Eksklusif! Menteri Bambang Brodjonegoro Yakin Tingkat Kemiskinan Bisa Nol Persen di 2045
Loading...

Eksklusif! Menteri Bambang Brodjonegoro Yakin Tingkat Kemiskinan Bisa Nol Persen di 2045

Thursday, January 3, 2019, Thursday, January 03, 2019
loading...
Loading...
Bambang Brodjonegoro [dok/net]

JAKARTA, SriwijayaAktual.com - Menteri Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Bambang Brodjonegoro, telah merencanakan misi kondisi Indonesia pada tahun 2045. Salah satu misi yang menarik pada tahun itu adalah terkait angka kemiskinan di Indonesia bisa menyentuh nol persen. Tetapi, berkurangnya angka kemiskinan itu harus pula disertai penguatan berbagai kebijakan penunjang.

“Dengan misi Indonesia 2045, ekonomi akan tumbuh dan devisa akan semakin meningkat. Jadi, kalau devisanya kuat, pariwisatanya kuat, logikanya nilai tukar rupiah ke depan akan lebih kuat. Dan tentunya, kemiskinan hampir nol (persen), pengangguran juga kecil mungkin 2-3 persen,” katanya ketika ditemui wartawan di ruang kerjanya Kantor Bappenas, Jakarta, Kamis (27/12/2018).

Sementara itu, menyinggung pernyataan calon Presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto yang menyamakan tingkat kemiskinan Indonesia setara dengan Afrika, khususnya Kota Rwanda dan Haiti. Menurutnya, tingkat kemiskinan Indonesia tidak setara dengan kota yang disebutkan itu mengingat kota tersebut merupakan kota terkecil.

“Kalau kita bandingkan kemiskinan, kita akan pakai standar dunia. Tingkat kemiskinan kita hampir USD3 per chasing power parity. Jadi kalau bandingkan dengan negara lain, jangan bandingkan kemiskinan dengan negara kecil. Rwanda itu kecil sekali negaranya. Kalau Rwanda perbandingannya dengan Singapura. Kalau kita dibandingkannya dengan Nigeria, Afrika, Mesir, ya pasti lebih baik, paling nggak income per kapitanya. Kalau dibandingkan dengan negara Afrika, kita masih lebih baik,” ujarnya.

Dirinya pun berharap kinerja pemerintahan selanjutnya bisa mempertahankan angka pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun dikisaran 5,1 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Dengan demikian, pihaknya yakin bangsa Indonesia bisa terlepas dari middle income trap atau pendapatan menengah ke bawah.

“Di 2045 itu intinya, kalau kita bisa melanjutkan pola pertumbuhan ekonomi yang ada sekarang 5,1 persen saja per tahun rata-rata selama antara 20-27 tahun ke depan, maka kita berpeluang menjadi negara yang berpendapatan tinggi atau bisa disebut negara maju itu sekitar tahun 2040an,” ujarnya.

Program 2045 tersebut disebut-sebut juga ingin membawa misi Indonesia menjadi negara maju. Sebab, selama ini Indonesia masih berstatuskan negara berkembang.

“Intinya ketika kita merayakan 100 tahun kemerdekaan 2045, pertama Indonesia sudah masuk 5 ekonomi terbesar di dunia. Kedua, dilihat dari per kapitanya kita sudah masuk berpendapatan tinggi. Sekarang ini kan kita masuk dipendapatan menengah ke bawah, dua tahun lagi mungkin menengah ke atas. Terus butuh waktu lagi sampai pada akhirnya pendapatan ke atas,” ucapnya.

Dan pada 2045 mendatang, diharapkan Indonesia tidak lagi bergantung terhadap sektor Sumber Daya Alam (SDA) yang selama ini menjadi ketergantungan untuk memajukan pertumbuhan ekonomi.

Selain itu, sektor pariwisata termasuk program “10 Bali Baru” juga gencar dipromosikan untuk menarik wisatawan mancanegara dengan tujuan meningkatkan cadangan devisa.

“Jadi, Indonesia berpendapatan menengah ke atas, penduduknya 320 juta jiwa, dan ekonominya tidak lagi bergantung dengan sumber daya alam (SDA) tapi sudah yang kepada penciptaan nilai tambah. Jadi, nilai tambahnya selain ketahanan pangan, bisa ekspor, yang paling penting itu sektor manufaktur kita," ujar Bambang.

"Kita itu sudah menjadi salah satu pemain penting di dalam global supply chain. Kita nanti akan punya produk-produk unggulan yang akan menentukan eskpor kita ke depan. Plus Indonesia akan menjadi satu tujuan wisata di dunia. Jadi, potensi wisatawannya jauh lebih besar dari sekarang,” ucapnya lagi. [*]



TerPopuler

close
loading...