Loading...

Minggu, 02 Desember 2018

loading...

Heboh! Ditemukan Bom Aktif Sisa Perang Dunia II Seberat 500 Kg Mengancam Kota Sabang, Begini Penampakannya...

    Minggu, Desember 02, 2018   No comments

Loading...
Penampakan bom aktif seberat 500 Kg yang diduga sisa dari Perang Dunia II ditemukan di Kota Sabang tak jauh dari Kantor Pusat BPKS Sabang. - SERAMBINEWS.COM/FACEBOOK TEUKU MAHLIYUNI

BANDA ACEH-ACEH, SriwijayaAktual.com - Satu bom aktif yang diduga sisa dari Perang Dunia II ditemukan di Kota Sabang tak jauh dari Kantor Pusat BPKS Sabang.
Perihal penemuan bom berbentuk tabung itu telah menuai kekhawatiran banyak pihak terhadap ancaman yang ditimbulkannya.
Sebab, selama ini lokasi dimana bom tersebut ditemukan masih berada dekat dengan pusat kota dan keramaian.

Bahkan lokasi sekitar penemuan bom kerap menjadi tempat mencari ikan dan pemancingan warga. Adalah Teuku Mahliyuni, pengguna media sosial facebook yang awalnya menggugah beberapa foto bom tersebut di akunnya seperti terpantau Serambinews.com, Sabtu (1/12/2018).
Dalam keterangannya Teuku Mahliyuni menulis, "Sebuah Bom sisa Perang Dunia II ditemukan di dekat bangku lima, ujoeng me kota Sabang. Bom tersebut beratnya mencapai 500 kilogram.
Bom Inggris tersebut tidak meledak saat di jatuhkan dari pesawat perang Avengers dan Dauntless operasi bersandi COCKPIT HMS Ilustrios dan SS Saratoga pada tanggal 19 April 1944.
Otoritas pelabuhan Sabang belum mengingatkan para pemancing ikan untuk mengantisipasi gangguan ketika berada di dekat lokasi karena agak riskan bom tersebut berada di tepian pantai yang berbatuan.

Sepertinya Bom yang berjarak puluhan meter dari pemukiman penduduk layak untuk dijadikan Natural History Museum Sabang setelah di jinakkan oleh Team Gegana Jihandak atau Jibom.
Bom tersebut yang berada sekitar tujuh puluhmeter dari kantor pusat BPKS Sabang, dan seratus meter dari pusat keramaian Sabang fair yang mungkin akan berdampak buruk jikalau di biarkan diterjang ombak berbatuan karena Bom tersebut masih aktif."

Mengiringi unggahan keterangan foto tersebut, Teuku Mahliyuni turut mengunggah beberapa foto hasil jepretannya dalam kolom foto akunnya. Sejauh ini, pihak otoritas keamanan di Kota Sabang belum bersikap.

Namun beberapa warga justru telah lama berharap agar Tim penjinak bahan peledak (Jihandak) Polri segera diterjunkan ke lokasi untuk memastikan tingkat keaktifan bom tersebut. Selain itu, juga demi keselamatan warga setempat.
"Pagi pagi, sebelum kekantor saya melihat masih ada Bom tersebut walaupun telah berulangkali di upload ke media sosial dan selama ini belum ada Team penjinakan bom, yang meninjau ke lokasi untuk mengambil tindakan meskipun di Sabang lengkap pasukan TNI Polri sebagai pangkalan militer di ujung sumatra," sambung Teuku Mahliyuni di akun facebooknya.
Seperti diketahui Perang Dunia II atau Perang Dunia Kedua (biasa disingkat menjadi PDII atau PD2) adalah sebuah perang global yang berlangsung mulai tahun 1939 sampai 1945.
Perang ini melibatkan banyak sekali negara di dunia -- termasuk semua kekuatan besar -- yang pada akhirnya membentuk dua aliansi militer yang saling bertentangan: Sekutu dan Poros.
Perang ini merupakan perang terluas dalam sejarah yang melibatkan lebih dari 100 juta orang di berbagai pasukan militer.
Dalam keadaan "perang total", negara-negara besar memaksimalkan seluruh kemampuan ekonomi, industri, dan ilmiahnya untuk keperluan perang, sehingga menghapus perbedaan antara sumber daya sipil dan militer.
Ditandai oleh sejumlah peristiwa penting yang melibatkan kematian massal warga sipil, termasuk Holocaust dan pemakaian senjata nuklir dalam peperangan, perang ini memakan korban jiwa sebanyak 50 juta sampai 70 juta jiwa.
Jumlah kematian ini menjadikan Perang Dunia II konflik paling mematikan sepanjang sejarah umat manusia.(*)

"HEBOH! KLIK BACA JUGA DIBAWAH INI:
loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam dan Terpercaya.

loading...
Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
Loading...