Loading...

Minggu, 16 September 2018

loading...

HEBOH!! IAIN Bone Kian Panas! Video Tudingan ke “PMII” Beredar

    Minggu, September 16, 2018   No comments

Loading...
Pernyataan sikap mahasiswa IAIN Bone
Pernyataan sikap mahasiswa IAIN Bone

BONE-SULSEL, SriwijayaAktual.com - Atmosfere Kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone kian panas. Usai penyerangan orang tak dikenal (OTK), beredar video pernyataan mahasiswa mewakili lembaga yang menjadi korban penyerangan.
Dalam video pernyataan sikap tersebut, dengan jelas disebutkan organisasi mahasiswa bersama preman di balik serangan yang menyebabkan tiga mahasiswa terluka. Korban adalah Amirullah (36), Andrizal (21), dan Fajar (18).
Jelas disebutkan dalam penyataan sikap yang divideokan dan diunggah ke media sosial adanya keterlibatan oknum anggota “PMII” berada di balik penyerangan pada Sabtu dini hari (15/9/2018) sekitar pukul 01.00 Wita.


Video tersebut tentu saja membuat situasi kian tak kondusif di Kota Watampone. Apalagi disebutkan salah satu organisasi mahasiswa yang juga memiliki anggota dan kader besar di Bone.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, adapun korban yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tenriawaru adalah Amirullah yang mengalami luka gores di lengan kanan, pipi kiri bengkak serta sekujur tubuhnya merasa ngilu. Dia dikeroyok sekelompok orang.
Kemudian, Andrizal terkena tikaman di lengan kanan, wajah terluka dipukul balok, dan merasa ngilu di punggung.
Sementara itu, anak panah menancap di pipi kanan Fajar. Tepat di atas bibirnya.
Kapolsek Tanete Riattang Kompol Andi Asdar membenarkan peristiwa penyerangan Kampus IAIN Bone.
Dia mengatakan, sekelompok OTK melakukan penyisiran hingga ke sekretariat Mapala dan SSB IAIN Bone.
Andi Asdar mengatakan, polisi masih mendalami motif penyerangan sekelompok OTK tersebut.
Sementara itu, Ketua SSB BSF Syahrul Syam mengatakan, kronologi insiden penyerangan tersebut bermula saat Ketua Mapala mendapat telepon dari nomor yang tidak dikenal, lalu seorang anggota dari Mapala disandera di depan kampus, kemudian sebagian anggota Mapala dan SSB keluar menuju depan kampus.
“Jadi, kami di SSB sementara rapat, lalu terdengar suara lemparan batu yang mengenai atap seng, kami langsung membubarkan diri karena lemparan batu mulai menghujani kaca jendela, kami panik karena kami merasa tidak buat masalah,” kata Syahrul Syam.
Lanjut Syahrul, tak lama berselang, tiba-tiba puluhan orang masuk ke Sanggar setelah menjebol pintu langsung secara membabi buta serta merusak inventaris dan mengeroyok sejumlah mahasiswa yang saat itu ada di dalam sekretariat.
“Tidak sampai disitu, setelah melakukan perusakan di SSB, mereka langsung turun ke Sekretariat Mapala dan sebagian lagi merusak motor yang parkir di depan Gedung Jurusan, adaji sebagian yang dikenali mukanya dan itumi yang kami lapor ke polisi,” jelasnya.
Perkait video pernyataan sikap yang beredar dengan menyebut “PMII” di balik penyerangan bersama preman, mendapat berbagai komentar di media sosial.
“Masih dalam penyelidikan, jangan cepat membuat tudingan,” tulis salah satu pengguna media sosial.
Tapi, oleh beberapa pihak lain mengatakan bahwa tudingan dalam pernyataan sikap tentu juga punya dasar dan harus dibuktikan kebenarannya.
Berikut video pernyataan sikapnya:
(muh fadly/upik nyong/pojoksulsel)

"HEBOH! KLIK BACA JUGA DIBAWAH INI:
loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam dan Terpercaya.

loading...
Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
Loading...