Presiden Jokowi Disebut Gunakan Rp36 Triliun Dana Haji untuk Infrastruktur, FAKTA atau HOAKS?
Loading...

Presiden Jokowi Disebut Gunakan Rp36 Triliun Dana Haji untuk Infrastruktur, FAKTA atau HOAKS?

09 April 2019,
Loading...
loading...



SriwijayaAktual.com - AKUN media sosial Facebook (FB) atas nama Bagaz Borienk SilverQueen Caramell membagikan gambar yang bertuliskan lebih dari Rp36 triliun dana haji digunakan pemerintah untuk membangun infrastruktur. Postingan yang menampilkan foto Presiden Joko Widodo itu juga dilengkapi narasi: 

"Tercyduk! Lebih Dari 36 TRILIUN Dana Haji Sudah Dipakai Oleh Pemerintah Berdasarkan laporan Menteri Keuangan, sampai dengan tahun 2016 jumlah dana haji yang dipinjam oleh pemerintah mencapai Rp35,65 triliun. Dana tersebut digunakan oleh Jokowi untuk membiayai pembangunan infrastruktur."

Hasil penelusuran di media sosial yang dilakukan Adi Syafitrah, salah satu anggota Indonesian Hoaxes menemukan sejumlah pemberitaan penegasan tidak ada dana haji yang digunakan untuk membangun infrastruktur di enam media online nasional.

Dalam pemberitaan di enam media online yang kredibel tersebut, Kepala Badan Pelaksana Badan Pengelolaan Keuangan Haji (BPKH) Anggito Abimanyu menegaskan bahwa tidak ada penyaluran pengelolaan dana haji untuk infrastruktur. Hal tersebut untuk menampik anggapan bahwa pemerintah menggunakan dana haji untuk infrastruktur. 

"Tidak benar, tidak ada satu Rupiah pun dana kelola haji digunakan untuk infrastruktur," ujar Anggito di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Kamis 24 Januari 2019 lalu. 

Anggito menjelaskan, pihaknya memang akan menginvestasikan dana haji ke beberapa sektor di luar infrastuktur seperti pengadaan katering dan hotel di Arab Saudi serta kerja sama dengan maskapai penerbangan untuk pemberangkatan jamaah haji. 

"Investasi langsung mengutamakan terkait jamaah haji bukan di Indonesia. Menurut saya secara subtansi tidak ada yang dilanggar, kami berorientasi untuk berinvestasi yang terkait jamaah haji," jelasnya. 

Jenis investasi lain kata Anggito adalah melakukan pembelian surat berharga syariah dan obligasi. "Kita beli obligasi, kita beli syariah berharga, kami tidak melakukan investasi langsung," tandasnya. 

Dengan klarifikasi di atas yang dibagikan oleh akun medsos lainya seperti diatas tersebut, Adi Syafitrah menyimpulkan bahwa konten yang dibagikan akun FB Bagaz Borienk SilverQueen Caramell adalah konten yang menyesatkan. "Dimana pengunaan informasi yang sesat untuk membingkai sebuah isu atau individu," tuturnya. 

Adi menambahkan, konten serupa sebelumnya juga pernah disebarkan pada 2017 dan 2018. Sebagaimana pernah diklarifikasi atau di-debunk di sini. (kha/okz)



TerPopuler