Loading...

Sabtu, 21 April 2018

loading...

Warga ini sebut "Infrastruktur Pesat tetapi Kami Makin Terjerat"

    Sabtu, April 21, 2018   No comments

Loading...

BANTEN, SriwijayaAktual.com - Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali mendengar curhatan rakyat dalam lawatan Tour de Banten, Jumat (20/4/2018). Ribuan masyarakat yang menghadiri Ririungan Sareung Bapak SBY di Warunggunung, Lebak, mengeluhkan kesulitan ekonomi yang mereka hadapi saat ini.
“Sekarang ini, jangankan cari duit, menemukan lapangan kerja saja susah. Kami tak pikirkan daging dan keju, karena tak biasa juga memakannya. Tapi kamu hanya butuh beras yang harganya sudah kian mahal,” kata Hafidhuddin.
Menurut dia, masyarakat golongan ekonomi lemah semakin merasakan beratnya beban kebutuhan hidup sehari-hari. Harga-harga kebutuhan pokok melambung tinggi, sementara subsidi listrik dan bahan bakar minyak (BBM) kian berkurang.
“Sebagai contoh, dulu yang namanya garam itu tak berharga. Tapi kini kita merasa harganya mahal. Rakyat kecil sekarang menjerit, menderita, dan sengsara. Ini penderitaan yang luar biasa,” ungkap Hafidhuddin.
Ia mengatakan, pemerintah sekarang lebih fokus membangun infrastruktur untuk meningkatkan kemajuan. “Namun, apa gunanya pembangunan pesat, sementara kami semakin terjerat,” imbuhnya.
Menanggapi hal tersebut, SBY mengaku, keluhan seperti itu bukan hal yang baru ia dengar. Selama lawatannya di Jawa Barat, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan terakhir di Jawa Tengah, masyarakat berulang kali mengeluhkan persoalan yang sama.
“Kita mesti sadari, ekonomi kita saat ini tumbuh dengan lambat. Dulu di era saya, ekonomi kita tumbuh di atas enam persen. Sedangkan sekarang hanya lima persen. Akibatnya memang daya beli menurun, pendapatan berkurang, lapangan kerja menipis. Ini yang membuat kehidupan rakyat kecil menjadi sulit,” terangnya.
Untuk mengatasi hal itu, kata SBY, satu-satunya cara adalah pemerintah harus meningkatkan kembali pertumbuhan ekonomi. Setidaknya ke level yang sama dengan capaian pemerintah terdahulu.
“Dengan peningkatan itu, maka penghasilan orang-seorang, baik itu petani, nelayan, buruh, maupun pegawai negeri, TNI dan Polri juga akan bertambah. Jika pendapatan sudah lebih banyak, maka daya beli akan meningkat, sehingga walau BBM sudah telanjur mahal, rakyat tidak akan kesulitan membelinya,” paparnya.
Satu lagi pesan SBY kepada pemerintah adalah jangan tergesa-gesa mencabut subsidi. Rakyat golongan ekonomi bawah masih memerlukan bantuan. Menurut dia, membantu rakyat yang sedang susah, hukumnya wajib.
“Harapan saya, tolong subsidi jangan dihentikan. Subsidi itu bantuan kepada rakyat. Nanti jika ekonomi mereka sudah meningkat, rakyat sudah makmur, barangkali subsidi itu bisa dikurangi secara bertahap. Tapi untuk saat ini saya mohon jangan dicabut dulu,” pinta SBY. [politiktoday] 

"HEBOH! KLIK BACA JUGA DIBAWAH INI:
loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam dan Terpercaya.

loading...
Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
Loading...