Loading...

Minggu, 26 Agustus 2018

loading...

Peserta Pedagang di Sumsel Expo 2018 Mengeluh Rugi, Apa Kata Kadis Perindustrian? ini...

    Minggu, Agustus 26, 2018   No comments

Loading...
foto lokasi sumsel expo 2018 (istimewa)

PALEMBANG, SriwijayaAktual.com - Terkait keluh kesah para pedagang di pagelaran Sumsel Expo 2018 yang sepi pembeli dan bahkan cukup banyak para pedagang yang gulung tikar alias bangkrut, Kepala Dinas Perindustrian Sumsel, Ernila mengatakan secara umum masyarakat yang datang ke Sumsel Expo 2018 secara umum cukup ramai.

Memang dalam hal berdagang diakuinya tidak semua dagang habis terjual.
Tak sedikit para pedagang juga mengaku bersyukur dengan adanya even ini karena jualan mereka laku keras.

"Kalau yang datang itu ramai. Ya namanya jualan rejeki-rejekian, banyak juga kok yang untung. Ke depan bakal jadi pembelajaran kita juga untuk memperbaiki jika ada kekurangan," Demikian tuturnya Ernila sebagaimana dikutip dari sripoku.com, Minggu (26/8/2018). 

Berita Terkait: "Keluh Kesah Pedagang di Sumsel Expo Tahun 2018"

Diketahui sebagai informasi, bahwa para  pedagang yang mengikuti even Sumsel Expo 2018 di Dekranasda Jakabaring Palembang mengaku terpaksa gulung tikar lebih awal.

Jangankan mendapatkan untung besar, untuk balik modal saja pun tak didapatkan.
Dari pantauan dilokasi, lapak-lapak pedagang berbentuk kerucut putih  itu sudah ditinggalkan oleh para pedagang di sana. Sepinya pengunjung membuat mereka terpaksa harus menutup jualannya.
 
Riska, salah seorang pedagang pempek mengungkapkan ia terpaksa menutup lapaknya karena sepinya pembeli.

Bahkan ada salah seorang rekan mereka yang baru menggelar satu hari dagangannya langsung tutup karena tahu sepinya pembeli.
"Jangankan untung, balik modal pun tidak. Rugi sekali ikut even ini karena tak sesuai ekspektasi kami pedagang," ujarnya, Minggu (26/8/2018).

Lokasi yang cukup jauh dari venue pertandingan di Jakabaring Sport City (JSC), serta harga tiket parkir yang mahal Rp 5.000 untuk motor dan Rp 25 ribu untuk mobil disinyalir menjadi faktor lainnya sepi pengunjung datang ke Sumsel Expo.

Tak hanya sepi pengunjung, kekecewaan para pedagang juga tersulut lantaran banyak sekali pedagang kaki lima yang pada awalnya kami tidak boleh menjual produk disyaratkan oleh panitia, ternyata dihari pelaksanaan banyak pedagang kaki lima melanggar persyaratan dari pihak panitia.
"Kami para pedagang banyak yang pusing karena sepi pembeli, jadi terpaksa gulung tikar lebih awal," tegasnya.

Senada Ratna pedagang souvenir lainnya mengaku jauh-jauh datang dari kabupaten Lahat untuk mengikuti gelaran Sumsel Expo berlangsung 16-25 Agustus.

Namun ia mengaku kecele lantaran hanya mendapatkan lelah saja karena dagangannya tak laku.
Omzet yang digadang-gadang sampai ratusan ribu per hari jauh meleset, pedagang hanya mampu meraup menghasilkan uang Rp 35-50 ribu saja perharinya.

"Saya pribadi selama pameran hanya laku Rp 300 ribu, untuk sewa lapak saja Rp 3 juta. Artinya jauh sekali kalau mau balik modal," ungkapnya.
Para pedagang pun sudah coba bernegosiasi dengan pengelola Sumsel Expo agar paling tidak mendapatkan separuh uang dari sewa lapak mereka.
Namun pihak terkait tetap tidak menggubris permintaan mereka.

"Semua zona itu rata-rata gulung tikar. Kami sudah minta ke pengelola paling tidak dikembalikan separuh uang sewa karena kamu rugi, tapi tidak digubris juga," jelasnya. (*)

"HEBOH! KLIK BACA JUGA DIBAWAH INI:
loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam dan Terpercaya.

loading...
Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
Loading...