Loading...

Jumat, 06 April 2018

loading...

Media Rusia sebut Ketua DPP PSI Tsamara Amany Politikus Dangkal Wawasan dan Perlu Banyak Belajar lagi

    Jumat, April 06, 2018   No comments

Loading...

JAKARTA, SriwijayaAktual.com - Pertengkaran Fadli Zon dengan politikus PSI, Tsamara Amany terus berlanjut. Terbaru, perseteruan sudah menyentuh sosok Presiden Rusia Vladimir Putin.

Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tsamara Amany baru-baru ini membuat video testimoni soal Rusia sambil kembali mengajak Fadli berdebat.

Tsamara menjelaskan pandangannya soal Putin lewat unggahan video di Twitter. Dalam video berdurasi 45 detik itu, Tsamara menjelaskan bahwa Putin bukanlah contoh pemimpin yang baik. Ia menganggap, Putin sangat tidak demokratis dan membiarkan korupsi.


"Putin bukan contoh pemimpin yang baik. Yang membungkam oposisi dan pers di Rusia sana. Di Rusia tidak ada kebebasan beraspirasi seperti di Indonesia. Bahkan di sana, praktik-praktik korupsi dibiarkan begitu saja. Kalau kita lihat dari segi indeks persepsi korupsi, Indonesia jauh di atas Rusia. Nah, kalau sudah begitu, yakin orang seperti itu mau dijadikan standard kepemimpinan? Kalau saya, tidak mau ada pemimpin seperti itu di Indonesia! Kalau kamu? Jadi kita tahu kan, kenapa fadli zon nggak berani debat dengan Tsamara," kata Tsamara dalam video itu.

Namun, argumennya di video tersebut mendapat bantahan keras dari akun Twitter milik media Rusia yang ada di Indonesia, @RBTHIndonesia. Di awal sanggahannya, RBTH mengatakan ada kesalahpahaman soal pengetahuan Tsamara tentang Putin dan mereka sangat menyayangkan hal tersebut.

RBTH, juga mencoba mengklarifikasi bahwa mereka tidak membela siapapun, baik Putin maupun Fadli Zon. Argumen Tsamara, soal tidak adanya kebebasan pers di Rusia, dibantah keras. 


Lebih lanjut, RBTH mengatakan, bahwa hubungan Rusia dan Indonesia berjalan baik-baik saja. Bagi RBTH, mungkin Tsamara bisa tidak sepakat dengan Fadli Zon, namun menurut mereka video ini menunjukan Tsamara sebagai politikus yang belum dewasa serta dangkal wawasan.

RBTH juga menyayangkan argumen Tsamara, soal korupsi yang ada di Rusia. Meski RBTH membenarkan soal maraknya korupsi dan peringkat negaranya yang ada di bawah Indonesia. Namun mereka membantah jika Tsamara mengatakan Rusia tidak mengambil tindakan apapun.


Mengakhiri tanggapan video dari Tsamara, RBTH menyarankan Tsamara untuk belajar lebih banyak lagi soal Rusia. Agar Tsamara bisa lebih bijak lagi, jika suatu saat ia ingin berkomentar soal Rusia.

Hingga kini, video berdurasi 45 detik itu telah ditonton lebih dari 25 ribu orang dan disukai oleh 497 orang. Selain itu, video Tsamar ini telah di-retweet sebanyak 378 kali dan dikomentari oleh 181 orang. [kumparan] 
loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam dan Terpercaya.

loading...
Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
Loading...