Loading...

Senin, 23 Juli 2018

loading...

Apa Kata Pemuda ini? 'Persiapan Asian Games 2018'

    Senin, Juli 23, 2018   No comments

Loading...

PALEMBANG, SriwijayaAktual.com - Sekitar tiga pekan lagi, pelaksanaan event internasional, Asian Games 2018 Jakarta-Palembang yang dimulai atau dilaksanakan pembukaanya yakni pada 18 Agustus 2018. 

"Bagaimana tanggapan atau komentar terkait Perkembangan Persiapan  Pelaksanaan Asian Games 2018 Jakarta-Palembang oleh Pemuda Sumsel, Asian Games 2018 di Kota Palembang? 

Saat Sriwijaya Aktual, Senin (23/7/2018),  meminta tanggapanya kepada Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Palembang M. Razik Ilham, mengatakan secara umum, persiapan fasilitas untuk pelaksanaan Asian Games 2018  belum siap maksimal baik.  Karena masih banyak pembagunan sarana dan prasana yang belum terselesaikan 100 persen,  padahal sebentar lagi Asian Games akan dimulai 18  Agustus 2018, contohnya LRT  dan beberapa venue. Namun mudah-mudahan akan selesai 100 persen sebelum pembukaan Asian Games 2018. 

"Untuk situasi keamanan di Sumsel, Kota Palembang terlihat  belum stabil kondusif, karena baru-baru ini sekitar 2 minggu yang lalu diinformasikan; ada  orang dibegal dikuburan cino Sukawinatan hingga menghilangkan nyawa seseorang, banyaknya Ojek Online  meninggal dan ditemukan seorang teroris di Mariana Kab.Banyuasin. Perlunya  diintesifkan upaya  keamanan dan harus bersifat aktif siaga 24jam serta angsung ditindaklanjuti."Ujarnya Razik.


Sementara saat disinggung terkait jasa transportasi umum, transportasi umum di Palembang, menurutnya Razik,  tidak akan dimanfaatkan sebaikmungkin,  baik Angkutan Kota (Angkot), Bus Kota maupun Ojek Online. Karena pihak peserta Asian Games tentu akan  menggunakan Kereta Cepat LRT. Melihat kondisi Kota Palembang yang sangat padat,  sehingga yang menikmati fasilitas, sarana dan prasarana pada saat ajang Asian Games 2018  bukanlah masyarakat kecil tetapi untuk masyarakat menengah keatas khususnya peserta Asian Games."Katanya.   

"Terkait pemaafaat UMKM lokal di Palembang, perlunya Pemerintah memfasisiltasinya. Selain itu menyayangkan kabarnya isu  masih banyaknya  tenaga kerja dan yang katanya panitia lokal Asian Games  itu juga banyak bukan berasal dari masyarakat Kota Palembang."Ucapnya. 

Untuk Kebakaran Hutan Dan Lahan (Karhutlah) Pemerintah harus antisipasi dan  tegas menyikapi pelaku Karhutlah, serta siap siaga untuk membuat Hujan buatan didaerah Prov.Sumsel yang rawan Karhutlah."Harapnya.  

Sementara itu, terkait adanya perusakan 300 an kursi oleh suporter SFC saat SFC kalah tanding lawan Arema FC pekan lalu dalam turnamen Liga 1 di Stadion Bola Jakabaring Sport City (JSC) yang merupakan sarana venue lomba Asian Games 2018, pelaku harus di tindak tegas siapa pun orangnya.  Kedepan Pemerintah khususnya aparat keamanan harus memperhatikan dan antisipasi secara intensif  terhadap  penonton."Tandasnya Razik. 

Sementara itu, saat diwawancarai secara terpisah, Ketua Serikat Hijau Indonesia (SHI) Sumsel, Dedek Chaniago, mengatakan secara umun sarana fisik atau fasilitas Asian Games 2018 cukup baik. Namun  perlu dimaksimalkan atau dibangun sesuai rencana awal atau sesuai standarnya."Katanya. 

Sementara, terkait jasa transportasi umum, Karena saat pelaksanaan Asian Games 2018 di Kota Palembang sudah ada kereta cepat LRT, sehingga  Angkot, Bus Kota  atau Transportasi Online  tidak juga menjadi primadona atau favorit  pengguna transportasi umum. Oleh sebab itu, perlunya juga pemerintah memanfaatkan transportasi umum lokal di Kota Palembang dalam event Asian Games 2018. Sehingga dapat membawa keberuntungan untuk driver atau sopir transportasi umum lokal masyarakat Kota Palembang."Tuturnya.  

Sementara itu, Perihal Karhutlah, menurut Dedek,  upaya antisipasi pemerintah terhadap Karhutlah cukup serius,  tetapi tidak tepat sasaran. Karena dengan di keluarkannya Pergub, dengan acaman pidana lebih tertuju  ke masyarakat,  bukan kepada koorporasi perkebunan. Yang jelas menjadi biang Karhutlah tahun 2014 - 2015 di Sumsel, titik hotspot banyak di konsensi perusahaan. 

"Perlunya pemerintah serius untuk menjaga lahan jenis tanah gambut,  karena yang banyak menggarap lahan gambut adalah  perusahaan. Jika  tidak mau terjadi Karhutlah  pemerintah harus cabut izin perusahaan yang mengelola gambut,  atau jika tidak mampu mencabut izin perusahaan itu, cukup dengan keluarkan peraturan baru khusus  untuk mejaga gambut itu dengan cara terus basah."Tandasnya Dedek. (Red).  


"HEBOH! KLIK BACA JUGA DIBAWAH INI:
loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam dan Terpercaya.

loading...
Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
Loading...