Loading...
Loading...

Sabtu, 22 Desember 2018

loading...

Jika Kelak Perang Usai, Indonesia Berpeluang Garap Proyek Pembangunan Kembali Irak dan Suriah

    Sabtu, Desember 22, 2018   No comments
iklan

Loading...
Ribuan warga Suriah melakukan eksodus massal pada Kamis (15/3/2018). (AFP/Louai Beshara)

JAKARTA, SriwijayaAktual.com - Sebagai rangkaian dari kunjungan kerja ke Yordania, delegasi Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI menyambangi Amman Chamber of Commerce (ACC). 

Kunjungan tersebut untuk membahas perkembangan hubungan perdagangan, investasi dan pariwisata RI-Yordania, serta upaya-upaya yang dapat dilakukan bersama dalam rangka menguatkan hubungan bilateral kedua negara yang telah terjalin sejak lama.

Dipimpin oleh Juliari P. Batubara, delegasi BKSAP yang didampingi oleh Dubes RI Andy Rachmianto diterima oleh Vice Chairman Nafez S. Alayyan dan Board Members ACC, pekan ini. Juliari menekankan bahwa kedua negara harus bersinergi untuk mengembangkan pertukaran perdagangan yang dinilai masih terlalu kecil.

“Yordania dapat menjadi pintu masuk bagi produk-produk Indonesia untuk dipasarkan di kawasan Timur Tengah, termasuk Uni Eropa dan Amerika Serikat, karena telah memiliki perjanjian perdagangan bebas dengan Yordania. 

"Demikian pula dengan Indonesia yang dapat dijadikan pintu masuk bagi produk-produk Yordania di wilayah Asia Tenggara, yang berpenduduk sebanyak 700 juta jiwa,” kata Juliari melalui siaran pers, Kamis (20/12/2018).
Pasukan propemerintah Suriah tiba di perbatasan Nassib yang berseberangan dengan Yordania, selatan Daraa, usai terjadinya kesepakatan gencatan senjata dengan kelompok pemberontak.(AFP / MOHAMAD ABAZEED)

Juliari menambahkan bahwa Indonesia memiliki industri besar seperti otomotif dan pesawat terbang yang dapat dimanfaatkan oleh Yordania. Indonesia telah mengekspor produk-produk kendaraannya ke berbagai negara, termasuk ke Yordania dan beberapa negara Timur Tengah.

Sementara itu, Dubes Andy menjelaskan bahwa Indonesia memiliki perusahaan-perusahaan konstruksi yang berpengalaman dalam melaksanakan proyek-proyek konstruksi di beberapa negara dengan hasil yang memuaskan. Tentunya, kerja sama di bidang konstruksi juga dapat dikembangkan antara Indonesia dan Yordania.

Di sisi lain, Nafez menekankan bahwa perusahaan-perusahaan konstruksi Indonesia dapat berpartisipasi pada proyek-proyek pembangunan kembali Suriah dan Irak pasca perang, yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. 
Seorang penembak jitu Kurdi Suriah duduk di antara puing-puing di kota Kobani, Suriah (AP)

Perusahaan konstruksi Indonesia tersebut disarankan untuk menanamkan modalnya terlebih dahulu dan bermitra dengan pengusaha di Yordania. Sehingga, pada saat proyek rekonstruksi Suriah dan Irak dimulai, perusahaan Indonesia tersebut dapat langsung berpartisipasi secara aktif.

“Saya berharap perusahaan-perusahaan Indonesia di sektor lainnya dapat pula mengembangkan sayap bisnisnya ke Yordania,” jelasnya. [**]


"HEBOH! KLIK BACA JUGA DIBAWAH INI:
loading...

About Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam dan Terpercaya.

loading...
Previous
Next Post
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda :
Tidak ada komentar:
Write komentar

Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
Loading...