Loading...

Rabu, 23 Mei 2018

loading...

Usai Daftar 200 Penceramah, Sekarang Anak Buah Menteri Agama RI Larang Masjid Gunakan Pengeras Suara

    Rabu, Mei 23, 2018   No comments

Loading...
Ilustrasi

BARITO-KALTENG, SriwijayaAktual.com - Setelah Kementerian Agama membuat kebijakan kontroversial daftar 200 penceramah, kali ini giliran anak buah Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Tak kalah kontroversial, kebijakan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), H. Tuaini Ismail, malah melarang masjid menggunakan pengeras suara.

Dalam kebijakannya, Tuani Tuaini Ismail mengimbau seluruh pengurus masjid untuk tidak menggunakan alat pengeras suara secara berlebihan.

Alasannya, agar tetap mengutamakan ketenangan, kedamaian, kesejukan, dan kerukunan masyarakat.

“Dalam pemakaian atau penggunaan alat pengeras suara agar tidak berlebihan,”
“Terutama pada malam hari seperti Taddarus Al Quran selesai salat tarawih,” kata Tuani seperti dilansir Kalteng Pos (Jawa Pos Group), Rabu (23/5/2018).

Tuaini menambahkan, penggunaan pengeras suara di masjid hanya bisa diarahkan ke dalam masjid, bukan keluar.

Seandainya terpaksa menggunakan pengeras suara keluar, maka volumenya harus dikecilkan atau dikurangi.

Salah satunya adalah penggunaan pengeras suara yang dilarang itu seperti untuk membangunkan masyarakat sahur.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten barito Utara, H Tuaini Ismail

Selain itu, Kemenag Barito Utara juga mengatur soal berjualan makanan dan minuman, aksi demonstrasi, dan penggunaan petasan.

“Semarakkan syiar Ramadan dengan mengisinya berbagai kegiatan amaliah seperti salat tarawih, taddarus Alquran, kuliah subuh, dzikir dan lain-lain,”

“Selain itu menjauhi ucapan, perbuatan dan tingkah laku yang dapat mengurangi pahala puasa,” imbaunya.

Dia meminta masyarakat lebih mengintensifkan atau meningkatkan kualitas ibadah pada sepuluh hari terakhir Ramadan.

Di antarannya juga dapat dengan lebih memberdayakan gerakan zakat, infaq yang disalurkan pada kaum dhuafa atau pihak yang berhak menerimanya.

Berita Terkait: Misi Target Jokowi Dekati Umat Islam malah 'Dirusak' Menteri Agama !

Untuk diketahui, Kemenag sebelumnya membuat daftar 200 penceramah tepercaya.

Namun, kebijakan itu menuai protes dan kecaman serta memunculkan pro-kontra.
Meski sudah menjelaskan bahwa daftar itu bukan merupakan sertifikasi mubaligh dan hanya pendataan, namun tetap tak bisa diterima publik.

Bahkan, tak sedikit pula pihak yang menyebut kebijakan tersebut bisa memecah-belah ummat muslim.
Sebab, dengan daftar 200 penceramah itu, diyakini masih banyak penceramah yang memiliki kualitas jauh lebih baik, malah tidak masuk.  (iil/jpg/JPC/pojoksatu)


"HEBOH! KLIK BACA JUGA DIBAWAH INI:
loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam dan Terpercaya.

loading...
Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
Loading...