Loading...

Minggu, 21 Oktober 2018

loading...

Deklarasi Tim Pembela Jokowi Sumsel, "Siap Kawal & Deteksi Hoax Jatuhkan Jokowi"

    Minggu, Oktober 21, 2018   No comments

Loading...


PALEMBANG, SriwijayaAktual.com - Salah satu pendukung Jokowi ini, melakukan Deklarasi dan Diskusi Publik "Tim Pembela Jokowi Sumsel" (TPJ Sumsel) di Ballromm Selebrity Cafe, Kota Palembang,   Minggu  (21/10/2018). 

Tampak dalam acara deklarasi dihadiri: Penasehat Relawan Sumsel Bersatu Jokowi-Ma'ruf Amin H. Heman Deru, Koordinator Nasional Tim Pembela Jokowi (TPJ)  Nazarudin Ismail bersama  Chairilsyah Pengurus Nasional  TPJ,  Koordinator Wilayah Sumsel  TPJ  Sumsel Novriansyah SH MH , dan diikuti sekitar 100 orang advokat gabungan yang pro  Jokowi-Ma'ruf Amin di Sumsel  dan tamu undangan lainya. 

Sementara itu, saat dalam.sambutan H. Herman Deru, meminta Tim Pembela Jokowi (TPJ)  mendekteksi hoax yang ingin menjatuhkan Presiden Joko Widodo.

Herman Deru menuturkan,  pada 2014 satu Bupati di Sumsel yang berani dukung Jokowi yakni Herman Deru.  “Bayangkan Gubernur saat itu  ke pihak lain.  Saat itu,  lawan politik  Jokowi didukung partai besar.  Saya dulu ditemani almarhum Romi Herton.  Di tengah perjalanan banyak yang datang.  Momen ini luar biasa,” katanya

Herman Deru mengungkapkan,  banyak yang akan bergabung menjadi tim pembela Jokowi untuk memenangkan Pilpres 2019.

“Secara survei nasional  irisan Jokowi sekitar 60 persen.  Kawan sebelah sekitar 30 persen,  yang belum menentukan pilihan swing voter.  
Hasil survei diatas  sangat fluktuatif.  Kita pelajari dulu pasangan yang kita dukung.  Yang paling fenomenal,  Jokowi itu tidak sombong, rendah hati.  Kalau kita agak sombong,  macet.  Kita pendukung Jokowi tidak boleh sombong, ” tuturnya.

Lanjutnya Herman Deru menuturkan,  bahwa incumben sudah berbuat dan  didukung tokoh luar biasa. ” Inilah kejujuran survei,  untuk kita berbuat.  Kalau kita tidak berbuat,  kita menjadi lalai. Kita harus melakukan tindakan yang konkrit.

"Ajak keluarga,  tetangga, dan komunitas.  Kita yakinkan kalau Jokowi pantas dipilih lagi. Karena Jokowi ini sederhana,  tidak memikirkan diri sendiri,” bebernya.

Herman Deru mengungkpkan,  dirinya berharap yang hadir ini sebagai magma, sehingga ada getaran sampai keseluruh Sumsel.  

“Kita sadar yang jagokan menang secara nasional. Saya memang simpati dengan Jokowi.  Makin dekat,  makin dalam rasa kagum. Wongnyo apo adonya.  Dak katek takutnya,  salah kalau ado yang ngomong Jokowi penakut. Dak salah milih Jokowi.  Indonesia butuh orang seperti beliau.  Jihad ini jihad dijalan yang benar.  Sumsel harus mendulang suara yang tidak memalukan untuk Jokowi, ” bebernya.

Herman Deru menuturkan,  TPJ Sumsel terdiri dari praktisi hukum yang bakal menjadi pagar pencinta dan pendukung Jokowi.  “Selamat kepada  kawan- kawan praktisi hukum sepakat mendukung Jokowi 2 periode.” bebernya.

Sementara itu,  Koordinator Wilayah Tim Pembela Jokowi Sumsel Novriansyah SH MH,  mengatakan   dibentuknya TPJ Sumsel  untuk menjaga marwah Presiden terhadap serangan yang menyerang bapak Jokowi.

“Kita sudah dibentuk,  kita membela Jokowi.  Karena marwah Presiden harus  dijaga. Kita tidak masuk tim pemenangan,  tidak dibawah tim pemenangan. Kita khusus menjaga marwah Presiden,” katanya.

Novriansyah menambahkan,  setelah dibentuk,  pihaknya akan segera menyisir pola yang mau menyerang Presiden.  “Kita sisir pola yang nak jatuhkan nama Presiden dengan cara hoax maupun pencemaran nama baik.  Jika dingatkan mental, Kalau tidak bisa kita lapor ke pihak berwenang. Aparat kita kan banyak.  Gambar meme yang melecehkan kita ingatkan.  Kalau meme bisa yang membangun tidak masalah,” Tegasnya. 

Dia menambahkan,  Tim Pembela Jokowi di Sumsel ini adalah yang ke 12. “Tim Pembela Jokowi ini sudah dibentuk di 12 provinsi.  Koordinasi kita langsung ke Tim Pembela Jokowi Pusat,"Tandasnya. 

Sementara itu, dalam sambutan TPJ Nasional,  Chairilsyah, mengatakan kedudukan TPJ Sumsel  merupakan tim untuk menyelamatkan demokrasi, yang di gawangi oleh Advokad di seluruh Indonesia, kegiatan dari TPJ mengawal proses demokrasi agar tidak diwarnai oleh Politik pecah belak, Black Campan dan Penyebaran Ujaran Kebencian.

"TPJ akan tetap menjaga kewibawaan simbol negara yaitu Jokowi Presiden RI."Ujarnya. 

Pelaksanaan Pemilu 2019, Pilpres 2019 memakan uang rakyat atau anggaran dana yang sangat besar. Oleh sebab itu, mari kita sukseskan dengan damai tanpa hoax maupun ujaran kebencian."Pungkasnya. (Jired). 


"HEBOH! KLIK BACA JUGA DIBAWAH INI:
loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam dan Terpercaya.

loading...
Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
Loading...