Loading...

Selasa, 06 Februari 2018

loading...

Serbuk Rahasia Penguat++ Lelaki, Mau?...ini

    Selasa, Februari 06, 2018   No comments

Gambar: Sajian minuman jamu di Warung Jamu Suwe Ora Jamu, Komunitas Salihara, Jakarta Selatan, pada pertengahan Januari lalu. | © Wisnu Agung Prasetyo /Beritagar.id


JAKARTA, SriwijayaAktual.com - Konsep warung jamu ini sebenarnya mirip bar. Meja panjang berbentuk huruf U beserta kursinya mengelilingi tempat pramusaji meracik minuman.

"Keluhannya apa?" begitu bunyi kalimat pembuka yang lazim disampaikan kepada para tamu. Setelah berdiskusi sedikit, pramusaji akan memberikan selembar menu panjang.

Isi kertas terbagi empat itu daftar 69 racikan jamu dan khasiatnya. Kalau bingung harus memilih yang mana, tamu bisa langsung bertanya dan minta saran kepada pramusaji.

Pembeli yang sudah sreg dengan pilihannya kelak menyaksikan gerak rutin di balik meja. Pramusaji mengambil gelas kaca, berjalan ke arah stoples yang sudah dinomori, membuka tutupnya, mengambil bubuk jamu, lalu menyeduh dengan air panas.

Segelas jamu kemudian tersaji bersama air jahe panas sebagai penawar rasa pahit.

Pemilik warung jamu yang kita bicarakan adalah Romuli. Dia orang yang paling dinanti para tamu. Tak setiap hari dia muncul di sana. Pada Selasa (23/01/2018), pria itu hadir menemui tamu-tamunya, pun meladeni sesi wawancara dengan kami pada pukul setengah tujuh malam.

Sikapnya ramah dan terbuka menerima siapa saja. Itu magnet di meja bar Bukti Mentjos, Jalan Salemba Tengah Nomor 54, Paseban, Senen, Jakarta Pusat. Dia melemparkan tanya yang serupa kata-kata pramusajinya: "Keluhannya apa?"

Jawaban terlontar dari kursi pelanggan rupa-rupa. Sakit gigi, pusing kepala, batuk baru beberapa di antaranya. "Sejak kapan sakitnya, Pak?" begitu pertanyaan lanjutan Romuli. Kemarin, jawab tamunya.

Romuli langsung menunjuk nomor 29, jamu Sekalor (Tujuh Keliling), dan nomor 25, Jamu Sariawan Mulut. "Bagus untuk mengobati sakit kepala dan gigi," katanya.

Dengan cekatan tangan kanannya yang sedari awal memegang spatula berkepala ganda dari baja nirkarat mengambil bubuk jamu dari stoples-stoples bernomor. Tangan kirinya memegang gelas kaca.

"Mau campuran manis atau pahit?" tanya Romuli. Manis, jawab bapak yang duduk di hadapannya. Romuli lalu menambahkan dua kali bubuk jamu dari stoples yang sama.

Ia serahkan gelas itu ke pramusaji di dekatnya untuk diseduh. Siklus lantas berulang: jamu terhidang beriring wedang jahe.

Sebagai pelengkap, hadir sepiring potongan kencur berukuran sekuku. "Kalau kencur dikunyah halus bercampur dengan ludah, ia bisa menjadi antibiotik alami untuk tenggorokan. Batuk, sakit tenggorokan, amandel, dan gusi bengkak obatnya kencur," kata Romuli.

Sejurus kemudian, di atas kursi beroda, Romuli bergerak lagi ke "pasien" lain di sebelah kirinya. "Keluhannya apa, Pak?" tanyanya. Tamu itu mengatakan, pusing dan meriang.

Tangan Romuli langsung bergerak meracik jamu yang terseduh pahit itu. "Nanti malam coba tidur sejam lebih awal. Ada bedanya atau enggak?" katanya.

Ia juga menganjurkan tamunya itu mengurangi nasi, gula, tepung, dan garam. "Kita kontrol di empat hal ini saja," ujar Romuli. "Jangan lupa yang wanita harus minum dua liter air putih setiap hari dan yang pria 2,5 liter air putih setiap hari."

Semua tamu mengangguk-angguk mendengar petuah Romuli. Senyum selalu mengembang di muka Romuli saat melayani pelanggan, seolah tak ada jarak di antara mereka.
Suasana di warung jamu Bukti Mentjos, Jalan Salemba Tengah Nomor 54, Paseban, Senen, Jakarta Pusat, pada Selasa (23/01/2018).

Demikian suasana kedai yang sudah berdiri sejak 1950-an tersebut. Kian malam, suasana kian ramai. Nur, 68 tahun, datang ke kedai itu untuk mengobati asam uratnya. "Saya sudah bertahun-tahun langganan di sini," katanya.

Di saat Romuli sedang asyik meracik jamu, kami tanyakan apakah ada ramuan untuk vitalitas pria. "Ada. Nomor 15, Satria Ginseng," ujar Romuli.

Si nomor 15 mengandung berbagai rempah, telur, madu, dan ginseng. Yang utama, ia mengatakan, adalah ramuan jamunya. Telor, madu, dan ginseng hanya pelengkap. "Tanpa pelengkapnya pun sudah berkhasiat," katanya.

Romuli sebelumnya sempat memakai arak sebagai pengganti ginseng. Tapi, karena banyak larangan minuman beralkohol, ia menggantinya dengan tumbuhan akar-akaran.

Namun, ia tak mau menyebut bahan-bahan pada ramuan itu secara terperinci. Ia cuma sempat menyinggung pasak bumi sebagai satu campurannya. "Itu rahasia dapur. Semua saya racik sendiri," ujar Romuli sambil tertawa. Kami pun ikut tertawa.

