Loading...
Loading...

Rabu, 16 Januari 2019

loading...

Mantan Pemain Sepakbola Ini Kini Kerja Serabutan, Minta PSSI Cabut Hukuman Seumur Hidup

    Rabu, Januari 16, 2019   No comments
iklan

Loading...
Agus 'Awang' Setiawan ingin hukuman seumur hidup dicabut karena merasa tidak bersalah. (Zaini Arrosyid)

TEMANGGUNG-JATENG, SriwijayaAktual.com - Mantan pemain PSS Sleman, Agus 'Awang' Setiawan (33) kini kerja serabutan setelah dihukum seumur hidup tidak boleh berkecimpung di sepakbola seumur hidup. Ia memohon PSSI mencabut hukumannya karena ia tidak terlibat dalam pengaturan pertandingan di ‘Sepakbola Gajah’ yang terjadi tahun 2014 silam.

Kepada wartawan, Awang mengatakan gol yang diciptakannya ke gawang sendiri tidak sengaja dilakukan. Gol tersebut akibat dirinya kalut saat dikejar sejumlah pemain PSIS. Ia kemudian mengumpankan bola itu ke arah kiper.

“Lalu saya umpankan dengan kaki kiri ke depan gawang, rupanya kiper tidak ada di tempat yang seharusnya dia berposisi, bola masuk," kata Awang di Temanggung, Kamis (10/01/2018).

Dia melanjutkan tendangan kaki kirinya buruk dan tidak kuat, sebagai pemain gelandang kuat di tendangan di kaki kanan. Maka itu tidak mengira umpan ringan itu akan masuk. Peristiwa itu sangat mengejutkan, bahkan dirinya divonis Komdis PSSI terlibat dalam pengaturan pertandingan.

Pertandingan Sejak Awal Tidak Sehat
Agus ‘Awang’ Setiawan menyampaikan sedari awal pertandingan sudah tidak sehat. Pemain kedua tim hanya main-main umpan teman, dengan tanpa menyerang. Wasit sudah diberitahu pemain di lapangan untuk menghentikan pertandingan, tetapi tidak mau dengan tetap meminta terus bermain.

Saat rehat babak pertama, di dalam ruang ganti sudah tidak ada pelatih yang ada asisten pelatih dan manajer. Sebelum kembali bermain pada pemain dipesan jangan menang dengan PSIS. "Yang keluar terakhir dari ruang ganti Hermawan, teman-teman sudah ada di lapangan," katanya.

Bapak satu anak ini melihat ada sebuah kejanggalan, beberapa saat sebelum Hermawan melakukan tendangan bunuh diri yang membuat PSIS unggul 1-0. Kejanggalan itu yakni nampak ada semacam kode dari team bench.
"Kalau saya faktor kalut dan panik, kalau Hermawan ada semacam kode," katanya.

Siap Jika Akan Dipanggil Satgas Anti Mafia Bola
Dia mengaku tidak takut akan dipanggil Satgas Anti Mafia Bola, justru akan dengan senang hati menyampaikan apa yang terjadi disaat pertandingan semifinal Divisi Utama, yang berlangsung di Sasana Krida Akademi Angkatan Udara, Minggu (26/10/2014) itu.

Saat itu PSS menang 3-2 atas PSIS, semua gol merupakan gol bunuh diri. Manajemen PSS tidak ingin bertanding bertanding melawan Borneo FC, padahal pemain siap bermain dengan tim manapun.

Tekad Awang itu diakukan untuk membersihkan dirinya dari tudingan selama ini dan demi sepak bola yang lebih baik kedepan. Untuk bermain sepak bola profesional, sudah tidak memungkinkan mengingat umur dan stamina yang tidak prima lagi, namun yang terpenting baginya adalah sepak bola bersih dari mafia dan dirinya menjadi tumbalnya. 

Tidak Ingin Dihakimi Anak
Saat ini untuk memenuhi kebutuhan hidupnya ia kerja serabutan, misalnya menjadi makelar batu bata, pasir, media tanam untuk jamur dan lainnya. Dicabutnya hukuman seumur hidup sedikit banyak meringankan beban psikologisnya.

"Saya merintis karier sepakbola dari kecil, namun pupus sudah karena cap pemain sepakbola gajah," katanya. Anak lelakinya yang kini merintis pemain sepakbola juga seringkali menghakimi dirinya sebagai pelaku gol bunuh diri disengaja pada sepakbola gajah.
Penghakiman ini sangat menyakitkan, maka itu dirinya memohon untuk penghapusan hukuman dan PSSI membersihkan namanya."Saya akan ungkap yang terjadi, saya tidak ingin dihakimi anak, saya tidak sengaja memasukkan bola," katanya. (Osy/KRj)

"HEBOH! KLIK BACA JUGA DIBAWAH INI:
loading...

About Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam dan Terpercaya.

loading...
Previous
Next Post
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda :
Tidak ada komentar:
Write komentar

Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
Loading...