Loading...

Senin, 13 Agustus 2018

loading...

'Buat Komitmen Dulu, Baru Dilayani Si Cantik', Apaan Sich? Hemmm...

    Senin, Agustus 13, 2018   No comments

Loading...
Ilustrasi

MALANG-JATIM, SriwijayaAktual.com - Buat komitmen dulu,  baru setelahnya akan dilayani oleh Si Cantik. Begitulah yang disampaikan Mursyidah Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Malang. 
Tanpa adanya komitmen,  maka dipastikan Si Cantik tidak bisa melayani permohonan yang akan diajukannya. Si Cantik merupakan kepanjangan dari Aplikasi Cerdas Layanan Perizinan Terpadu untuk Publik. 
Pasalnya, Online Single Submission (OSS) atau sistem perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik, mensyaratkan adanya komitmen dari siapapun yang akan mengajukan permohonan dalam berusaha. 
"Tanpa komitmen yang diisi sesuai dengan identitas pemohon,  maka Si Cantik tidak akan bisa mengolahnya. Tentunya juga tidak bisa masuk OSS," kata Mursyidah Kepala (DPMPTSP) Kabupaten Malang,  Kamis (9/8/2018). 
Pengisian komitmen adalah syarat bagi siapapun yang akan mengurus perizinan. Dari komitmen tersebut,  maka terbit Nomor Induk Berusaha (NIB) yang dikeluarkan oleh lembaga OSS. 
Komitmen berusaha,  bisa berupa kesanggupan pengusaha,  misalnya dalam menyepakati dan menjalankan amdal atau terkait hal lainnya. Saat komitmen telah diisi dan masuk dalam OSS inilah,  nantinya pihak DPMPTSP akan melalukan kontak langsung dengan pemohon. 
Kontak langsung tersebut,  menurut Mursyidah,  dalam upaya melakukan crosscheck komitmen secara fisik yang diisi pemohon.  "Jadi kita cek langsung komitmennya. Nantinya secara teknis kita bisa bersama dinas terkait,  misalnya Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya,  untuk proses perizinan bangunan," ujarnya. 
Jadi,  lanjut Mursyidah,  seluruh perizinan,  nantinya akan satu pintu,  yaitu di DPMPTSP. Sedangkan secara teknisnya,  seperti memastikan komitmen fisik,  baru dinas-dinas terkait yang bergerak bersama dinasnya. 
Hal ini sesuai dengan amanah Peraturan Presiden (Perpres) nomor 91 tahun 2017 tentang percepatan pelaksanaan berusaha serta Surat Edaran (SE) Menteri Dalam Negeri nomor 503 tertanggal 28 Juni 2018. Dimana regulasi tersebut mengamanahkan,  bahwa seluruh perizinan dan non perizinan dilimpahkan kewenangannya ke DPMPTSP. 
DPMPTSP Kabupaten Malang melalui  Si Cantik yang terintegrasi ke OSS di tahun ini melayani 58 perizinan dari 37 perizinan di tahun lalu. Sedangkan untuk perizinan yang belum masuk dalam sistem OSS adalah izin pemakaman,  trayek, izin gangguan (ho) dan izin penggunaan pemanfaatan tanah (ippt). 
"Selain itu ada izin lokasi dan mengenai keprofesian," ujar Mursyidah yang menutup pembicaraan dengan menyampaikan,  "Ingin dilayani Si Cantik,  maka buat dan sepakati dulu komitmen yang ada," pungkasnya.  [malangtimes]


"HEBOH! KLIK BACA JUGA DIBAWAH INI:
loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam dan Terpercaya.

loading...
Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
Loading...