Di bagian atas warung itu terpampang 16 jenis rempah-rempah yang dipergunakan di Bukti Mentjos. Bolehlah di sini disebut sebagian: kayu manis, jahe, temu lawak, jintan hitam, adas, kunyit putih, cengkeh, kumis kucing, kencur.

Romuli mengaku kerap memakai rempah-rempah tersebut dalam meracik jamu. Semua ia olah menjadi bubuk halus. "Tidak boleh sehalus bedak atau sekasar tepung. Harus seperti ini supaya khasiatnya tetap ada dan ampasnya tidak mengganggu tenggorokan," katanya sambil menyerahkan sesendok kecil bubuk jamu ke tangan saya.

Aroma khas jamu memang langsung meruap dari bubuk itu. Wangi rempah-rempah. Saat menggosok-gosokkan bubuk jamu itu di kedua tangan, teksturnya halus sekali. Tidak lengket. Warna kuningnya menempel di telapak tangan.

Ia tak bisa memastikan seberapa efektif jamunya ini dapat membuat vitalitas laki-laki meningkat. Menurut Romuli, jamu bersifat personal. Reaksinya berbeda untuk setiap orang. Keampuhannya tidak terikat pada hitungan menit, tapi hari per hari.

"Ada tamu yang mengatakan ke saya setelah minum ini secara rutin akhirnya punya anak," katanya. "Tapi saya tidak bisa memastikan. Jamu sifatnya alami, tidak memaksa."
Jamu dan minuman yang tersedia di Suwe Ora Jamu, Komplek Komunitas Salihara, Pasar Minggu, Jakarta Selatan (kiri dan kanan atas). Pemilik Suwe Ora Jamu, Nova Dewi, berpose untuk Beritagar.id pada pertengahan Januari lalu (kanan bawah).

Suasana lain diberikan Suwe Ora Jamu ketika kami mengunjungi salah satu cabangnya di kompleks Komunitas Salihara, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Kedai ini lebih mirip restoran dengan kelompok kursi dan meja yang tertata apik.

Pengunjung yang datang kebanyakan berusia 20 tahunan. "Kami memang membawa jamu ke arah lifestyle (gaya hidup) untuk produk yang siap minum," kata pemilik kedai itu, Nova Dewi.

Pilihan jamu di menunya pun cenderung menjawab keluhan kesehatan umum seperti batuk, pegal linu, sakit perut, dan masuk angin. Tapi, Nova tak menutup keinginan pelanggan yang mau merasakan racikan jamu penambah vitalitas.

"Biasanya tak langsung memesan. Ngobrol dulu sama saya di pojok atau via telepon," katanya.

Nova tak sembarangan memberikan jamu dimaksud. Ia harus tahu dulu gaya hidup calon 'pasien' termasuk golongan darah, tekanan darah, kadar gula, dan riwayat kesehatannya.

Tak jarang Nova meminta pelanggannya untuk cek kesehatan ke dokter terlebih dulu sebelum meminum jamunya. "Jamu harus didukung dengan data medis yang akurat," katanya.

Kalau semua kondisi medisnya mendukung, Nova baru memberikan paket ramuan vitalitas. Ia mengaku ada rempah-rempah khusus untuk membuat jamu tersebut. Sama seperti Romuli, ramuan ini pun rahasia. Memang, setiap peracik jamu, baik perorangan maupun perusahaan, tak pernah mau membuka rahasia dapur.

Saat kami tanya beberapa bahan penambah vitalitas, seperti purwaceng, pasak bumi, sanrego, dan akway, Nova mengatakan ada jamu yang memakai bahan-bahan tersebut. Tapi ia tak mencampur semua menjadi satu racikan.

Biasanya Nova mulai dari akar-akaran, seperti purwaceng atau pasak bumi. Kalau dalam seminggu pasien merasa cocok, maka Nova mengganti bahan pendamping dengan sanrego atau akway. Tanaman tersebut ada yang dibeli dari Pasar Mayestik, Jakarta Selatan. Tapi, ada juga yang didapatkan dari seorang pemasok di Tangerang.

Ia sempat menunjukkan purwaceng yang telah dicuci bersih dan dikeringkan kepada kami dalam sebuah mangkuk. Warnanya kehitaman. Selain itu ada pula pasak bumi dan sanrego yang juga telah dipotong kecil-kecil. "Dua bahan ini harus disikat satu per satu supaya bersih dan bebas lumut," katanya.

Tapi aturan pemakaian tanaman itu pun tak baku. Kadang ia tak memakai campuran bahan-bahan itu. Cukup dengan rempah-rempah saja.

Nah, minum jamu tanpa perubahan gaya hidup, menurutnya, akan percuma. "Kalau mau sehat saja tidak bisa dari satu elemen, harus keseluruhan," katanya.

Fungsi jamu sebenarnya membantu organ-organ tubuh agar bekerja dengan baik. Tapi, semuanya hanya bisa ditunjang dengan pola makan yang baik, tidur teratur, dan berolahraga rutin.
Pelanggan yang memesan jamu vitalitas, kata Nova, bukan dari Jakarta saja. Dari luar kota bahkan mancanegara, seperti Malaysia, pun memesan dari Suwe Ora Jamu. Paket-paket yang Nova berikan bukan semata untuk suami dan istrinya, tapi juga pasangan yang mau menikah.
"Kalau untuk perempuan biasa minum jamu untuk menguatkan otot (vagina)," katanya.

Soal keampuhan jamu vitalitas buatannya, Nova pun tak bisa memastikan. Semua memakan waktu paling tidak sebulan. "Minum jamu itu proses. Hal ini berbeda dengan pil atau obat kuat yang efeknya langsung," ujar Nova. [beritagar]


loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam Terpercaya.

Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
loading...