Loading...

Jumat, 14 September 2018

loading...

Masifnya Aksi Mahasiswa "Representasi jika Masyarakat Indonesia Sudah tak Percaya kepada Pemerintahan Jokowi Mengelola Indonesia"

    Jumat, September 14, 2018   No comments

Loading...
Aksi Mahasiswa [dok/net]

JAKARTA, SriwijayaAktual.com - Jelang Pilpres 2019, mahasiswa mulai masif menggelar aksi menuntut Presiden Joko Widodo (Jokowi) mundur dari jabatannya.
Aksi mahasiswa di sejumlah daerah itu menjadi bukti bahwa capres petahana itu sudah tidak lagi dipercaya oleh rakyat.
Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Bimata Politica Indonesia (BPI) Panji Nugraha, Kamis (13/9/2018).

Gerakan mahasiswa itu, sebutnya, semakin membuka lebar mata publik bahwa pencitraan yang dilakukan oleh Jokowi untuk mempertahankan kekuasaan tidak lah cukup.
“Slogan kerja, kerja, kerja kabinet Jokowi dianggap pepesan kosong,” katanya.
Ada sejumlah fakta yang menurutnya mendasari tuntutan mundur tersebut.
Diantaranya kondisi ekonomi yang memasuki masa-masa kritis dan terpuruknya nilai tukar rupiah.
“Ini semakin meyakinkan kaum-kaum intelektual jika mereka harus melakukan aksi demonstrasi untuk menggugat kinerja Jokowi,” terangnya.
Selain itu, sambung dia, aksi mahasiswa pun dianggap representasi jika masyarakat Indonesia sudah tak percaya kepada pemerintahan Jokowi mengelola Indonesia terutama soal ekonomi.
“Aksi mahasiswa tersebut harus dianggap sebagai salah satu hal yang positif sebagai peringatan keras bagi Jokowi agar mampu mengevaluasi kinerjanya,” jelasnya.
Ia menilai, publik pastinya menyoroti pengelolaan ekonomi yang dianggap gagal dan berdampak pada sulitnya rakyat untuk hidup mapan.
Setelah rupiah terpuruk, ujian bagi Jokowi selanjutnya adalah mulai tergeraknya mahasiswa di berbagai kampus melakukan aksi protes dengan demonstrasi di sejumlah daerah.
“Bahkan tuntutan mahasiswa pun tak tanggung-tanggung, ada yang menginginkan Jokowi talak tiga hingga turun dari jabatan sebagai Presiden RI,” kata Panji.
Panji menambahkan, masyarakat Indonesia sudah tak percaya kepada pemerintahan Jokowi mengelola Indonesia terutama soal ekonomi.
Karena itu, ia meyakini, hari-hari ke depan akan menjadi ujian paling terberat bagi pemerintahan saat ini.
Yakni, bagaimana pemerintah mampu menahan gelombang protes mahasiswa ke depan.
“Karena menahan dengan cara-cara represif justru tak akan dibenarkan oleh demokrasi bahkan akan membuat gelombang demontrasi semakin besar,” tutupnya.
Untuk diketahui, sebelumnya ribuan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Islam Riau (UIR) menuntut Joko Widodo turun.
Ribuan mahasiswa itu aksi demonstrasi di DPRD Riau, Senin (10/9) sore.
Dalam aksinya, mereka datang dengan atribut berupa kain putih bertuliskan ‘Turunkan Jokowi’ yang ditulis dengan cat semprot warna merah.
Selain itu, mereka juga terlihat membawa boneka pocong dengan foto Joko Widodo sebagai simbolis. 
Tak hanya itu, mereka juga sempat melaksanakan sidang rakyat di gedung DPRD tersebut. [source JPG]

"HEBOH! KLIK BACA JUGA DIBAWAH INI:
loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam dan Terpercaya.

loading...
Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
Loading...