Loading...

Rabu, 21 November 2018

loading...

[VIDEO] Dengan Lantunan Surat Yasin & Do'a Bersama, Massa Aksi "Serbu" Kantor Gubernur Sumsel

    Rabu, November 21, 2018   No comments

Loading...


PALEMBANG, SriwijayaAktual.com - Ratusan sopir batubara di berbagai daerah Kabupaten di Provinsi Sumatera Selatan seperti; Kabupaten Lahat, Kab.PALI, Kab.Muara Enim, Kota Prabumulih dll, "serbu" alias melakukan aksi unjuk rasa damai protes atas Peraturan Gubernur Sumsel (Pergub Sumsel) Nomor 74 Tahun 2018 Tentang Pencabutan Peraturan Gubernur Nomor 23 Tahun 2012 Tentang Pengangkutan Batubara Melalui Jalan Umum diberlakukan pada 8 November 2018 kemarin.

Massa aksi unjuk rasa para sopir truk batubara yang datang ke kantor Pemprov Sumsel mengganggap Perda tersebut tidak berpihak kepada para sopir truk batubara.

Berbagai keluhan hingga persoalan ekonomi keluarga pun diungkit para sopir truk batubara dari berbagai kabupaten di Sumsel ini.

"Kami mau makan apa Pak? Truk (batubara) distop. Ada kebun karet sedikit sudah kami jual untuk kredit mobil truk, sementara anggkutan truk batubara tidak boleh melintas dijalan umum atau jalan raya. Jadi  Anak, istri kami bagaimana pak! itu semua tanggungan kami," teriaknya koordinator lapangan Arismawan.

Sementara itu, sebelum pengunjukrasa diterima secara langsung oleh Gubernur Sumsel atau perwakilan Pemprov.Sumsel yang saat itu perwakilan Gubernur Sumsel, Sekda Sumsel H. Nasrun Umar sudah turun berada dihadapan para pengunjukrasa, namun pengunjuk rasa melakukan dahulu pembacaan lantutan Surat Yasin dan Do'a bersama dengan harapan permintaanya di kabulkan oleh Gubernur Sumsel. 

Silahkan simak cuplikan berita video aksi selengkapnya dibawah ini; 


Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi  Sumsel (Sekda Sumsel), saat memberikan tanggapan kepada pengunjukrasa para sopir, H. Nasrun Umar menjelaskan tentang aturan truk batubara dilarang melintas.

Salah satu poin pada Peraturan Daerah (Perda) Sumsel Nomor 5 Tahun 2011 ialah, truk bermuatan batubara dilarang melintas di jalan umum yang biasa dilalui kendaraan pribadi maupun umum.

"Sebenarnya, setelah Perda keluar tahun 2011, masih ada batas toleransi kendaraan (truk batubara) ialah dua tahun. Lewat dua tahun, truk batubara tidak boleh lewat jalan umum, namun lewat dijalan servo titan jalan khusus muatan truk batubara" tegasnya  

Namun menurutnya Nasrun,  toleransi yang diberikan pemerintah, tidak diindahkan pengusaha sehingga truk batubara hingga tahun ini pun masih leluasa beroperasi di jalan umum.

"Artinya kan toleransi dari Pemprov Sumsel sudah lewat, tapi masih saja, saya katakan bos-bos bapak alias pengusaha batubara di Sumsel sekalian yang masih melanggar Perda Nomor 5 Tahun 2011," Tandasnya Nasrun Umar  di hadapan massa aksi. (red*). 



"HEBOH! KLIK BACA JUGA DIBAWAH INI:
loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam dan Terpercaya.

loading...
Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
Loading...