Hidroponik Menjadi Solusi Bertani di Lahan Sempit Perkotaan
Loading...

Hidroponik Menjadi Solusi Bertani di Lahan Sempit Perkotaan

Thursday, April 11, 2019, Thursday, April 11, 2019
loading...
Loading...
Petugas Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP) melakukan perawatan tanaman hidroponik dengan menggunakan barang bekas di halaman Balaikota, Jakarta, Selasa (9/4/2019). (Lontar.id/Ghazali)

SriwijayaAktual.com - Urbanisasi telah mempengaruhi cara orang bertani yang meningkatkam prospek pemanfaatan lahan sempit, seperti di pekarangan rumah. Pasalnya saat ini hal tersebut menjadi tren tersendiri bagi masyarakat perkotaan, untuk menanam berbagai komoditas hortikultura seperti sayuran dan tanaman obat.

Saat ini sistem yang paling sering di temui dalam pertanian pekarangan menggunakan teknologi hidroponik, yang budidaya tanaman memanfaatkan air sebagai media tumbuhnya, dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman.

Dilansir dari Website resmi Kementrian pertanian “Aplikasi nutrisi menggunakan ukuran satuan parts per million (ppm) yang diberikan kepada tanaman mulai dari pindah tanam dari semaian sampai dengan minggu akhir menjelang panen.”

Kemudian Hara tanaman yang terlarut dalam air menjadi larutan hara dimanfaatkan kembali dengan cara resirkulasi (sistem tertutup) menggunakan energi listrik.

Kelebihan sistem hidroponik adalah penggunaan lahan lebih efisien, lingkungan maupun pemberian nutrisi pupuk dapat diatur, tanpa media tanah, tidak ada gulma, tidak ada resiko penanaman terus-menerus sepanjang tahun. 

Apalagi kuantitas dan kualitas produksi lebih tinggi, lebih bersih, bebas dari racun pestisida, penggunaan pupuk dan air lebih efisien, periode tanam lebih pendek. Sedangkan kekurangannya yaitu membutuhkan modal yang relatif besar pada saat awal pelaksanaan.

Dengan sistem hidroponik, maka tanaman relatif lebih cepat tumbuh kembang karena unsur hara dalam larutan dapat secara optimal dimanfaatkan sepenuhnya oleh tanaman, sehingga daun lebih lebar, daging buah lebih besar dan kokoh.

Untuk anda yang tertarik maka cobalah teknik menanam hidroponik dengan sumbu (wick) dapat Anda aplikasikan karena tergolong paling sederhana dan tepat untuk para pemula.

Teknik dengan sumbu ini efektif digunakan untuk tanaman kecil, seperti kangkung, bayam, seledri, selada, cabai, dan lainnya. Namun, teknik sumbu ini kurang tepat untuk tanaman yang membutuhkan banyak air.

Adapun alat dan bahan yang diperlukan yakni sebagai berikut :

Siapkan alat sebagai wadah tanaman, misalnya seperti ember, pot bekas, botol bekas, kaleng bekas cat, dan lainnya.

Siapkan sumbu. Anda bisa memanfaatkan kain flanel, kain lain yang menyerap air, bekas sumbu kompor, dan lainnya.

Siapkan media tanam. Ada beberapa media tanam yang dapat Anda pilih, antara lain sekam, serabut kelapa, arang, pecahan bata, rockwool, kerikil, busa bekas kursi, atau kapas. Jika ingin mendapat hasil tanaman dengan kualitas yang lebih baik, pilihlah rockwool karena lebih steril dan tahan terhadap penyakit tanaman.

Lalu,  jika sudah siapa berikut yang anda perlu lakukan :
Siapkan botol bekas, dan potong menjadi dua bagian. Pastikan bagian bawah botol berukuran lebih panjang daripada bagian atas botol.
Buat dua lubang pada bagian leher botol.
Masukkan sumbu, atau kain flanel dari satu lubang dan keluar dari lubang yang satu lagi.

Setelah itu, posisikan bagian atas botol secara terbalik dan letakkan ke dalam bagian bawah botol.
Media tanam sudah jadi dan siap digunakan.

Setelah botol dan media tanam sudah jadi, langkah selanjutnya adalah mengisi bagian bawah botol dengan larutan nutrisi. Lalu, pindahkan rockwool atau media tanam yang sudah disemai tumbuhan ke dalam bagian bagian atas botol. Selanjutnya, Anda tinggal menunggu dan merawat tanaman hingga tumbuh besar. [akurt]


TerPopuler

close
loading...