Loading...

Selasa, 20 November 2018

loading...

woOW!! Ratusan Pendekar Bertarung di Atas Permukaan Air Laut...

    Selasa, November 20, 2018   No comments

Loading...
Salsabila (merah) sedang memeragakan seni silat di atas panggung bambu yang diletakkan di atas permukaan laut Pantai Bangsring Banyuwangi Sabtu (17/11/2018). - KOMPAS.COM/Ira Rachmawati

BANYUWANGI-JATIM, SriwijayaAktual.com - Selalu ada yang baru di Banyuwangi. Ungkapan itulah kira-kira yang mewakili pertemuan ribuan pendekar di pesisir Pantai Bangsring, Kecamatan Wongsorejo. Sejumlah pendekar silat dari berbagai perguruan saling bertemu dan silaturahmi.


Meski berbeda perguruan, para pendekar silat tampak akrab. Mereka saling berbincang. Bahkan, juga bersama-sama menggelar apel pendekar yang berada persis di bibir pantai. Dalam apel itu, para pendekar juga mengucapkan ikrar pendekar kesetiaan terhadap Negara Kesatuan Negara Republik Indonesia (NKRI).


Usai apel dan ikrar, ribuan pendekar juga bersama-sama berzikir dan berdoa untuk keutuhan dan keselamatan bangsa dan negara. Sesudahnya, para pendekar saling menunjukkan kepiawaiannya beradu jurus. Tidak hanya di darat, melainkan juga di atas permukaan laut dan di bawah laut.

Para pendekar yang datang saling beradu jurus di atas permukaan laut. Jika ditonton dari daratan, para pendekar seolah sedang beradu jurus di atas permukaan air laut. Padahal sejatinya, ada sebuah papan kayu yang disediakan khusus dengan ukuran 6 x 8 meter yang jarak dari permukaan laut sekitar 25 sentimeter.

Selain saling bersaing dalam beradu jurus, para pendekar juga memeragakan silat di bawah air laut yakni di kedalaman lima meter dari atas permukaan air laut. Ada dua pendekar yang tidak mengenakan tabung gas oksigen. Kedua pendekar tersebut sama-sama bertarung di bawah permukaan air laut, meski hanya dalam hitungan beberapa detik saja.

Sementara juga ada pendekar yang memeragakan jurus silat dengan menggunakan tabung gas oksigen. Para pendekar yang juga penyelam itu memeragakan jurus silat di bawah permukaan air laut di kedalaman lima meter. Pertunjukan silat tersebut memang tak lazim, karena diselenggarakan di atas dan di bawah permukaan air laut.
Para pendekar menunjukkan atraksi jurus silat di kedalaman lima meter di bawah permukaan air laut. (Sandi Sumarsono For RaBa)

Panitia Kegiatan Ikhwan Arif mengatakan, kegiatan bertajuk Silat on the Sea tersebut merupakan salah satu untuk mempromosikan wisata bahari yang ada di Banyuwangi. Lebih dari itu, juga untuk lebih mengenalkan dan memasyarakatkan olahraga pencak silat ke berbagai penjuru tanah air dan dunia internasional.

Atraksi silat di atas dan di bawah permukaan air laut itu juga merupakan salah satu atraksi olahraga, yang dipadukan dengan pariwisata (sport tourism). ”Selain mendongkrak kunjungan wisatawan juga dapat mengangkat derajat budaya asli Indonesia agar lebih dikenal, sekaligus sebagai ajang promosi agar pencak silat agar bisa dipertandingkan dalam Olimpiade 2020 mendatang,” ungkap Ikhwan.

Apalagi, kata Ikhwan, pada Agustus lalu pencak silat sudah dipertandingkan secara resmi di Asian Games 2018. Setelah di Asian Games, induk olahraga pencak silat dunia bertekad agar silat juga dapat dipertandingkan di Olimpiade. ”Oleh karena itu sangat membutuhkan peran dari berbagai pihak untuk lebih mengenalkan silat di dunia Internasional,” terang lelaki 34 tahun ini.

Meski baru kali pertama digelar, event yang mengolaborasikan silat dengan pariwisata ternyata sangat ditunggu oleh sejumlah wisatawan. Bahkan para wisatawan mancanegara (wisman) juga mengikuti apel pendekar hingga pertunjukan benar-benar tuntas.

Para wisatawan juga sangat menikmati setiap pertunjukan silat mulai apel seribu pendekar, ruwat NKRI, aksi teatrikal pencak silat diatasi Rumah Apung, pertandingan silat terapung, hingga silat underwater.

Arif  Fauzi, salah seorang wisatawan mengaku sangat terpesona dengan ide kreatif yang memadukan olahraga dengan pariwisata tersebut. Dia tak pernah menduga jika ada pertarungan pencak silat yang diselenggarakan di atas permukaan air laut. ”Saya awalnya penasaran, setelah nonton langsung ternyata juga sangat menarik,” katanya.

Dia juga mengapresiasi perguruan silat yang saling bersatu meskipun mereka saling bertanding. Namun, masih tetap menjaga sportivitas dan menjunjung nilai-nilai kebersamaan, kerukunan, dan kedamaian. ”Saya juga sempat merinding tadi, kompak, rukun, dan luar biasa,” tandasnya. (bw/ddy/als/JPR)


"HEBOH! KLIK BACA JUGA DIBAWAH INI:
loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam dan Terpercaya.

loading...
Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
Loading...