Lucinta Luna Ungkapkan Malam Pertama "NgecruuOT" 10 Ronde dengan Suaminya
Loading...

Lucinta Luna Ungkapkan Malam Pertama "NgecruuOT" 10 Ronde dengan Suaminya

Monday, March 25, 2019, Monday, March 25, 2019
Loading...
loading...
Instagram/@lucintaluna

SriwijayaAktual.com - Lucinta Luna membuat heboh netizen dengan pengakuan malam pertamanya yang mengaku bertempur hingga 10 ronde.
 
Setelah beredar foto pernikahan, Lucinta Luna kembali bikin heboh tentang pengakuan malam pertama Lucinta Luna. Penyanyi dan selebgram itu mengaku 'bertempur 10 Ronde di Malam Pertama.

Penyanyi Lucinta Luna baru-baru ini membuat heboh publik dengan kabar pernikahannya.
Pasalnya, wanita yang diduga seorang transgender ini sempat membuat geger karena banyak fakta yang mengungkap dirinya dulu seorang pria bernama Fattah.

Meski begitu, Lucinta Luna terus mengelak dirinya pria dan justru kerap mengumbar foto seksi nan erotis.

Setelah dikabarkan dekat dengan banyak pria selama menjajaki kariernya di dunia hiburan Tanah Air, kali ini Lucinta dikabarkan menikah dengan pria berkebangsaan Filipina.

Pria tersebut diketahui bernama Bii.
Fotonya dengan Lucinta Luna viral dengan mengenakan pakaian adat Jawa.
Tak sampai di situ, Lucinta Luna membuat geger karena memberi pengakuan telah menyelesaikan malam pertamanya dengan sangat 'liar'.

Dalam live instagram-nya, Lucinta Luna mengaku telah melayani suaminya sebanyak 10 ronde pada malam pertamanya.
Wajahnya terlihat letih dan kurang sehat.


Lalu pada hari berikutnya, ia mengatakan hanya menghabiskan sebanyak 2 kali saja.
"Kemarin malam pertama, 10 ronde, 9 rondenya, kemudian ditahan satu jam, kita makan dulu. Satu rondenya itu jam 5 pagi, jadi 10 ronde. Sampe mataku mata panda," tutur Lucinta pada video tersebut.
"Dan malam kedua, cuma dua ronde," sambungnya.

Lucinta Luna mengaku menghabiskan malam pertama bersama suami sampe 10 ronde
Ucapan Lucinta Luna ini pun mengundang berbagai pertanyaan pada benak warganet.

Sehatkah seseorang berhubungan intim hingga lebih 5 kali dalam sehari?

Sebenarnya berhubungan intim dipengaruhi dari berbagai faktor, yaitu usia, gaya hidup, kesehatan dan dorongan seksual masing-masing pasangan, dan yang terpenting adalah kualitas hubungan mereka.

Melansir The Sydney Morning Herald, dalam penelitian Kinsey Institute berdasarkan studi psikologis dan survei menyimpulkan usia 18 hingga 29 tahun berhubungan seks rata-rata 112 kali setahun, usia 30 hingga 39 tahun rata-rata 86 kali dan 40 hingga 49 usia rata-rata 69 kali setahun.

Penelitian tersebut juga menyebutkan hal ini bukan masalah kuantitas, melainkan kualitas dan kesehatan.

Hal yang lebih penting dari frekuensi berhubungan intim adalah seberapa puas pasangan terhadap kehidupan seksual mereka.

Sedangkan menurut dr. Boyke Dian Nugraha, DSOG, MARS, yang dilansir dari Grid.ID, sebenarnya tidak ada batasan baku mengenai banyaknya seseorang bercinta.

Artinya frekuensi banyaknya hubungan intim dalam sehari kembali pada kemampuan dan keinginan suami-istri, juga kesehatan masing-masing individu.

Sebab berhubungan intim sangat bergantung dengan beberapa faktor, terutama mood masing-masing.
"Sepanjang keduanya berhasrat, sanggup melakukannya dan sama-sama menikmatinya, kenapa tidak?" katanya.

Selain itu, berhubungan intim memang sebaiknya terjadi secara spontan, tanpa aturan dan jadwal bercinta yang baku.

Walau tidak ada aturan baku, dr Boyke menganjurkan suami istri berhubungan intim secara teratur dalam 1 hingga 4 kali seminggu.

Pertimbangannya adalah frekuensi tersebut sesuai dengan ritme tubuh atau kondisi fisiologis pria maupun wanita.

"Produksi sperma oleh buah zakar boleh dibilang sudah memenuhi kuota penampungan dalam kurun waktu tiga hari.

Apalagi produksi ini memang harus dikeluarkan secara teratur sesuai waktu atau batas kuota alamiah tadi."

Adapun pada wanita justru memperbesar kemungkinan merasakan kenikmatan seksual lebih lama.
Sebab kondisi fisiologisnya memungkinkan kaum hawa merasakan kenikmatan hubungan seksual selama seminggu.

Sebenarnya, masalah hubungan intim sering muncul ketika libido masing-masing pasangan tidak cocok.

Misalnya, salah satu pasangan menginginkan bercinta lebih sering, tetapi karena libido pasangan lainnya tidak seperti dirinya, mereka biasanya akan merasa ditolak dan tidak diinginkan.

Sebaliknya, pasangan yang menginginkan seks lebih jarang sering merasa tertekan dan tidak mampu.

Oleh karena itu, hal yang dapat dilakukan adalah untuk menjadwalkan hubungan intim sehingga pasangan dengan libido rendah tidak merasa tertekan dan pasangan libido lebih tinggi tidak merasa ditolak, seperti yang dilansir dari smh.com.au. [***]


TerPopuler

close
Loading...