Loading...

Rabu, 07 Februari 2018

loading...

Sekjen PDI-P Hasto: Kader Jadi Anggota Partai Lain Saja Saya Pecat, Apalagi PKI !!!

    Rabu, Februari 07, 2018   No comments

Loading...
 Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto saat bersaksi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (7/2/2018).

JAKARTA, SriwijayaAktual.com - Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan partainya tidak memiliki kaitan apapun dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) yang sudah dilarang, atau ajaran komunisme. Oleh karenanya, menurut Hasto, sangat tidak mungkin kader PDI-P yang menjadi kader PKI.
Hal itu disampaikan Hasto saat bersaksi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (7/2/2018). Hasto memberikan keterangan untuk Alfian Tanjung, yang menjadi terdakwa kasus dugaan penghinaan/pencemaran nama baik lewat media sosial. Lewat akun Twitternya, Alfian pernah mencuit ‘PDIP 85% isinya kader PKI’.
“Di dalam AD/ART partai kami, kader yang memiliki keanggotaan partai lain saja dipecat, apalagi anggota PKI,” kilah Hasto.
Hasto mengatakan, cuitan Alfian tersebut berdampak sangat luas dan negatif terhadap PDI-P. Salah satunya terkait pemenangan Pilkada Banten 2017. Tidak hanya soal pilkada, papar Hasto, para kader partai juga banyak mendapat pertanyaan terkait cuitan Alfian tersebut.
“Sebagai gambaran dalam struktur DPP PDI Perjuangan ada 4 orang kader KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam), yakni adalah Pak Idham Samawi, Pak Hamka Haq, Pak M. Prakosa dan Pak Rokhmin Dahuri. Bahkan Ketua Bidang Ideologi DPP PDI Perjuangan dipegang oleh Idham Samawi yang merupakan alumnus Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta. Beliau (Idham Samawi) pun dipertanyakan,” kilahnya pula.
Oleh karenanya, tegas Hasto, cuitan Alfian Tanujung yang menuding bahwa ‘PDI-P 85% isinya kader PKI’ adalah fitnah yang keji, merugikan nama baik PDI-P dan menyakiti hati kader-kader PDI-P khususnya yang bergama Islam. “Lebih dari 92 persen kader PDI Perjuangan beragama Islam,” kata Hasto.
Lebih jauh, Hasto mengatakan, pihaknya sudah melakukan sedikitnya 9 pelaporan sejenis terhadap hal seperti yang dilakukan Alfian. Semua itu, tegas Hasto, semata-mata dilakukan karena PDI-P sangat menghormati hukum. “Bahkan ketika kantor kami diserang pada 27 Juli 1996 kami tetap bertindak di jalur hukum. Ibu Megawati selalu mengajarkan kami untuk selalu taat pada hukum,” tegas Hasto.
Dalam seluruh kesaksiannya, Hasto tampak tenang. Dia didampingi Ketua Fraksi PDIP MPR Ahmad Basarah, Habib Abdul Aziz Al Katiri dari Semarang dan Pengurus Pusat Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi). [AK]

loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam Terpercaya.

loading...
Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
Loading...