Loading...

Rabu, 03 Oktober 2018

loading...

BNPB, Gempa & Tsunami di Sulteng: Jumlah Pengungsi 61 Ribu Orang, Rumah Rusak 60 Ribu

    Rabu, Oktober 03, 2018   No comments

Loading...
Kondisi setelah bencana alam di Palu& Danggola [Istimewa]

JAKARTA, SriwijayaAktual.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan bahwa belum semua kebutuhan dasar pengungsi korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah terlayani dengan baik.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, penyebab kurangnya kebutuhan dasar bagi pengungsi disebabkan oleb terbatasnya logistik yang ada di sana. Seperti tenda, selimut, matras, makanan dan minuman serta air bersih juga MCK (Mandi, Cuci, Kakus). Namun begitu, kini logistik sudah mulai berdatangan setelah sejumlah wilayah Sulteng yang terdampak gempa dan tsunami mulai bisa diakses.

“Dengan adanya bantuan logistik yang terus berdatangan pelayan kepada pengungsi menjadi lebih baik, dibandingkan H+1, H+2 sampai kemarin,” ujar Sutopo di Graha BNPB, Jakarta Timur, Selasa (2/10/2018).

Sementara itu, jumlah pengungsi sampai siag tadi tercatat 61.867 jiwa yang tersebar di 109 titik. Sedangkan jumlah rumah yang rusak akibat guncangan gempa dengan kekuatan 7,4 SR (Skala Ritcher) pada Jumat (28/9/2018) mencapai sekitar lebih dari 60.000 rumah.

“Rumah rusak 65.733 unit dan kerusakan ini belum kita klasifikaiskan, (apakah) ruaak berat, rusak sedang atau rusak ringan,” terangnya.

Berita Terkait: MERINDING!! Video Amatir Satu Kampung Bergeser sebelum Hanyut Digulung Tsunami Palu

Sedangkan diketahui jumlah korban meninggal dunia sudah 1.234 jiwa dan korban luka-luka 799 orang dengan kategori luka berat. Kemudian untuk jumlah korban yang tertimbun reruntuhan diduga mencapai lebih dari 100 orang. “Korban tertimbun yang berdasarkan laporan masyarakat ada 152 orang,” pungkas Sutopo. (cw2/win/postknews)


"HEBOH! KLIK BACA JUGA DIBAWAH INI:
loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam dan Terpercaya.

loading...
Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
Loading...