Aplikasi Digital eFishery Dinilai Mampu Efisienkan Biaya Produksi Budidaya Perikanan
Loading...

Aplikasi Digital eFishery Dinilai Mampu Efisienkan Biaya Produksi Budidaya Perikanan

20 February 2019,
loading...
Budiaya Ikan/Ilustrasi

SriwijayaAktual.com - CEO eFisher, Gibran Huzaifah mengatakan inovasi dalam bentuk penggunaan alat pemberian makan ikan otomatis atau aplikasi eFishery mampu membuat masyarakat pembudidaya ikan makin efisien dalam hal pemberian makan.

Menurutnya masyarakat atau peternak ikan bisa sedikit lebih berhemat. Pasalnya melalui aplikasi waktu pemberian pakan sudah diatur dan jumlahnya bisa ditakar secara otomatis. Dampaknya sungguh luar biasa sehingga efisiensi bisa dilakukan dengan baik.

“Pembudidaya yang sudah menggunakan aplikasi ini bisa berhemat pakan karena waktunya sudah diatur dan jumlahnya sudah ditakar secara otomatis, tinggal dioperasikan melalui ponsel, simple," katanya (19/2/2019).

Gibran menambahkan sejak diperkenalkan tahun 2013 silam, saat ini sudah ratusan pembudidaya yang memanfaatkan aplikasi yang dirancangnya. Hasilnya pun sudah terbukti, pembudidaya ikan lele sudah mampu panen hingga empat kali setahun.

“Perikanan memiliki potensi menjadi industri yang besar, pembudidaya Indonesia juga terkenal ulet dan menjadi salah satu yang terbaik di dunia. Oleh sebab itu, saya yakin kita bisa menjadi pionir dalam implementasi teknologi dalam kegiatan budidaya ikan,” paparnya.

eFishery menurut Gibran, akan melakukan kerja sama pemanfaatan 300-an unit alat pemberi pakan otomatis dengan para pembudidaya lele melalui sistem sewa dan sebulan pertama diberi kelonggaran bebas sewa. Indramayu terpilih sebagai lokasi pertama percontohan budidaya lele berbasis teknologi digital.

Sementara itu, Kepala Bidang Perikanan Budidaya Indramayu Edi Umaedi menyampaikan, Kabupaten Indramayu layak menjadi percontohan kampung perikanan digital karena memiliki lahan berupa kolam budidaya air tawar yang cukup luas yakni 560,87 hektar, di mana 58,68 persennya atau 329,15 hektar digunakan untuk budidaya ikan lele. 

Tahun 2018 lalu, volume produksi ikan lele dari sentra-sentra budidaya tersebut mencapai 85.496,85 ton naik 79,15 persen dari tahun sebelumnya sebesar 67.671,84 ton. Nilai produksi mencapai Rp1.336.963.249.000. [akurat]

TerPopuler

Loading...