Loading...

Selasa, 21 Agustus 2018

loading...

HEBOH!!! "Timses Jokowi Disebut Ber-IQ 80"

    Selasa, Agustus 21, 2018   No comments

Loading...

Timses Jokowi Disebut Ber-IQ 80, Golkar Peringatkan Mardani

JAKARTA, SriwijayaAktual.com - Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyebut timses Joko Widodo-Ma'ruf Amin ber-IQ 80 secara komunal. Partai Golkar mengingatkan Mardani untuk diam jika tak bisa berbicara yang baik-baik.

"Mardani semestinya ikut etika yang diajarkan agama dalam berbicara, yaitu bicara yang baik atau diam," kata Wasekjen Golkar M Sarmuji kepada wartawan, Selasa (21/8/2018).

Sarmuji yakin Mardani paham soal etika bicara yang diajarkan agama. Namun, Sarmuji menuding ajaran itu terhapus dari Mardani karena nafsu kekuasaan.
"Sebenarnya tidak mengapa mempromosikan diri dan kelompoknya, tapi jangan mencaci kelompok yang lain. Saya yakin Mardani diajarkan etika elementer itu di lingkungannya," ujarnya.

"Sayangnya etika baik tersebut terhapus hanya karena nafsu kekuasaan semata," imbuh Sarmuji.

Dia kemudian menyampaikan pesan soal kekuatan kata-kata. Sarmuji mengingatkan untuk hati-hati dalam berucap.

"Saya perlu ingatkan bukan bara api yang sebenarnya membakar emosi warga tetapi adalah kata-kata. Bukan beban besi baja yang meretakkan bangunan bangsa tetapi adalah kata-kata. Karena itu lebih baik kita kembali ke etika dasar tadi berkatalah yang baik atau diam," tuturnya.

Mardani sebelumnya menyebut Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf aneh karena belum memiliki ketua. Karena aneh, Mardani lalu bicara inteligence quotient atau kecerdasan intelektual (IQ) dari masing-masing pribadi anggota TKN.

Mardani menyebut mereka yang tergabung dalam TKN Jokowi-Ma'ruf bisa saja memiliki IQ di atas 100. Namun, jika secara kelompok, Mardani sangsi IQ TKN Jokowi lebih dari 100.

"Padahal bisa jadi IQ personal 120 tapi IQ komunal (kumpulan) bisa cuma 80 karena semua sangat tergantung ketua, ketua dan ketua," kritik Mardani.


*Diserang Balik Gara-gara 'IQ 80', Ini Respons Mardani
Partai koalisi Joko Widodo-Ma'ruf Amin menyerang Mardani Ali Sera yang menyebut timses Jokowi ber-IQ 80. Ketua DPP PKS itu tak ambil pusing.

"Itu biarkan saja, haknya teman-teman menanggapi. Karena saya sendiri tidak menjelekkan mereka. Saya cuma heran kok nggak ada pemimpinnya. Ketua timsesnya nggak ada jadi semuanya jadi repot, jadi tergantung ketua timses, mau sepintar apa pun kalau ketua timsesnya nggak ada repot," kata Mardani di Gado-gado Boplo, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (21/8/2018).

Mardani juga menyebut tidak menuduh IQ per orang di TKN di bawah 100. Dia hanya merasa heran kubu Jokowi-Ma'ruf belum memiliki ketua timses.

"Yang pertama, saya tidak menuduh mereka. Jadi saya bilang bisa jadi IQ per orangnya 120 tapi IQ komunal 80, tergantung pemimpinnya. Nggak ada tuduhan," ujar Mardani.

"Saya menyebut bahwa orang kan pandai-pandai tetapi tak ada pimpinan. Saya mengatakan pemimpin menentukan. Kalau nggak ada pemimpin, timses repot," sambungnya.

Sebelumnya, Mardani aneh melihat TKN Jokowi-Ma'rif. Mardani lalu bicara IQ dari pribadi masing-masing anggota TKN. Mardani menyebut mereka yang tergabung dalam TKN Jokowi-Ma'ruf bisa saja memiliki IQ di atas 100. Namun, jika secara kelompok, Mardani sangsi IQ TKN Jokowi lebih dari 100.

"Padahal bisa jadi IQ personal 120 tapi IQ komunal (kumpulan) bisa cuma 80 karena semua sangat tergantung ketua, ketua, dan ketua," kritik Mardani dalam dalam keterangannya.

Pernyataan Mardani itu lalu ditanggapi partai pendukung Jokowi-Ma'ruf. PDIP menegaskan timses Jokowi-Ma'ruf mengedepankan kebersamaan. Tak hanya memakai IQ, timses Jokowi disebut juga mementingkan nilai spiritual.  

"Menurutku kecerdasan spiritual (SQ) itu level tertinggi setelah IQ and EQ. Itulah seni praktik gotong royong tanpa uang, consensus based society. Kita asih, asah, asuh, praktik deliberative democracy. Kecerdasan spiritual juga dipakai," ujar Sekretaris Badan Pendidikan dan Pelatihan DPP PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari.

Koalisi Indonesia Kerja (KIK) pendukung Jokowi-Ma'ruf juga angkat bicara. KIK menyindir akhlak Mardani karena hinaan seperti itu.

"Itu cara Pak Mardani memancing kami untuk bereaksi. Menilai atau merendahkan orang lain itu bukan akhlak yang baik," ujar Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding, saat dimintai tanggapan. [* / *]

"HEBOH! KLIK BACA JUGA DIBAWAH INI:
loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam dan Terpercaya.

loading...
Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
Loading...