Loading...

Sabtu, 31 Maret 2018

loading...

AWAS!!, Wangiri, Penipuan Bermodus Missed Call Misterius dari Luar Negeri

    Sabtu, Maret 31, 2018   No comments

Loading...
SriwijayaAktual.com - Missed call misterius dari nomor internasional bukan hanya dialami sejumlah warga di Indonesia, tapi juga di dunia. Fenomena yang sudah beberapa kali terjadi ini dinamakan Wangiri. 


Seperti dilansir Global News, sejumlah warga Kanada pada Februari 2018 lalu melaporkan missed call dari nomor misterius. Nomor telepon itu memakai kode dari negara Albania, Macedonia hingga Seychelles. 

Seorang warga Kanada bernama Ebun Adewole menerima missed call misterius itu pada pukul 02.00 dan sempat mengira itu berasal dari kerabat di luar negeri. Sejak saat itu, dia kerap mendapat missed call serupa dari macam-macam negara. 


Calgary Better Business Bureau (BBB) menyebut fenomena itu adalah penipuan bernama Wangiri. Wangiri adalah kata dalam Bahasa Jepang yang berarti 'sekali dering dan tutup'.  


Seperti dilansir abc.net.au, sejumlah warga Australia ternyata mengeluhkan hal yang sama pada Februari 2018, panggilan telepon misterius dari nomor internasional yang berujung missed call. Saat itu, warga Australia melapor dapat missed call dari nomor Papua Nugini, Kongo, Slovenia, hingga Belgia. 

"Ini adalah penipuan telepon premium. Mereka menelepon Anda, membiarkan telepin berdering 1 kali dan mematikannya. Mereka melakukan itu berulang kali agar Anda menelepon balik," kata Komisi Kompetisi Usaha dan Konsumen Australia, Delia Rickard seperti dilansir dari ABC. 

Jika 'korban' menelepon balik, maka tagihan telepon akan membengkak. Tagihan itu sebagian besar akan masuk ke kantong penipu yang menelepon tersebut. 

Seorang bocah berusia 10 tahun di Brisbane, Australia pernah jadi korban. Bocah bernama Leo Carrington itu dibombardir missed call dari kode telepon Pulau Ascension yang ada di Afrika. 

Orangtuanya yang curiga lalu menelepon balik nomor tersebut. Telepon kemudian diangkat oleh seorang perempuan yang tidak berbahasa Inggris dan tidak menjawab teleponnya. 

Regulator di Kongo sendiri sudah pernah mengeluarkan peringatan terkait Wangiri. Seperti dilansir africanews, Badan Komunikasi Elektronik dan Perwakilan Pos (ARPCE) di Republik Kongo telah mencatat peningkatan penipuan yang melibatkan panggilan tidak terjawab di negara tersebut pada Februari 2018. 

"Selama beberapa bulan terakhir, bentuk penipuan telepon telah merajalela di Kongo yaitu Wangiri, juga dikenal sebagai penipuan panggilan tidak terjawab," demikian keterangan dari ARPCE. 

ARPCE menyebut para penipu biasanya mendapat nomor telepon korban dari informasi yang diberikan korban saat sign up untuk aplikasi atau kontes secara online. 

Penipuan dengan modus ini pernah beberapa kali terjadi di Indonesia. Yang terbaru, sejumlah warga mendapat missed call dari nomor Kongo hingga Madagaskar sejak kemarin sampai hari ini. (imk/rna/dtk)

"HEBOH! KLIK BACA JUGA DIBAWAH INI:
loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam dan Terpercaya.

loading...
Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
Loading...