Loading...

Selasa, 30 Oktober 2018

loading...

Viral! Buah Pisang Disuntik Darah Penderita HIV, kok Bisa? Ini Fakta Sebenarnya...

    Selasa, Oktober 30, 2018   No comments

Loading...
Viral pisang mengandung darah, ini fakta sebenarnya(Facebook.com/ Cahaya Surga)

SriwijayaAktual.com - Perkembangan media sosial yang kian beragam menjadi sarana banyak orang dalam menyebarkan informasi, namun jika tak disaring dengan cermat tak menutup kemungkinan malah akan meresahkan.
Seperti belum lama ini, dunia maya sedang dihebohkan dengan informasi bahaya pisang yang ditengarai mengandung bercak darah.
Dalam informasi yang disebarkan melalui platform WhatsApp tersebut, disebutkan bahwa bercak merah dalam pisang adalah darah orang yang menderit penyakit Human Immunodeficiency Virus (HIV).

Pesan itu juga menyebutkan, darah penderita HIV sengaja disuntikkan dalam makanan oleh pengikut aliran sesat yang bertujuan membunuh jutaan orang di seluruh dunia.
Ternyata, informasi ini pernah diunggah oleh akun Fanpage Facebook Cahaya Surga pada tanggal 26 April 2018.
Hingga hari ini, Rabu (24/10) informasi ini telah dibagikan oleh sebanyak 11,424 pengguna dan mendapat ratusan komentar.
Informasi tentang pisang yang mengandung darah penderita HIV ini rupanya dimulai ketika seorang bocah berusia 10 tahun, yang membeli pisang di sebuah supermarket terkenal Walmart di Tulsa, Oklahoma.
Setelah mengonsumsi pisang, bocah itu langsung dilarikan ke rumah sakit karena mengalami demam tinggi dan sakit kepala yang amat sangat selama tujuh hari.
Setelah dilakukan tes darah, bocah malang ini positif terkena virus HIV.
Tak selesai sampai di situ, delapan anak lain rupanya juga mengalami hal yang sama pada bulan Maret lalu.
Berita 'pisang berdarah' yang menghebohkan jagat dunia maya

Peristiwa ini membuat Centers for Disease Control and Prevention (CDC) di Amerika Serikat buka suara setelah berita tersebut menyebar dan menjadi viral.
Pihak CDC mengatakan bahwa cerita tersebut adalah hoaks, karena tidak bisa dipertanggung jawabkan.
“Anda tidak akan terinfeksi HIV karena mengonsumsi makanan yang sama dengan penderitanya, jika makanan tersebut terkontaminasi oleh virus HIV, maka akan hancur oleh suhu dan pemanasan.”
Lebih lanjut, pihak CDC juga menjelaskan bahwa virus HIV tidak bisa terdeteksi hanya dalam waktu singkat.
Apalagi, bocah tersebut langsung diidentifikasi tujuh hari setelah memakan pisang padahal setidaknya virus baru akan terdeteksi setelah empat minggu menginfeksi tubuh seseorang.
Selain itu, penting untuk diketahui bahwa virus HIV tidak dapat menulari seseorang melalui makanan.
Virus ini hanya akan menular melalui media lain seperti jarum suntik yang digunakan oleh penderitanya, pertukaran cairan tubuh (cairan darah, cairan dinding anus, cairan sperma, dan cairan vagina), ibu hamil, air susu ibu, dan transfusi darah.
Dengan demikian, seseorang tidak dapat terinfeksi HIV hanya melalui kontak sehari-hari misalnya berpelukan, berciuman, berjabat tangan atau berbagi makanan dan air minum.
Oleh sebab itu, informasi tentang pisang yang mengandung darah penderita HIV adalah informasi yang tidak benar dan tidak dapat dibuktikan kebenarannya.
Dengan begitu, penting Moms untuk menyaring lebih dulu segala informasi yang didapat melalui media sosial dan mencari data yang kredibel serta akurat. [grid.id]

"HEBOH! KLIK BACA JUGA DIBAWAH INI:
loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam dan Terpercaya.

loading...
Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
Loading...