Rakyat Tak Tenang dan Resah, Jika Aksi ini Kalian Anggap Makar, Maka Naikkan IQ Anda"!
Loading...

Rakyat Tak Tenang dan Resah, Jika Aksi ini Kalian Anggap Makar, Maka Naikkan IQ Anda"!

20 September 2018,
loading...

PAMEKASAN-JATIM, SriwijayaAktual.com  – Sekitar 150 orang massa aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Pamekasan menggelar unjuk rasa ke kantor DPRD Pamekasan, Selasa (18/9/2018. Mereka mengkritisi pemerintahan Presiden Joko Widodo–Jusuf Kalla (Jokowi – JK) yang dinilai gagal.

Dalam aksinya, massa HMI membentangkan sejumlah spanduk bertuliskan, antara lain, “Kembalikan nilai tukar rupiah. Nawacita hanya menjadi duka cita. Rupiah melemah, rakyat susah. Jika aksi ini kalian anggap makar, maka naikkan IQ anda. Kami bosan janji pemerintah, Rakyat di PHP.”

Sebelum menggelar aksi, mahasiswa berkumpul di area monumen Arek Lancor, lalu mereka bergerak dengan jalan kaki menuju kantor DPRD berjarak sekitar 1 kilometer. Mereka berteriak sambil berorasi di sepanjang jalan menggunakan sound sistem.


Sampai di  pintu masuk kantor DPRD, massa berteriak ingin bertemu pimpinan Dewan, namun tak seorangpun anggota dewan yang ke luar menemui mereka. Sebab saat itu kebetulan Ketua DPRD Pamekasan, Halili dan pimpinan dewan lainnya sedang tidak di kantor dan sebagian anggota dewan dialog dengan masyarakat di ruang komisi.


Karena mereka terus mendesak ingin bertemu pimpinan dewan,  aparat keamanan mempersilakan tiga perwakilan pengunjuk rasa masuk, memeriksa setiap ruangan fraksi. Sehingga mereka ditemui Ketua Komisi I DPRD Pamekasan Ismail dan Wakil Ketua DPRD, Imam Khosairi dengan lesehan di depan pintu masuk DPRD.

Massa HMI saat aksi di depan kantor DPRD Pamekasan. Duta/Habib

Selanjutnya mereka melakukan orasi bergantian, mempersoalkan buruknya kinerja pemerintahan Jokowi – JK yang tidak pro rakyat. Seperti melemahnya nilat tukar rupiah, naiknya BBM dan tarif listrik, meroketnya harga sembako, yang membuat rakyat menderita.

Bahkan, di tengah banyaknya pengangguran di negeri ini, malah memanjakan warga negara asing. Sehingga banyak TKA masuk ke Indonesia dengan gampang.

Ketua Umum HMI Pamekasan Akhmad Hokim mengatakan, selama pemerintahan Jokowi, kehidupan masyarakat tidak tenang dan dibuat resah. Banyak ketimpangan di negeri ini, baik secara sektor perekonomian serta tidak kondusifnya kondisi bangsa ini, akibat dari tingkah pemangku jabatan yang timpang sebelah, sehingga memicu perpecahan di antara umat beragama.

“Sungguh memperihatinkan melihat kondisi bangsa ini. Ternyata pemerintahan kita lebih memperioritaskan kepentingan kelompok individu, dari pada kempentingan masyarakat umum. Banyak yang tersiksa dan sedih dengan kebijakan yang diambil pemerintahan Jokowi – JK. Rupanya janji-janji manis yang diucapkan Jokowi – JK sebagai bumbu untuk meraup suara rakyat menuju kursi presiden,” tegasnya.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi I DPRD Pamekasan, Ismail mengucapkan terima kasih kepada mereka.
Dirinya minta maaf,  jika saat ini sejumlah anggota Dewan mengadakan kunjungan ke luar daerah dan sedang audensi di ruangan komisi IV.

Menurut Ismail, apa yang menjadi tuntutan mereka, pihaknya atas nama lembaga DPRD menyetujui tanpa syarat dan hari ini juga akan menyampaikan aspirasi mereka ke presiden melalui Mendagri. Bahkan, sekarang juga pihaknya meminta Sekteratis Dewan untuk kirim faks ke Mendagri.

“Kita sama-sama miris dengan kondisi saat ini. Perekomian sakit, dollar melemah, pengangguran bertambah dan rakyat menjerit kelaparan mencari lapangan kerja. Justru yang banyak datang saat ini  ke Indonesia tenaga kerja asing. Sekali lagi kami tegaskan, suara rekan-rekan sama dengan suara Dewan Pamekasan,” tegas Ismail dengan lantang, disambut tepuk tangan pengunjuk rasa. (Muchsin R/tribunjatim)


TerPopuler

Loading...