Loading...

Selasa, 07 Agustus 2018

loading...

PERHATIAN!! Pengendara Bermotor Lewat Trotoar Dapat Dipenjara

    Selasa, Agustus 07, 2018   No comments

Loading...
Ilustrasi

JAKARTA, SriwijayaAktual.com - Viral sebuah video yang menunjukkan seorang pejalan kaki yang menegur para pemotor yang berkendara melewati trotoar lantaran jalanan sedang macet.

Saat menegur seorang pemotor, mereka terlibat adu mulut. Pemotor tersebut terlihat tidak senang ditegur hingga kemudian memukul si pejalan kaki.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pun angkat bicara terkait masalah itu. Kemenhub menyatakan bahwa si pengendara motor tersebut telah menyalahi aturan, bahkan menilai tindakan pemukulan yang dilakukan sebagai hal yang berlebihan.

"Ya itu pengendara sepeda motornya kebangetan kalau menurut saya," kata Direktur Jendral Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi kepada wartawan dikutip dari detikFinance, Jakarta, Selasa (7/8/2018).

Menurut Budi, pelanggaran yang dilakukan pemotor karena menggunakan trotoar tersebut bisa disebabkan oleh beberapa hal. Mulai dari kesengajaan, hingga ketidaktahuan aturan.

"Sebenarnya kan sudah ada ketentuan aturan, berarti dia memang selain tidak patuh, tidak taat pada aturan, atau mungkin dia tidak tahu. Tapi seharusnya saya kira semua orang sudah tahu namanya trotoar fungsinya untuk pejalan kaki," katanya.

Lebih dari itu, Budi mengatakan bahwa si pengendara motor di samping melanggar aturan berkendara, juga melanggar ketentuan hukum karena melakukan pemukulan tersebut.

"Berarti dia dari sisi aspek hukumnya sudah melanggar, aspek etikanya juga nggak dapat," tuturnya.

Seperti diketahui, sebuah video yang sedang ramai di jagat dunia maya menunjukkan seorang pejalan kaki yang menegur para pemotor yang berkendara melewati trotoar lantaran jalanan sedang macet. Disebutkan dalam akun YouTube Koalisi Pejalan Kaki, kejadian tersebut berlokasi di Jalan Jatiwaringin, Jakarta Timur, sekitar pukul 18.35 WIB pada Senin (6/8/2018) kemarin.

     

Saat menegur seorang pemotor, mereka terlibat dalam adu mulut. Pemotor tersebut terlihat tidak senang ditegur karena menurutnya tidak sopan, lalu menanyakan siapa sang pejalan kaki.

"Bilang, kamu siapa, emang kamu siapa? Maksudnya kamu petugas apa?" tanya pemotor dalam video.

"Bukan petugas, saya pejalan kaki. Pemakai trotoar," jawab pejalan kaki tersebut.

"Kok jadi marah marah lu mau jadi orang gila apa orang stres? Kalau mau negur orang itu yang hormat ya, yang sopan. 'Bu maaf ini salah', jangan dateng-dateng lu ngomel," omel sang pemotor.

Setelah itu pemotor pergi dan pejalan kaki kembali menegur pemotor lainnya yang masih masuk trotoar. Tiba-tiba pemotor tadi menghampiri dan memukulnya dengan tangan, lalu dengan helm sambil mengeluarkan kata-kata kotor.  

Untuk diketahui, bahwa Pemanfaatan trotoar sebagai fasilitas umum untuk pejalan kaki sendiri sudah diatur baik dalam Undang-Undang (UU), Peraturan Pemerintah (PP), hingga Peraturan Daerah (Perda). Pengendara sepeda motor yang masuk ke ruang pejalan kaki, dalam hal ini trotoar masuk dalam kategori melanggar hukum.

Seperti dirangkum sesuai dengan aturanya, bahwa, hak-hak pejalan kaki dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Trotoar sebagai fasilitas umum tidak boleh dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi.

Dalam Pasal 131 Ayat 1 UU Nomor 22 Tahun 2009 disebutkan bahwa pejalan kaki berhak atas ketersediaan fasilitas pendukung berupa trotoar, tempat penyeberangan dan fasilitas lain. Selain itu, pada Ayat 2 juga disebutkan, pejalan kaki berhak mendapatkan prioritas pada saat menyeberang jalan di tempat penyeberangan.

Aturan itu juga dikuatkan dalam Pasal 34 Ayat 3 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 34 Tahun 2006 tentang Jalan. Dalam PP itu disebutkan, bahwa trotoar merupakan bagian dari ruang manfaat jalan. Kemudian Pada Pasal 34 Ayat 4 kembali ditegaskan bahwa trotoar hanya diperuntukkan bagi lalu lintas pejalan kaki.

Selain soal aturan, disiapkan juga sanksi-sanksi bagi mereka yang melanggar seluruh aturan tersebut. Sanksi mulai dari pengenaan denda, hingga pidana penjara.

Yang pertama, sanksi tertuang dalam Pasal 274 Ayat 2 UU Nomor 22/2009. Di sana dengan jelas ditulis, setiap orang yang melakukan perbuatan yang mengakibatkan kerusakan dan/atau gangguan fungsi jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 Ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp 24.000.000 (dua puluh empat juta rupiah).

Kemudian sanksi kedua terdapat pada Pasal 275 Ayat 1 yang tertera, setiap orang yang melakukan perbuatan yang mengakibatkan gangguan pada fungsi rambu lalu lintas, marka jalan, alat pemberi isyarat lalu lintas, fasilitas pejalan kaki, dan alat pengaman pengguna jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 Ayat (2) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp 250.000 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).

Namun ada juga hukuman yang dibuat oleh pemerintah daerah. Untuk di Jakarta, larangan pengendara masuk ke trotoar tertuang dalam Perda Nomor 5 Tahun 2014 tentang Transportasi. Hukumannya adalah dipidana dengan pidana kurungan paling lama satu bulan dan denda paling banyak Rp 250.000. (fdl/zlf)
 
"HEBOH! KLIK BACA JUGA DIBAWAH INI:
loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam dan Terpercaya.

loading...
Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
Loading...