Loading...

Senin, 16 April 2018

loading...

Terkait Ucapan Amien Rais "PARTAI ALLAH & PARTAI SETAN", Yusril: Fahami Dulu Konteksnya & Jangan Dikit-dikit Pasal 28 UU ITE

    Senin, April 16, 2018   No comments

Loading...
Yusril Ihza Mahendra. [dok]

JAKARTA, SriwijayaAktual.com - Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra menilai, polemik pernyataan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais terkait partai setan dan partai Allah tak perlu dianggap serius. Pernyataan soal dikotomi partai setan dan partai Allah yang Amien Rais ucapkan tidak secara spesifik menyebutkan nama partai tertentu.

"Kalau saya, tidak perlu dianggap terlalu serius soal istilah yang digunakan itu dan tidak spesifik menyebutkan partai-partai tertentu, kan. Jadi hanya polemik klasifikasi pada partai yang menurut keyakinan beliau masih berada di jalan kebenaran," kata Yusril di Kantor Bareskrim Polri di gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (16/4/2018).

Menurutnya, partai setan yang dimaksud Amien Rais ialah partai yang mendukung rezim pemerintah dan membawa begitu banyak persoalan bagi bangsa dan negara Indonesia seperti mulai kekhawatiran kehilangan kemandirian sebagai sebuah bangsa, terperangkap pada dominasi asing, khususnya Cina, utang luar negeri, masalah tenaga kerja, dan masalah kemunduran dari segi ekonomi.
"Seperti misalnya masalah runtuhnya bisnis menengah dan ke bawah," ujarnya.

Dirinya pun menerangkan, apa yang disampaikan oleh Amien Rais saat itu merupakan jargon politik. Jika memang ada pihak yang merasa keberatan terkait ucapan Amien Rais, dirinya menyarankan agar menggunakan hak jawab terlebih dahulu.

"Jadi harus dilihat kalau ini konteksnya adalah jargon-jargon politik, bisa aja seperti itu. Menurut saya sih sebenernya gunakan hak jawab lebih dulu. Misalnya membantah omongan pak Amien. Kami ini bukan setan loh, kalau yang merasa seperti itu. Jadi masalahnya selesai," terangnya.

"Jangan apa-apa dikit-dikit Pasal 28 UU ITE. Lama-lama pasal 28 ini menggantikan UU Subversi. Ya saya kira di era demokrasi seperti ini kita harus melihat masalah dengan jernih. Itu lebih baik," sambungnya.

Selain itu, dirinya ingin agar polisi harus melakukan penyelidikan terlebih dahulu soal kasus Amien Rais. Apakah ucapan Amien Rais masuk dalam kategori pelanggaran UU ITE apa tidak atau bagaimana polisi menyikapi hal tersebut.

"Yang paling penting harus menjadi kesadaran semua pihak, di manapun di dunia ini fungsi hukum pidana itu untuk multipremeju. Yaitu merupakan pilihan terakhir apabila cara-cara lain dan hukum lain tidak efektif. Jangan apa-apa sedikit-sedikit dah UU ITE. Lama-lama UU itu jadi hak yang menakutkan, padahal kan tujuannya bukan seperti itu. UU ite ini harus dipahami konteksnya dalam informasi dan transaksi elektronik," tandasnya.

Sebelumnya, Amien Rais membedakan Partai Allah dan Partai Setan saat tausiyah usai mengikuti Gerakan Indonesia Salat Subuh Berjemaah di Masjid Baiturrahim, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat, (13/4) lalu. Akibat hal itu, Amien dilaporkan ke polisi. [rnd/mrdk]
"HEBOH! KLIK BACA JUGA DIBAWAH INI:
loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam dan Terpercaya.

loading...
Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
Loading...