"Mahasiswa UI Lakukan Sosialisasi Program Pengabdian Masyarakat di Kota Palembang"
Loading...

"Mahasiswa UI Lakukan Sosialisasi Program Pengabdian Masyarakat di Kota Palembang"

Thursday, December 20, 2018, Thursday, December 20, 2018
loading...
Loading...



PALEMBANG, SriwijayaAktual.com - Tri dharma perguruan tinggi merupakan dasar penggerak bagi perguruan tinggi dalam melakukan segenap aktivitasnya. Pendidikan dan penelitian merupakan aktivitas yang banyak dilakukan oleh perguruan tinggi di seluruh dunia. Namun, kegiatan pengabdian masyarakat (pengmas) menjadi keunikan tersendiri bagi perguruan tinggi yang ada di Indonesia.

"Salah satu perguruan tinggi negeri terbaik di negeri ini, Universitas Indonesia (UI) melalui Direktorat Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DRPM), selalu menyelenggarakan program pengabdian masyarakat dengan berbagai macam skema, diantaranya Ilmu Pada Teknologi (IPTEKS) bagi masyarakat, peningkatan kapasitas produk unggulan daerah, kemitraan untuk pengabdian masyarakat, dan UI Peduli."Ujarnya.

Demikian diatas tuturnya Nurrohman Nafiudin, seorang mahasiswa Magister Ilmu Geografi UI melakukan sosialisasi kepada warga kota Palembang khususnya di Kelurahan 5 Ulu, Selasa (18/12/2018), mengenai program pengmas melalui skema IPTEKS bagi masyarakat dengan judul penelitian “Pemanfaatan Data Citra Penginderaan Jauh Untuk Menentukan Lokasi Prioritas Ruang Terbuka Hijau sebagai Ruang Publik Terpadu Ramah Anak di Kota Palembang”.

Lanjutnya Nurrohman, menurutnya bahwa  istilah Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) memang belum terlalu dikenal luas oleh masyarakat. Maka dari itu salah Mahasiswa  UI melakukan tindakan sebagai  upaya sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya penyediaan ruang publik terpadu ramah anak, guna mendukung pencapaian sebuah kota menjadi kota layak anak.

"Kota Layak Anak adalah kota yang mempunyai sistem pembangunan berbasis hak anak melalui pengintegrasian komitmen dan sumber daya pemerintah, masyarakat dan dunia usaha, yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan dalam kebijakan, program, dan kegiatan untuk menjamin terpenuhinya hak dan perlindungan anak."Jelasnya.

Dalam paparannya Nurrohman juga mengatakan bahwa pemenuhan hak anak merupakan bagian dari pemenuhan hak asasi manusia yang wajib dijamin, dilindungi dan dipenuhi oleh orang tua, keluarga, masyarakat, pemerintah, dan negara. Lingkungan hidup yang memadai merupakan salah satu tuntutan bagi anak untuk menjalani eksistensinya sebagai anak secara wajar di perkotaan. Salah satu kebutuhan anak adalah tersedianya ruang publik yang memadai dan mampu untuk mengakomodir berbagai kebutuhan dan kepentingan anak dalam menjalankan kegiatan sosialnya.

Sebagai upaya untuk menjalankan permeneg PPPA no 12 tahun 2012 tentang indikator Kabupaten/Kota Layak Anak, sejak 2015 pemerintah DKI Jakarta telah terlebih dahulu membangun sebuah ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA), dan saat ini jumlahnya mencapai 290 RPTRA. Keberadaan RPTRA sudah bisa dinikmati oleh sebagian besar masyarakat dalam mendukung kota layak anak, meskipun pemenuhan hak anak terhadap lingkungan belum maksimal. Namun, anak-anak sudah mendapatkan hak-haknya secara cukup berupa hak bermain, berkreasi, berpartisipasi, bebas berkumpul, mendapatkan pendidikan, kesehatan yang layak dan pelayanan yang mudah diakses tanpa diskriminatif (Herlina, 2018).

Palembang sebagai salah satu kota terbesar di Indonesia, sebenarnya sudah menginisiasi menjadi Kota Layak Anak sejak akhir Desember 2015. Namun, dari 17 kabupaten/kota yang ada di Provinsi Sumatera Selatan yang secara keseluruhan telah menginisiasi menjadi kabupaten/kota layak anak, belum ada satupun yang mendapat predikat sebagai kabupaten/kota layak anak. Beberapa laman media massa menyebutkan bahwa penyebab belum tercapainya predikat tersebut dikarenakan belum terpenuhinya infrastruktur penunjang, salah satunya yaitu keterbatasan ruang publik ramah anak.
Nurrohman Nafiudin

Dalam pemaparannya lebih lanjut, Nurrohman menilai bahwa pembangunan ruang publik terpadu ramah anak perlu dilakukan demi mendukung ketercapaian kota Palembang sebagai kota layak anak. Namun, sebelum dilakukan pembangunan, dibutuhkan kajian mendalam mengenai dimana lokasi potensial yang dapat dikembangkan untuk ruang publik terpadu ramah anak, agar pembangunan RPTRA dapat dijangkau dan dinikmati oleh sebagian besar masyarakat.

Penentuan lokasi potensial dapat dilakukan dengan menggunakan data penginderaan jauh/data citra satelit dan sistem informasi geografis (SIG). Sistem informasi geografis dapat menjadi alat dalam mengolah, memaipulasi, menganalisis, maupun menyajikan data dari citra penginderaan jauh. Penginderaan jauh dan sistem informasi geografis harus dilakukan secara terintegrasi agar dapat memperoleh informasi yang optimal sehingga wilayah prioritas pembangunan ruang public terpadu ramah anak dapat dihasilkan lebih akurat.

Kegiatan pengabdian masyarakat dari Direktorat Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DRPM) Universitas Indonesia ini dilakukan dalam jangka panjang. Penentuan lokasi yang benar dan sesuai harus selaras dengan tujuan pembangunan dari rencana tata ruang wilayah kota Palembang. Keberadaan RPTRA nantinya diharapkan dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk beraktivitas dan menjadi salah satu alat pendukung bagi pemerintah kota dalam mendukung pencapaian Kota Palembang sebagai Kota Layak Anak."Tandasnya Nurrohman. [**] 


TerPopuler

close
loading...