Loading...

Minggu, 19 Agustus 2018

loading...

Tak Mau Lagi Dipanggil Ahok, Mulai Sekarang Basuki Tjahaja Purnama Mintanya Dipanggil ......

    Minggu, Agustus 19, 2018   No comments

Loading...
Buku 'Kebijakan Ahok' dan Ahok - kolase Tribun Solo

JAKARTA, SriwijayaAktual.com - Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok hari ini, Kamis (16/8/2018) meluncurkan buku terbarunya di Gedung Filateli, Jakarta Pusat.
Buku yang ia tulis dari dalam penjara Rutan Mako Brimob itu diberi juduk "Kebijakan Ahok".
Dalam video dan foto yang beredar, peluncuran buku tersebut dihadiri Djarot Saiful Hidayat yang merupakan Wakil Gubernur semasa Ahok menjabat Gubernur DKI Jakarta.
Salah satu hal yang baru, dalam peluncuran buku tersebut, Ahok meminta masyarakat tak lagi memanggilnya dengan sebutan Ahok.
Mulai saat ini, ia meminta dipanggil dengan sebutan 'BTP' yang merupakan singkatan dari namanya.
Hal itu disampaikan oleh Ahok dalam suratnya yang dibacakan oleh putranya Nicho.
Hal tu terkonfirmasi dari pengakuan seorang warganet yang hadir. 
"Selalu bersyukur bisa menjadi bagian dr semua kegiatan Pak @basukibtp 
Seneng banget bisa mendengarkan @nachoseann membacakan surat papanya yg sekarang minta dipanggil PAK BTP, plus bonus berfoto pula," tulis warganet dengan akun @nengherbawati. 

Tak diketahui jelas asalan mengapa Ahok tak lagi menginginkan dipanggil dengan sebutan 'Ahok".
Penelusuran TribunSolo.com, akun resmi Ahok yang dikelola oleh tim Ahok pun saat ini sudah tak menggunakan nama Ahok.
Akun tersebut sudah diganti namanya dengan nama @basukibtp.
Berikut ini TribunSolo.com merangkum foto dan video peluncuran buku "Kebijakan Ahok"
1. Kehadiran Nicho
2. Detail buku 'Kebijakan Ahok'
3. Suasana peluncuran buku
Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, merupakan salah satu terpidana yang akan mendapat remisi pada 17 Agustus 2018.
"Sesuai syarat substansi dan administrasi, yang bersangkutan mendapatkan remisi 2 bulan," ujar Dirjen Pemasyarakatan (PAS) Kementerian Hukum dan HAM, Sri Puguh Budi Utami, di kantornya, Gedung Kemenkumham, Kuningan, Jakarta, Jumat (17/8/2018).
Meski mendapat remisi, Ahok masih menjalani sisa hukuman di lembaga pemasyarakatan.
"Berdasarkan catatan kami, setelah dikurangi remisi bebas sekitar bulan April 2019. 
Nanti kalau misalnya ada remisi natal yang ia dapat, nanti dikurangi lagi," tutur Sri Puguh.
Menurut Sri Puguh, Ahok mendapat pemotongan dua bulan masa tahanan.
Saat peringatan HUT Ke-72 Republik Indonesia lalu, Ahok belum bisa memperoleh remisi karena belum menjalani masa tahanan selama enam bulan.
Diketahui, Ahok divonis dua tahun penjara oleh hakim atas kasus penodaan agama pada Mei 2017. Ahok kini ditahan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.
Pemerintah memberikan penghargaan kepada 102.976 narapidana yang telah menjalani pidananya dengan baik.
Penghargaan berupa pemotongan masa tahanan ini diberikan bertepatan pada peringatan 73 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.
Para narapidana dianugerahi remisi umum atau pemotongan masa pidana sebanyak satu hingga tiga bulan.
Adapun, dalam pemberian remisi kali ini, sebanyak 2.220 di antaranya langsung menghirup udara bebas.
Remisi ini diberikan kepada narapidana yang telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif, khususnya mereka yang berkelakuan baik dan aktif mengikuti pembinaan.
Remisi diharapkan membuat seluruh narapidana menyadari akan pentingnya menegakkan integritas selama menjalani pidana.
Sebaliknya, apabila melakukan pelanggaran, sanksi tegas akan diberikan.(TribunSolo.com/Daryono)


"HEBOH! KLIK BACA JUGA DIBAWAH INI:
loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam dan Terpercaya.

loading...
Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
Loading...