ini Fakta Din Syamsuddin Mundur dari Utusan Khusus Presiden
Loading...

ini Fakta Din Syamsuddin Mundur dari Utusan Khusus Presiden

08 February 2019,
loading...
foto/dokumen: Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Mensesneg Pratikno (kiri) mempersilakan mantan Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin (kanan) menyampaikan keterangan mengenai penunjukan dirinya sebagai utusan khusus presiden, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (23/10/2017). Presiden Joko Widodo mengangkat Din Syamsuddin sebagai utusan khusus presiden untuk dialog dan kerja sama antaragama dan peradaban.(ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARI)



SriwijayaAktual.com - BEREDAR foto Din Syamsuddin yang dilengkapi narasi bahwa pengunduran dirinya sebagai, Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antaragama dan Peradaban, karena dalam rangka untuk menjaga netralitas di Pilpres 2019, dikarenakan ada suatu kebohongan. 

Foto yang dilengkapi narasi itu diunggah oleh akun Khairul Usman (https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10213474232630705&id=1247522909). Dalam postingan yang sudah dibagikan lebih dari 230 kali saat tangkapan layar diambil, Usman menambahkan narasi sebagai berikut:

"#SobatWaras dan #PorosAkalSehat....Satu2nya jalan menghentikan kebohongan dan janji2 palsu pak Jokowi adalah Pastikan Tanggal 17 April 2019, tidak memilihnya...! Dan kawal/pastikan #2019PrabowoPresidenRI..." 

Di foto Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) itupun juga terdapat narasi yang menyimpulkan, bahwa alasan Din mundur sebagai Utusan Khusus Presiden karena dia mengetahui ada kebohongan. Seperti berikut:

"Di depan Ribuan Alumni GONTOR, DIEN SYAMSUDIN sempat meneteskan air mata. Beliau berkata: Saya keluar dari Utusan khusus Presiden dlm masalah dialog Agama, karna saya tahu betul siapa orang2 dibelakang jkw, saya tahu betul kebohongan-kebohongan mreka semua, kalo di 2019 ini umat islam kalah, saya tak bisa bayangkan 2024 nanti islam masih ada atau tidak." 

Menurut Adi Syafitrah, salah seorang member grup FB Forum Anti Fitnah, Hasut, dan Hoax (FAFHH), konten yang dibagikan Ia Usman ini merupakan konten disinformasi. "Konten yang salah," ujarnya dalam laman grup FAFHH, Rabu (6/2/2019). 

Karena, kata dia, pengunduran diri Din sudah banyak dimuat di media online mainstream. Dalam pemberitaan itu, tak satupun yang menyebutkan pengunduran Din sama seperti yang diposting Usman. 

Din Syamsuddin menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan, Jakarta. Kedatangan Din untuk melaporkan pengunduran dirinya sebagai Utusan Khusus Presiden untuk Dialog Antaragama dan Peradaban. 

Kedatangan Din diterima langsung oleh Jokowi. Pertemuan berlangsung sekitar 30 menit. Ditemui usai pertemuan, Din mengatakan Jokowi telah menerima surat pengunduran dirinya. Kepada Jokowi, Din menjelaskan alasan pengunduran dirinya. 

"Alhamdulillah beliau dapat memahami maksudnya. Saya menyampaikan alasan ini semata-mata untuk kebaikan, kemaslahatan, terutama penunaian tugas dan kegiatan saya selama ini," kata Din di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa pada Desember 2018. 

Din menjelaskan, pengunduran dirinya dalam rangka untuk menjaga netralitas di Pilpres 2019. Sebab, di luar tugasnya sebagai Utusan Khusus Presiden, Din juga aktif memimpin berbagai organisasi. Di antaranya sebagai Ketua Dewan Pertimbangan MUI hingga Ketua Dewan Nasional Pergerakan Indonesia Maju. 

Din mengatakan, tiap-tiap organisasi tersebut memiliki anggota yang terdiri dari ketua-ketua umum ormas Islam yang memiliki aspirasi berbeda di Pilpres. "Belum lagi saya ikut juga memimpin Inter Religious Council Indonesia, dewan agama-agama yang umat-umat berbagai agama itu juga memiliki aspirasi berbeda," kata Din. 

Alasan lainnya, Din kini juga Masih aktif secara struktural di Muhammadiyah. Meski hanya menjabat sebagai ketua tingkat paling bawah, tingkat ranting, Din menyatakan dirinya harus mengikuti garis organisasi dan tidak terlibat politik praktis. 

Jabatannya sebagai Utusan Khusus Presiden, kata Din, justru akan menghalangi upayanya membangun kebersamaan dari masyarakat majemuk di berbagai organisasi. (wal/okezone)


TerPopuler

Loading...