Loading...

Rabu, 05 September 2018

loading...

Dolar "NGAMUK LAGI" Rupiah "KLEPEK-KLEPEK", Jokowi Harus Naikan lagi Harga BBM, Menkeu Sri Mulyani? Ya...Ya...Eeits...

    Rabu, September 05, 2018   No comments

Loading...
Foto: Sri Mulyani di Istana Negara (CNBC Indonesia/Chandra Gian Asmara)

JAKARTA, SriwijayaAktual.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menegaskan, pemerintah tidak akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) dalam waktu dekat. Hal itu menanggapi wacana terkait upaya menahan pelemahan rupiah dengan menaikkan harga BBM.

"Gini lho, menurut saya, jawabannya gini pemerintah tidak merencanakan kenaikan harga BBM dalam waktu dekat. Udah itu jawabannya," kata Jonan di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Selasa (4/9/2018).

Untuk diketahui, nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Itu terjadi karena tingginya permintaan dolar AS salah satunya untuk impor.

Menanggapi itu, Mantan Menteri Keuangan di pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Chatib Basri menjelaskan saat ini yang menjadi perhatian utama adalah current account deficit (CAD). Menurut dia salah satu sumber defisit yang besar adalah dari minyak dan gas (migas).

"Untuk menurunkan permintaan bahan bakar minyak (BBM) yang sebagian juga muncul karena penyelundupan, sebaiknya harga BBM dinaikkan," kata Chatib dalam keterangannya, Selasa (4/9/2018).

Dia menjelaskan, dengan kenaikan harga BBM maka akan membawa dampak ke CAD dalam enam bulan ke depan.

"Tapi untuk investor pasar keuangan, mereka bisa ekspektasi bahwa CAD ke depan akan semakin kecil," ujar Chatib.

Posisi CAD pada kuartal II-2018 sebesar 3,04% terhadap produk domestik bruto (PDB) atau nilainya US$ 8 miliar dan lebih tinggi dari periode kuartal I-2018 yang mencapai US$ 5,7 miliar. 

Soal Penyesuaian Subsidi BBM, Ini Kata Sri Mulyani
Menteri Keuangan Sri Mulyan Indrawati menegaskan bahwa pada tahun 2018 tidak akan ada penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) sebagai antisipasi nilai tukar rupiah yang melemah.

Dia menegaskan bahwa penyesuaian harga BBM dilakukan pada tahun depan dan sudah tercatat di RAPBN tahun anggaran 2019.

"Di dalam APBN 2019 sudah kita sampaikan policy mengenai subsidi tetap ," kata Sri Mulyani di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (4/9/2018). 

Dalam RAPBN 2019, pemerintah menambah jumlah subsidi untuk BBM jenis solar menjadi Rp 2.000 per liter dari yang sebelumnya sebesar Rp 500 per liter, itu artinya ada kenaikan subsisi sebesar Rp 1.500 per liter.

"Sama dengan volume yang ditetapkan yaitu diesel (solar) dan juga dari sisi jumlah subsidinya per liternya sama seperti 2018," jelas dia.

Langkah menaikkan harga BBM pernah dilakukan pemerintah pada tahun 2013, di mana terjadi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Pelemahan tersebut memberatkan setiap kegiatan imppor minyak mentah.

Penyesuaian harga BBM juga pada saat itu untuk menekan current account deficit (CAD). [source detikf] 


"HEBOH! KLIK BACA JUGA DIBAWAH INI:
loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam dan Terpercaya.

loading...
Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
Loading...