Wanita Yang Emosional Dianggap Malah Berikan Kepuasan Seks Yang 'wooOW'
Loading...

Wanita Yang Emosional Dianggap Malah Berikan Kepuasan Seks Yang 'wooOW'

Wednesday, March 27, 2019, Wednesday, March 27, 2019
loading...
Loading...
Ilustrasi



SriwijayaAktual.com - Ketika seorang sudah melewati masa akil baliknya, tentu hasrat seks dalam diri seseorang pun akan bertambah. Berbicara soal seks, sebenarnya aktivitas yang satu ini memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.

Kondisi emosional seseorang ternyata berpengaruh terhadap kualitas aktivitas seksual mereka. Secara umum pria memiliki seks yang lebih baik dan memuaskan dengan wanita yang secara emosional tidak stabil.

Sebuah penelitian juga mengungkapkan bahwa wanita lebih menyukai pria yang kurang menyenangkan tetapi memperhatikan detail. Survei tersebut dilakukan di Jerman terhadap seribu orang sebagai sampelnya.

Menurut penelitian tersebut, persepsi seseorang tentang seberapa cocok mereka dengan pasangannya membuat kehidupan seks yang luar biasa. Namun, sampai sekarang bagaimana kepribadian seseorang mempengaruhi kehidupan seks orang lain belum dipelajari secara luas.

Julia Velten yang merupakan seorang peneliti beserta rekan-rekannya mewawancarai setiap sukarelawan tentang kehidupan seks mereka, ciri kepribadian dan fungsi seksual. Bagi wanita ini termasuk hasrat seksual, kepuasan, gairah dan orgasme. Sementara untuk pria hal ini berfokus pada fungsi ereksi, keinginan, kepuasan dan orgasme.

Mereka menemukan bahwa pria yang memiliki pasangan dengan kestabilan emosi yang kurang baik dapat menghasilkan fungsi seksual yang lebih baik. Mereka juga menemukan bahwa pria yang teliti dan patuh mungkin merasa perlu memuaskan pasangannya secara seksual, hal ini dapat mengarah pada fungsi seksual yang lebih baik dari pasangan mereka.

Penelitian dari Journal Of Sex Research, juga menemukan bahwa pria yang memiliki hubungan seks lebih baik dengan pasangan, memiliki sifat yang mudah dirangsang.

“Pria yang mudah terangsang oleh fantasi rangsangan visual, dapat memfasilitasi fungsi seksual,” kata salah satu peneliti, seperti dilansir The Sun.

Para relawan dengan rata-rata usia 51 tahun sudah memiliki perasaan ini sejak berusia 24 tahun. Karakter gaya bukan satu-satunya hal mungkin terjadi dalam fungsi seksual.

“Temuan ini menyiratkan bahwa kehidupan seksual yang sehat dapat terjadi dalam hubungan yang lama,” kata para peneliti. [ak]


TerPopuler

close
loading...