Loading...

Jumat, 23 November 2018

loading...

ASLI TERPERANGA!! Ternyata Pernah Parkir 'Pesawat Hari Kiamat' di Bandara Soekarno Hatta

    Jumat, November 23, 2018   No comments

Loading...


Ternyata Pernah Parkir 'Pesawat Hari Kiamat' di Bandara Soekarno Hatta dan Viral di Dunia Maya...
JAKARTA, SriwijayaAktual.com - Pernah dengar 'Pesawat Kiamat' ya, pesawat itu ternyata pernah mendarat di Indonesia. 
Bagi yang belum mengetahuinya apa itu 'pesawat kiamat'. Kamu mesti baca penjelasannya di bawah ini.

Pesawat langka Boeing E-4B "Doomsday" pernah terlihat berada di bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten siang ini, Selasa (23/1/2018) lalu dilansir kompas.com.
Keberadaan pesawat tersebut dikaitkan dengan kunjungan Menteri Pertahanan AS, Jim Mattis ke Indonesia.
Foto pesawat berbadan putih dengan antena satelit MILSTAR di punggungnya itu beredar di media sosial sejak Selasa pagi ini.
Pesawat E-4B adalah pesawat komando strategis yang dioperasikan oleh Angkatan Udara AS (USAF).
Pesawat ini berbasis desain pesawat Jumbojet B747-200.
Oleh NATO, pesawat ini dijuluki sebagai "Pesawat Hari Kiamat" atau "Doomsday Plane".
Julukan itu diberikan sebab E-4B bakal difungsikan sebagai kantor kepresidenan, manakala perang nuklir pecah.
Pesawat ini juga biasanya mengikuti pesawat kepresidenan Air Force One saat kunjungan ke berbagai negara.
Angkatan Udara AS memiliki empat unit E-4B yang dioperasikan oleh skadron 1st Airborne Command and Control Squadron yang bermarkas di Offutt Air Force Base, dekat Omaha, Nebraska.
E-4B menyandang nama resmi National Airborne Operation Centres (NAOC).
Pos komando udara ini mengangkut pemimpin-pemimpin tinggi AS dan pucuk-pucuk pimpinan militer.
Pesawat langka Boeing E-4B "Nightwatch" atau "Doomsday" tertangkap kamera sedang berada di bandara Soekarno-Hatta (CGK/WIII), Tangerang (23/1/2018). - Aviatren.com
Dari pesawat ini, mereka bisa memberikan komando ke seluruh angkatan bersenjata AS, manakala terjadi perang nuklir, dan unit-unit di darat lumpuh akibat radiasi nuklir.
Boeing E-4B beroperasi sejak 1970 Pesawat ini masih menggunakan teknologi analog. Alasannya, untuk menghindari serangan cyber.
Kursi engineer di dalam kokpit juga masih dipertahankan (konsep kokpit lama dengan tiga kru).

Dari pesawat ini, Presiden AS juga masih bisa menghubungi kapal selam-kapal selam pembawa misil nuklir jika sistem komunikasi di darat sudah lumpuh. (Reska K. Nistanto)

"HEBOH! KLIK BACA JUGA DIBAWAH INI:
loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam dan Terpercaya.

loading...
Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
Loading...