Loading...

Selasa, 11 September 2018

loading...

Ke Rumah Gus Dur: “Jokowi Makan Bubur Merah Putih, Sementara Sandiaga Dibekali Tempe”, Kode Tersirat Apa Ya ini?

    Selasa, September 11, 2018   No comments

Loading...
Sinta Nuriyah, istri Gusdur. (Foto: Iqra Ardani/kumparan)

JAKARTA, SriwijayaAktual.com - Bakal cawapres Sandiaga Uno baru saja menyambangi kediaman Presiden keempat RI (alm) Abdurrahman Wahid alias Gus Dur di Jalan Almunawarroh, Ciganjur, Jakarta Selatan, Senin (10/9/2018). Sandi datang untuk bersilaturahmi dengan istri Gus Dur, Sinta Nuriyah.

Namun, sebelumnya, bakal capres petahana Joko Widodo juga berkunjung ke tempat tersebut pada Jumat (7/9/2018). Jokowi bersilaturahmi dengan Sinta Nuriyah sebelum mengumumkan Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) untuk Pilpres 2019.

Lantas apa perbedaan serta persamaan dari kunjungan Jokowi dan Sandi?
  • Perbedaan
Jokowi makan bubur merah putih di rumah Gus Dur, Jumat (7/9/18). (Foto: Dok Istimewa)

Saat ke rumah Sinta Nuriyah, Jokowi mendapatkan suguhan spesial. Jokowi mengaku makan bubur merah putih yang disuguhkan Sinta Nuriyah.

"Tadi di dalam makan bubur merah putih, sudah. Jadi juga ingin mengabarkan mengenai kesehatan beliau dan juga beliau, alhamdulillah diberikan kesehatan yang baik oleh Allah SWT, itu saja," kata Jokowi di rumah Gus Dur Ciganjur, Jakarta Selatan, Jumat (7/9/2018).

Sandiaga Uno (kiri) saat bertemu dengan Yeni Wahid (tengah) dan Istri alm. Gus Dur, Sinta Nuriyah Wahid (kanan), Jakarta Selatan, Senin (10/902018). (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)

Berbeda dengan Sandi, ia mendapatkan bekal tempe mendoan dari Sinta Nuriyah. Tempe tersebut diberikan di dalam sebuah kotak makan berukuran sedang. 

"Saya juga dikasih oleh-oleh tempe yang tidak tipis seperti kartu ATM. Tempe mendoan ini karena kebetulan lagi saum (puasa), sama-sama puasa, Ibu (Sinta) puasa. Terus saya pas lagi kebetulan hari Senin ini puasa dan nanti buat buka puasa, terima kasih Ibu," ujar Sandi, yang pekan lalu menyebut tempe sekarang setipis kartu ATM karena melemahnya rupiah.
  • Persamaan
Presiden Jokowi silaturahmi dengan Sinta Nuriyah istri dari Abdurrahman Wahid (Gus Dur). (Foto: Jihad Akbar/kumparan)

Jokowi dan Sandi akan berebut hati rakyat di Pilpes 2019. Saat berkunjung ke rumah Gus Dur, keduanya mendapatkan nasihat dan doa dari Sinta Nuriyah.

Kepada Jokowi, Sinta Nuriyah menasihati untuk selalu mengamalkan niai-nilai Gus Dur. Ia juga mendoakan agar Jokowi bisa menjadi pemimpin yang amanah.

"Saya sebagai orang tua pasti akan memberikan doa, ya mendoakan dan juga memberikan dukungan selama, apalagi kalau kita harapakan yang jadi pemimpin nanti itu pemimpin-pemimpin yang amanah, yang bisa mengamalkan apa yang diamalkan Gus Dur yaitu yang sesuai koridor," kata Sinta Nuriyah.

"Kebijakan seorang pemimpin harus berdasarkan kepentingan rakyatnya, bukan golongan, apalagi pribadi kalau pemimpin yang begini dalah pemimpin yang patut kita dukung. Amin," tambahnya.

Sandiaga Uno saat bertemu dengan Istri alm. Gus Dur, Sinta Nuriyah Wahid, Jakarta Selatan, Senin (10/902018). (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)

Seperti halnya Jokowi, Sandi pun dititipi pesan untuk menjaga keberagaman dan nilai-nilai persatuan di Indonesia pada Pilpres 2019. Ia berahap Sandi juga ikut berpedoman pada nilai-nilai yang diajarkan Gus Dur.

"Salah satu aspirasi yang kami titipkan tentunya adalah untuk menjaga keberagaman di Indonesia, menjaga agar pilpres nanti suhunya tetap adem ayem, tidak ada isu-isu SARA yang dimainkan," jelas Yenny, usai bertemu Sandi di kediaman Gus Dur di Jalan Al Munawaroh, Ciganjur, Jakarta Selatan, Senin (10/9/2018).

Sandiaga Minta Ucapanya Soal Tempe Setipis ATM, Tidak Menjadi Bahan Olokan 

Bakal Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno (tengah) berbincang dengan pedagang saat mengunjungi Pasar Sindhu di Sanur, Denpasar, Bali, Minggu (9/9/2018). Sandiaga Uno melakukan kunjungan untuk menyerap aspirasi para pedagang pasar.(dok/ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)

Sementara itu ditempat terpisah, Bakal calon Wakil Presiden Sandiaga Uno meminta agar ucapannya yang menyatakakan tempe sekarang setipis kartu ATM lantaran mahal tak menjadi bahan olokan. 

Sandiaga mengatakan, ia menyampaikan hal itu setelah berbincang dengan warga di Duren Sawit, Jakarta. 

"Yang saya sampaikan itu adalah suara dari rakyat. Itu dari Bu Yuli dan rekannya di Duren Sawit. Itu exactly. Word by word yang disampaikan mereka," kata Sandiaga saat ditemui di kawasan Glodok, Jakarta, Selasa (11/9/2018).

"Kalau misalnya teman-teman itu mengartikannya sebagai suatu jeritan masyarakat, iya. Apakah ini hiperbolisme? Mungkin iya. Tapi menurut saya itu yang disampaikan masyarakat dan kita enggak boleh mendiskreditkan, mem-bully," kata Sandiaga lagi. 

Ia menyatakan semestinya publik melihat pernyataannya itu sebagai bentuk nyata kesenjangan yang terjadi di masyarakat. 

Apa lagi, kata Sandiaga, saat ini kedelai sebagai bahan baku tempe masih impor. Dengan nilai tukar rupiah yang masih lemah, ia meyakini harga tempe akan naik. 

"Tempe pasti akan naik harganya. Ini udahlah. Semua udah nulis. Kesejahteraan desa menurun. Dengan kedelai yang diimpor itu dolarnya naik, ya pasti akan naik harga tempe. As simple as that," ujar Sandiaga. 

"Jadi do not be overdramatic atau melodramatic terhadap isu. Harga-harga masih akan naik. semua juga sudah mengakui. Jangan juga denial gitu lho. Kita accept lah. Jangan saling menjatuhkan. Cari solusinya," lanjut dia. [kumparan/kompas] 

"HEBOH! KLIK BACA JUGA DIBAWAH INI:
loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam dan Terpercaya.

loading...
Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
Loading...