Loading...

Sabtu, 07 April 2018

loading...

Pengakuan Pramugari Bocorkan Soal Tarif dan Kode Ajakan "Tidur Bareng' Layanan Birahi di Pesawat,

    Sabtu, April 07, 2018   No comments

Loading...
Ilustrasi

SriwijayaAktual.com - Pramugari itu identik dengan wanita seksi, cantik dan menawan.
Mereka kerap kali berpenampilan seksi sehingga membuat banyak penumpang betah dan merasa nyaman berada dalam pesawat. 
Namun, ada cerita lain di balik keanggunan para pramugari ini saat menjalani tugasnya sebagai pelayan penumpang di pesawat.
Ada kisah yang menguak sisi lain pramugari dalam pesawat.
Praktek pramugari menyediakan pelayanan plus-plus sepertinya bukan mitos belaka.
Sebuah artikel yang diterbitkan media Jepang, Shukan Post, membahas soal praktik ini.
Artikel ini diterjemahkan dan ditulis ulang oleh The Daily Mail.
Dalam wawancara itu, seorang pramugari maskapai di Jepang menyebut, gaji yang rendah telah membuat pramugari-pramugari di Jepang mengambil kerja sampingan sebagai pemuas nafsu pilot.
Berdasarkan pengakuan pramugari itu, mereka bisa meraup Rp 5,6 juta dan Rp 8,4 juta untuk waktu 90 menit pelayanan.
Mereka yang berusia di bawah 30 tahun bisa memasang tarif paling tinggi.
Bahkan untuk melakukan hal itu para pramugari dibantu oleh seorang mucikari wanita.
Nah, ternyata ada kode sendiri dari pilot untuk pramugari yang dipilihnya.
"Pilot biasanya memberi kode dengan tangannya jika dia tertarik bercinta dengan seorang pramugari," kata seorang awak pesawat.
Pelacuran sebagai usaha sampingan pramugari ini rupanya sudah menjadi bagian dari sejumlah maskapai penerbangan di Jepang.
Mereka terpaksa melakukannya karena gaji mereka dipotong perusahaan tempat mereka bekerja.
Menurut Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan, gaji pramugari terus merosot secara signifikan.
Gaji pramugari Jepang pada 2004 berkisar Rp 522 juta setahun.
Pada 2013 terjadi penurunan hingga menjadi Rp 410 juta setahun.
Padahal di Jepang, menjadi pramugari adalah profesi impian banyak kaum hawa.
Puluhan ribu perempuan Jepang mendaftar jadi pramugari di sejumlah maskapai besar.
Dari pengakuan seorang pramugari Jepang berumur 30 tahun, praktek terselubung itu sudah ada beberapa tahun, bahkan sebelum ia bekerja tahun 2007. 
Birahi Penumpang
Lain di Jepang, lain pula kasus yang dialami pramugari-pramugari ini.
Seorang pramugari mampu meraup 650ribu poundsterling atau Rp14 miliar dari melayani hubungan seks bagi penumpang pesawat.
Upah fantastis itu diraup selama 2 tahun dengan melakukan layanan plus-plus ke penumpang.
Aktivitas bercinta ini biasa dilakukan di dalam toilet pesawat.
Kegiatan terlarang perempuan kru pesawat itu berlangsung tanpa diketahui kru lain.
Hingga akhirnya dia tertangkap basah usai berhubungan seks di toilet.
Akhirnya, sang pramugari itu dipecat.
Tidak disebutkan pasti nama maskapai penerbangan tersebut.
Namun dilaporkan dia adalah pramugari maskapai di Timur Tengah.
Pramugari tersebut sudah dipecat dan dideportasi seperti dikutip Grid.ID dari Tribunnews.
Seorang sumber kepada media Arab Saudi, Sada, mengungkapkan:
"Pramugari itu mengakui telah berhubungan seks dengan banyak penumpang selama penerbangan. Dia lebih suka penerbangan jarak jauh antara Negara-negara Teluk dengan Amerika Serikat."
Seorang sumber maskapai mengatakan, perempuan tersebut menetapkan tarif bercinta 1.500 pound atau Rp32 juta untuk sekali berhubungan.
Anehnya, ada saja penumpang yang rela membayar tarif sebesar itu.
Kasus serupa juga pernah terjadi pada sebuah maskapai di Tiongkok.
Dikutip dari Oriental Sunday, seorang pramugari bernama Liu Riu Qi juga sempat menggegerkan netizen saat foto-fotonya meng-oral seorang penumpang beredar.
Kasus in bahkan sempat membuat masyarakat setempat ingin memboikot maskapai tempatnya bekerja karena dianggap lalai menangani kasus ini. (*)

"HEBOH! KLIK BACA JUGA DIBAWAH INI:
loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam dan Terpercaya.

loading...
Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
Loading...