Loading...

Rabu, 30 Mei 2018

loading...

Kisah Seorang Ibu Janda, Pedagang Keliling yang Sukses Kuliahkan Tiga Anak

    Rabu, Mei 30, 2018   No comments

Loading...
Wahyuni menjajakan jajanan pasar dengan mengayuh sepeda lusuhnya. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

KLATEN-JATENG, SriwijayaAktual.com - MENJADI seorang single parent tidak membuat Tri Wahyuni menyerah dengan keadaan. Perempuan 47 tahun ini pun rela banting tulang demi memuluskan pendidikan anak-anaknya. Kini, ketiga anaknya berhasil menggapai cita-citanya.
Terik panas matahari yang begitu menyengat di kulit. Namun itu tidak menghentikan aktivitas Tri Wahyuni yang sedang membereskan kotak dagangannya yang diikatkan di belakang sepedanya.
Memang siang itu dagangannya sudah ludes dibeli oleh para pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Klaten untuk persiapan berbuka sore harinya. Sirat kebahagiaan pun terlihat dari wajahnya tatkala dagangannya sudah ludes diborong. Meski tidak bisa disembunyikan juga ada gurat kelelahan.
Maklum, jarak yang ditempuh Wahyuni mengayuh sepeda cukup lumayan jauh. Berjarak sekitar 5 kilometer. Sehingga ketika dihitung bolak-balik, maka setiap harinya ibu tiga anak ini mengayuh sepeda sejauh 10 km. Hal itu juga yang dilakoninya selama memasuki Ramadan ini. Dia tidak ada mengubah ritme kerjanya. Dan tetap menjalankan ibadah puasa.
“Biasanya setiap pagi saya mengayuh sepeda dulu dari rumah ke Pasar Induk Klaten untuk mengambil barang dagangan. Sehabis itu keliling ke kantor-kantor pemerintahan untuk menawarkan dagangan saya,” jelas Wahyuni.
Profesi yang dijalani dengan menjajakan berbagai jenis makanan itu sudah dia lakukan selama 18 tahun. Sejak dirinya ditinggal sang suami, Wahyuni harus membesarkan ketiga anaknya dan membiayai sekolah mereka seorang diri.
“Anak-anak malah tidak malu jika ibunya pekerja seperti ini. Malahan mereka mendukung saya untuk tetap menjalani profesi ini. Termasuk selama Ramadan ini diminta untuk tetap menjalankan puasa,” jelasnya.
Usaha kerja kerasnya telah mampu mengantarkan ketiga anak perempuannya bekerja di bidang masing-masing. Anak pertamanya berprofesi sebagai perawat di salah satu rumah sakit di Klaten. Kemudian anak keduanya menjadi tenaga pengajar di salah satu SLB di Klaten. Dan anak bungsunya kini kuliah di Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta (UNS) dengan mengambil jurusan pertanian.
Belasan tahun menjalani profesi menjajakan makanan dengan sepeda keranjang yang sudah berkarat tidak membuat dirinya malu. Karena dari profesi inilah dia bisa menghidupi keluarganya dan menghantarkan anak-anaknya hingga kuliah dan masuk dunia kerja.
Perempuan yang setiap harinya menggunakan hijab ini mengaku jika setiap kali keliling mendapatkan pendapatan sebesar Rp 70 ribu. Keuntungan yang didapatkan itu sudah pendapatan bersihnya. Dirinya sangat mensyukuri atas apa yang didapatkan dari profesinya ini.
“Kalau saya yang penting anak-anak bisa sekolah setinggi mungkin dan bisa lebih baik dari saya,” ujarnya. (rs/ren/fer/JPR)

"HEBOH! KLIK BACA JUGA DIBAWAH INI:
loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam dan Terpercaya.

loading...
Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
Loading...