparan benda keras   pada saat kericuhan terjadi.

Dia mengaku, saat ini satu provokator dalam kericuhan ini telah diserahkan ke pihak kepolisian untuk dimintai keterangan.  "AKBP Agus Setyawan saat dikonfirmasi wartawan, Senin (19/2/2018).

Dirinya berharap kedepan kejadian ini tidak terjadi kembali. "Kami  akan selalu berupaya menjaga kondisi. Namun, kami juga minta agar kejadian ini tidak terulang kembali kedepanya dan tidak diperbesar lagi  sehingga tidak terulang lagi."Tandasnya. (Red)


"HEBOH! KLIK BACA JUGA DIBAWAH INI:
loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam dan Terpercaya.

loading...
Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
Loading...