Loading...

Kamis, 18 Oktober 2018

loading...

Refleksi 4 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK: "Catatan Sukses dan PR yang Masih Tersisa"

    Kamis, Oktober 18, 2018   No comments

Loading...
Ilustrasi

JAKARTA, SriwijayaAktual.com - Tanggal 20 Oktober selalu "diperingati" sebagai hari diangkatnya Joko Widodo sebagai Presiden dan Jusuf Kalla sebagai wakilnya. Dalam tanggal itulah selalu dilakukan refleksi kinerja presiden Indonesia ketujuh tersebut.

Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Eva Kusuma Sundari mengatakan, selama menjalankan pemerintahan, kinerja Jokowi sangat memuaskan dan membawa perubahan berarti untuk Indonesia. Mulai dari pembangunan infrastruktur hingga gebrakan-gebrakan signifikan untuk kesejahteraan masyarakat hingga ke pelosok desa.

“Jokowi telah melakukan janji-janji kampanyenya, sesuai yang tertuang di dalam Nawa Cita,” ungkap Eva dalam diskusi bertajuk 4 Tahun Jokowi: Catatan Sukses dan Pekerjaan Tersisa di Restoran Tjikini Lima, Jakarta Pusat, Kamis (18/10/2018) dilansir okezone.


Eva juga menyebut kebijakan Jokowi sangat berpihak kepada “Wong Cilik" dan menyentuh level akar rumput. Sebut saja Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, BPJS Kesehatan, dan lainnya.

Di bidang infrastruktur, menurur Eva, cukup mendapat respons positif dari masyarakat. "Saya melihatnya infrastruktur mendatangkan kepuasan paling tinggi di rakyat ya. Dan paling puas dengan infrastuktur itu karena pembangunan berjalan. Kemudian dampaknya adalah investment grade kita naik sehingga capital in flow kita naik, tingkat kepercayaan masyarakat naik,” ujar dia.

Di tempat yang sama Direktur Rumah Mediasi Indonesia, M. Rida saleh mengapresiasi komitmen Jokowi yang membangun mulai dari pinggiran. Hal itu terbukti dari besarnya dana desa yang digelontorkan oleh Jokowi.

“Pembangunan di desa ini perlu kita lihat. Dari tahun 2015 sampai tahun 2017 memang prioritas yang didorong di dana desa itu adalah program-program infrastruktur, jadi kalau kita lihat Jokowi itu telah membangun jalan desa itu sepanjang 121.000 Kilometer,” ungkap dia.

Menurut Rida Saleh, hingga tahun 2018 Jokowi telah menggelontorkan 180 triliun rupiah untuk program desa. Dana tersebut diturunkan dalam tiga tahap, yaitu 20 Triliun pada tahun 2015, 40 Triliun pada tahun 2016, 40 triliun pada tahun 2017 dan 60 Triliun pada tahun 2018 ini.

“Selain dana desa, ada juga sekitar 7.000 embung, dan macam-macam program desa lainnya,” ungkapnya.

Ia pun mengkritisi para elit politik yang hanya berdebat seputaran progaram yang terkait dengan infrastruktur besar saja dan mengabaikan program infrastruktur pemerintah di level yang paling bawah.

“Selama ini, perdebatan di elit politik kita itu yang dilihat itu adalah bendungan besar, yang dilihat itu tol laut, atau infrastruktur yang besar-besar. Tapi yang tidak pernah dibicarakan itu adalah infrastruktur di level yang paling bawah dan itu memberikan stimulus bagi perekoniomian desa. Tidak hanya ekonomi, tetapi juga memboboti demokrasi di akar rumput,” tambahnya.

Soal keberhasilan pembangunan infrastruktur Jokowi ini juga diakui oleh Direktur Eksekutif Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago. Menurut dia, dalam kepemimpinannya, Jokowi banyak membangun jalan di luar Pulau Jawa. Selain itu membangun beberapa jalan tol dengan anggaran mencapai Rp12,5 triliun.

"Pembangunan infrastruktur di era Jokowi mendapat nilai positif dan menghasilkan nilai kepuasan publik cukup besar," ujar Pangi.

Jokowi dinilai sebagai presiden yang mampu menampilkan citra diri sebagai pemimpin yang dekat dengan masyarakat. Hal itu terbukti dengan blusukan yang selalu dilakukan Jokowi di setiap daerah.

Namun, Pangi memberikan beberapa catatan terhadap kinerja yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi Jokowi, seperti penyelesaian kasus hak asasi manusia (HAM) yang terjadi pada masa lalu.

“Hal ini masih memiliki tingkat kepuasan masyarakat yang rendah, padahal penyelesaian kasus HAM menjadi salah satu janji kampanye Jokowi-JK pada 2014,” kata Pangi.

Selain itu, pemerintahan yang dipimpin Jokowi juga harus bisa menyelesaikan segala bentuk kasus persekusi yang terjadi akhir-akhir ini, mulai dari mencegah dan menghentikan bentuk persekusi, salah satunya kasus penghadangan Neno Warisman di Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II, Pekan Baru.

Hal inilah, menurut Pangi yang menyebabkan tingkat kepuasan terhadap Jokowi secara keseluruhan masih sebesar 59%. “Untuk berada dalam titik aman agar kembali terpilih, Jokowi harus menyentuh angka 60% atau lebih, Jokowi masih memiliki satu tahun sisa masa jabatannya untuk memperbaiki pekerjaan rumahnya tersebut,” pungkasnya. [*]

"HEBOH! KLIK BACA JUGA DIBAWAH INI:
loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam dan Terpercaya.

loading...
Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
Loading...