Loading...

Senin, 11 Juni 2018

loading...

Ada Indikasi Korupsi Mengerikan!, Yudi Minta KPK Periksa Seluruh Pembangunan Infrastruktur Jokowi

    Senin, Juni 11, 2018   No comments

Loading...
Infrastruktur Jokowi [ist]


SriwijayaAktual.com - Presidium Musyawarah Rakyat Indonesia (PMRI) meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa seluruh proyek infrastruktur yang dikerjakan pemerintahan Jokowi..
Pasalnya, organisasi non pemerintah ini mensinyalir terjadi "korupsi raksasa" alias korupsi dengan skala sangat besar pada proyek-proyek tersebut.
"Jokowi sangat bangga dengan pembangunan proyek infrastrukturnya. Bahkan para relawannya selalu menjadikan proyek infrastruktur Jokowi untuk bahan kampanyenya dimana-mana. Namun jika kita selidiki secara seksama, ternyata ada indikasi penyimpangan dana super besar," ujar Ketua PMRI Yudi Syamhudi Suyuti melalui keterangan tertulisnya, Minggu (10/6/2018).
Ia mengakui, dugaan ini memang perlu diselidiki mendalam, karena PMRI tidak ingin anggaran negara dihabiskan untuk korupsi. Apalagi karena anggaran pembangunan infrastruktur berasal dari utang.
Ia menyebut, dugaan adanya korupsi terindikasi dari adanya kejanggalan pada proyek-proyek itu, terutama dalam masalah harga yang diduga kuat di-mark jp.
Harga dimaksud di antara biaya standar internasional harga per km untuk biaya produksi jalan tol, LRT dan lain-lain yang jauh lebih murah dari biaya yang dikeluarkan pemerintah.
Contohnya ada salah satu proyek yang harga produksinya per kilometer hanya USD 8 Juta (sekitar Rp120an miliar, tetapi anggaran yang dikeluarkan pemerintah mencapai Rp300 miliar per kilometer.
"Kami bersama teman-teman sedang mengamati dan memonitor tentang angka-angka di proyek infrastruktur ini, dan KPK hendaknya juga segera turun tangan karena dana yang digunakan berasal dari utang hang harus dibayar rakyat," tegas Yudi.
Ia menegaskan, jika dugaan ini terbukti, maka Jokowi bisa dianggap melakukan korupsi yang mengerikan.
Seperti diketahui, proyek infrastruktur Jokowi mulai disorot karena menurut catatan Indonesia Police Watch (IPC), sejak Agustus 2017 hingga 17 April 2018 setidaknya sudah ada 16 proyek infrastruktur Jokowi yang ambruk. Mulai dari beton cor yang ambruk, tiang penyanggah yang rubuh hingga girder yang jatuh. 
Ada kecurigaan kalau ambruknya proyek-proyek itu ditengarai akibat pengerjaan yang tidak sesuai bestek, dan ini merupakan indikasi korupsi.
Ketua PMRI Yudi Syamhudi Suyuti [Ist]

Di sisi lain, pada Desember 2017 Indonesia Corruption Watch (IPW) melansir bahwa lebih dari 30% korupsi di era pemerintahan Jokowi, terjadi pada pembangunan infrastruktur.
"Catatan Jokowi, lebih dari 30 persen korupsi terjadi saat pengadaan barang dan jasa. Korupsi menumpuk di pembangunan infrastruktur, lebih dr 30 persen. Kalau Jokowi tidak ada komit yang jelas, cita-citanya untuk infrastruktur yang baik, itu tidak akan ada," kata Wakil Koordinator ICW Ade Irawan di kantor PP Muhammadiyah, Menteng Raya, Jakarta Pusat, Rabu (27/12/2017).
Ia mengakui, Pemerintahan Presiden Jokowi memang memprioritaskan pembangunan infrastruktur, namun karena pengawasan yang lemah, pembangunan ini menjadi rawan dikorupsi. (*/rhm)

"HEBOH! KLIK BACA JUGA DIBAWAH INI:
loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam dan Terpercaya.

loading...
Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
Loading...