Loading...

Jumat, 23 November 2018

loading...

Ini Kata Pengusaha Mengenai Sosok Capres RI 2019 Jokowi Vs Prabowo

    Jumat, November 23, 2018   No comments

Loading...

JAKARTA, SriwijayaAktual.com - Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta W. Kamdani membandingkan dua kandidat calon presiden RI yaitu Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Shinta membandingkan kedua calon presiden dari sisi ekonomi, tentunya untuk kebaikan banyak pihak.

“Kalau perbandingan, dua – duanya (capres cawapres) ya pasti untuk kebaikan, kita tahu lah. Maka saya tadi sebutkan, ekonomi yang inklusif, itu sudah pasti. Bahwa kita mau tumbuh lebih besar tentu, harus ada inklusivitas aspeknya. Ini yang akan menjadi prioritas buat tiap kandidat,” kata Shinta saat ditemui dalam acara Indonesia Economic Forum bertajuk Connecting Indonesia a New Five Year Agenda, di Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu (21/11/2018). Acara tersebut juga dihadiri oleh Capres RI nomor urut 02, Prabowo Subianto.
Namun sayangnya, kata Shinta, sejauh ini kedua pasangan capres cawapres belum ada yang mengelaborasi terkait inklusivitas ekonomi tersebut. “Dari visi misi, itu belum pernah elaborasi. Belum pernah ada perdebatan.
Saat ini, Shinta menilai kampanye belum benar-benar menyentuh substansi yang sesungguhnya. Di satu pihak, petahana menjalankan kebijakan yang ada. Di lain pihak, oposisi baru sebatas mengomentari kebijakan-kebijakan yang dijalankan oleh pemerintahan saat ini.

“Kampanye belum jalan ke substansi. Kalau pak Joko Widodo beliau memang presiden, melakukan tugas – tugasnya sebagai kepala negara. Mungkin perdebatan antar kandidat belum kelihatan, selain memang oposisi memberikan tanggapan kebijakan pemerintah yang dianggap tidak benar,” ujarnya.
“Kampanye belum jalan ke substansi. Kalau pak Joko Widodo beliau memang presiden, melakukan tugas – tugasnya sebagai kepala negara. Mungkin perdebatan antar kandidat belum kelihatan, selain memang oposisi memberikan tanggapan kebijakan pemerintah yang dianggap tidak benar,” ujarnya.
Shinta mengungkapkan, sebenarnya kebijakan pemerintah saat ini sudah banyak yang bagus, namun pada kenyataannya di lapangan masih belum seperti yang diharapkan. “Tapi masalahnya implementasi nya di lapangan belum jalan. Dari regulasi, perizinan. Tadinya pusat dan daerah mau diintegrasikan, misal lewat OSS. Belum jalan. Masih banyak tumpang tindih sekarang antara pusat dan daerah.”
“Policy jelas, kenyataannya gak jalan di lapangan,” tutupnya. (dor/ep.ak/mdk) 


"HEBOH! KLIK BACA JUGA DIBAWAH INI:
loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam dan Terpercaya.

loading...
Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
Loading...